Alami KDRT dalam Rumah Tangga, Ini yang Harus Kamu Lakukan

Rumaysha Milhania | Beautynesia
Minggu, 25 Oct 2020 13:00 WIB
Alami KDRT dalam Rumah Tangga, Ini yang Harus Kamu Lakukan
Kekerasan dalam Rumah Tangga/ Sumber: Freepik.com

Ketika pasangan, suami atau istri, menggunakan kekerasan fisik, ancaman, pelecehan dalam bentuk fisik atau emosional untuk mengendalikan perilaku pasangannya, ini merupakan tanda bahwa mereka melakukan kekerasan dalam rumah tangga. Para korban perlu memahami bahwa mereka tidak bertanggung jawab atas perilaku tersebut dan tidak ada seseorang pun yang pantas untuk dianiaya bagaimanapun keadaannya.

Ketika pasangan, suami atau istri, menggunakan kekerasan fisik, ancaman, pelecehan dalam bentuk fisik atau emosional untuk mengendalikan perilaku pasangannya, ini merupakan tanda bahwa mereka melakukan kekerasan dalam rumah tangga.
Kekerasan Dalam Rumah Tangga/ Sumber: Freepik.com

Hal penting lainnya adalah korban perlu mengakui pada diri mereka sendiri bahwa mereka dalam hubungan yang tidak sehat dan menerima perilaku kekerasan. Sekalipun korban belum siap untuk meninggalkan si pelaku, pengakuan dan validasi pada diri sendiri terhadap perilaku kekerasan yang diterimanya adalah langkah-langkah penting.

Korban kekerasan dalam rumah tangga sebaiknya menceritakan permasalahan kekerasan yang dialaminya dengan keluarga, teman, tetangga atau rekan kerja. Hal ini dapat berguna saat meminta bantuan pertolongan serta rujukan dan dukungan. Dilansir dari Wikihow, berikut beberapa cara yang perlu dilakukan jika mengalami KDRT.

Memahami Apa Saja Kekerasan Dalam Rumah Tangga

Kekerasan yang terjadi dalam rumah tangga memiliki berbagai macam bentuk, yaitu:

  • Kekerasan secara fisik yang bisa berupa pukulan dan perilaku lainnya yang dapat melukai tubuh seseorang
  • Kekerasan/pelecehan seksual seperti memaksa melakukan hubungan seksual tanpa persetujuan kedua belah pihak
  • Kekerasan secara emosional seperti meremehkan dan tidak menghargai orang lain
  • Kekerasan dalam ekonomi atau penyalahgunaan ekonomi, seperti seseorang mencoba membuat pasangannya bergantung secara finansial pada dirinya sendiri sehingga membuat pasangannya tidak mandiri
  • Kekerasan psikologis yang berupa kekerasan dalam bentuk mengontrol seseorang dengan menggunakan ketakutan, intimidasi, atau ancaman.

Karena berbagai macam kekerasan yang ada serta berbagai macam pula cara pelaku melakukan kekerasannya, sebagai korban kamu harus waspada dan memahami segala komunikasi dan aktivitas yang terjadi di dalam rumah tanggamu.

Kekerasan adalah bentuk kekuasaan dan kendali atas orang lain. Dengan kata lain seseorang yang melakukan kekerasan ingin mengambil kekuasaan atas orang lain.
KDRT/ Sumber: Freepik.com

Memahami Kenapa Pasangan Melakukan Kekerasan

Kekerasan adalah bentuk kekuasaan dan kendali atas orang lain. Dengan kata lain, seseorang yang melakukan kekerasan ingin mengambil kekuasaan atas orang lain. Tidak pernah ada alasan yang sah untuk melecehkan atau melakukan kekerasan pada orang lain. 

Pahami Hukum dan Undang-undang yang Berlaku

Di Indonesia, Undang-Undang No 23 Tahun 2004 mengatur dan menjelaskan tentang Penghapusan Kekerasan Dalam Rumah Tangga. Dalam Undang-Undang ini telah diatur larangan dilakukannya kekerasan dalam rumah tangga, hak-hak yang patut diperoleh korban, perlindungan yang dapat diperoleh oleh korban, serta ketentuan pidana untuk pelaku kekerasan.

Ketahui Lembaga yang Menyediakan Bantuan untuk Kasus KDRT

Terdapat beberapa lembaga yang bisa dihubungi untuk pelaporan dan meminta bantuan atas terjadinya kasus kekerasan rumah tangga. Berikut nomor lembaga yang bisa diminta bantuan untuk kasus KDRT:

  • Komnas Perempuan: (021) 390 3960 / Facebook @stopktpsekarang / Twitter @komnasperempuan / Email [email protected].
  • LBH APIK: (0274) 877 93300 atau isi form laporan kasus di sini. 
  • Rifka Annisa Women’s Crisis Center (Hotline: 0857 9905 7765)

Beri Tahu Keluarga dan Teman Terdekat

Pastikan kamu menceritakan kepada teman atau keluarga terdekatmu tentang kekerasan yang kamu alami. Hal ini penting, sehingga kamu bisa memberitahu orang lain jika kamu sedang dalam keadaan darurat. Kamu dan temanmu bisa membuat kode sebagai tanda jika kamu membutuhkan bantuan.

Simpan catatan dan bukti dokumentasi dari kekerasan dan pelecehan yang kamu alami. Bukti ini dapat membantu kamu untuk mendapatkan hak asuh, ganti rugi serta membuktikan bahwa pelaku memang bersalah.
Kekerasan Dalam Rumah Tangga/ Sumber: Freepik.com

Dokumentasikan Semua Kekerasan yang Kamu Alami

Simpan catatan dan bukti dokumentasi dari kekerasan dan pelecehan yang kamu alami. Bukti ini dapat membantu kamu untuk mendapatkan hak asuh, ganti rugi serta membuktikan bahwa pelaku memang bersalah. Tulis catatan secara rinci dengan tanggal dan waktu kejadian. Bukti dokumentasi kekerasan dapat berupa foto bekas luka atau memar pada tubuh serta kerusakan pada barang-barang di rumah. Agar lebih aman, simpan dokumen ini pada teman atau keluarga terdekat agar pelaku kekerasan tidak dapat menemukannya.

Waspadai Lingkungan Sekitar Saat Berada dengan Pasanganmu

Waspadai suasana hati dan nada suaranya. Hal ini dapat membantu kamu mengenali saat mereka akan melakukan kekerasan. Jika terjadi pertengkaran, pastikan kamu berada di area yang dekat dengan jalur keluar seperti pintu atau jendela yang dapat diakses, dan jauhkan diri dari apa pun yang dapat digunakan sebagai senjata. Jauhi kamar mandi dengan jendela kecil dan dapur atau area lain tempat penyimpanan benda berbahaya rumah tangga.

(arm2/arm2)
CERITA YUK!
Theme of The Month :

Theme of The Month :

Theme of The Month :

Theme of The Month :

Theme of The Month :

Komentar
0 Komentar TULIS KOMENTAR
Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama memberikan komentar.

RELATED ARTICLE