sign up SIGN UP

RELATIONSHIP

5 Tips Agar Pernikahan Langgeng dan Jauh dari Kata Cerai

Dian Aprilia | Sabtu, 13 Feb 2021 15:30 WIB
5 Tips Agar Pernikahan Langgeng dan Jauh dari Kata Cerai
caption
Jakarta -

Kabar perceraian salah satu selebgram Indonesia kondang jadi pembicaraan di berbagai lini media sosial. Tak sedikit orang yang mencoba mengambil pelajaran dari kisah cinta keduanya.

Meski begitu, kita tidak bisa lantas menilai bahwa perceraian adalah suatu hal yang buruk, sebab adakalanya cerai menjadi satu-satu pilihan terbaik untuk menyelesaikan masalah rumah tangga. Namun setiap pasangan yang baru menikah, tentu tidak ingin terjadi perceraian dalam keluarganya.

Untuk itu, berikut beautynesia.id telah merangkum 5 tips agar pernikahan bisa langgeng dan jauh dari kata cerai.

Pertengkaran bukan akhir

Pertengkaran
Pertengkaran/pexels.com

Setiap dua orang yang menjalin hubungan tentu pernah mengalami pertengkaran atau pun sekedar perselisihan pendapat. Bagi pasangan, biasanya sering mengalami pertengkaran kecil seperti masalah keran rusak, menaruh handuk sembarangan, biaya anak sekolah, kehadiran mertua dan lainnya.

Saat terjadi pertengkaran, penting bagi kita untuk tidak menganggapnya sebagai akhir atau kiamat. Jadikan pertengkaran untuk mempererat hubungan dan jalan untuk saling memahami karakter satu sama lain. Pasti dengan mindset itu, pertengkaran bisa diselesaikan dengan mudah dan tak menghancurkan pernikahan.  

Tidak ada jalan kekerasan

Kekerasan
Kekerasan/pexels.com

Kekerasan tidak boleh menjadi solusi dari permasalahan keluarga. Meskipun kesalahan pasangan dianggap fatal, suami atau istri tidak boleh lantas membolehkan adanya tindak kekerasan dalam bentuk apapun. Seperti halnya ancaman, pelecehan, kekerasan fisik atau pun psikologis.

Sebaiknya hal ini sudah dibicarakan sejak awal pernikahan, agar setiap pasangan memiliki kesadaran untuk tidak kebablasan melakukan kekerasan. Sebaiknya jika ada masalah yang berat dan tak mampu diselesaikan keduanya, suami-istri bisa melibatkan orang terpercaya atau bantuan dari profesional.

Komunikasi

Komunikasi
Komunikasi/pexels.com

Sudah menjadi rahasia umum, bahwa komunikasi adalah kunci penting untuk kelanggengan sebuah hubungan. Jika ada masalah, baik kecil ataupun besar sebaiknya jangan sungkan untuk mendiskusikan dengan pasangan. Jangan sampai masalah-masalah kecil menumpuk dan jadi bom atom di masa depan.

Bila perlu, buat agenda rutin bersama pasangan untuk membahas masalah yang sedang terjadi. Baik itu setiap hari saat malam hari, ataupun setiap minggu agar masalah tidak terjadi sampai berlarut-larut.

Kompromi

Kompromi
Kompromi/pexels.com

Mustahil ada pasangan yang 100% cocok dan sejalan. Pasti ada saja, hal-hal atau pendapat yang berbeda di antara keduanya, meski pasangannya termasuk yang paling cocok dari deretan mantan-mantannya terdahulu. Kompromi menjadi jalan tengah dan efektif untuk menghadapi segala perbedaan itu.

Adakalanya suami yang perlu mengalah, namun istri juga harus tahu diri di saat-saat tertentu agar tidak mau menang sendiri. Dengan saling kompromi dan mendukung satu sama lain, pasti tujuan keluarga dan personal akan lebih mudah diraih bersama.

Selalu saling mendampingi

Saling mendampingi
Saling mendampingi/pexels.com

Tidak berlebihan jika pasangan disebut sebagai partner hidup. Sebab merekalah yang akan selalu mendampingi kita kala susah dan senang sepanjang hayat, sebagaimana janji pernikahan. Untuk itu, dampingilah pasangan dalam setiap pertemuan dan jika dibutuhkan.

Hal ini akan memupuk kebersamaan dan juga semakin mengikat hubungan diantara keduanya. Tidak selalu harus berlibur bersama ke tempat yang mewah, kalian juga bisa menikmati waktu bersama dengan memasak, berkebun dan kegiatan hobi lainnya.

(arm2/arm2)

Our Sister Site

mommyasia.id