sign up SIGN UP

RELATIONSHIP

Jangan Menikah Kalau Alasanmu Hanya Karena Hal Sepele ini

Dian Aprilia | Rabu, 24 Mar 2021 18:00 WIB
Jangan Menikah Kalau Alasanmu Hanya Karena Hal Sepele ini
caption

Menikah itu bukan permainan atau hanya coba-coba. Kamu perlu memiliki alasan yang tepat sebelum memutuskan untuk menikah. Sebab alasan yang salah bisa bikin pernikahanmu gagal dan kehidupanmu menjadi lebih buruk. Saat ini, sebagaimana kita tahu, banyak pasangan yang berawal dari cinta memilih menikah tapi tak lama memutuskan untuk bercerai.

Hal ini bisa dikarenakan banyak hal, mulai dari kurangnya komitmen, manajemen konflik yang salah, kondisi ekonomi, perselingkuhan, motivasi pernikahan yang salah dan lainnya. Untuk itu, sebelum menikah, kamu perlu benar-benar memerhatikan alasan keputusanmu. Berikut adalah 5 alasan yang salah saat memutuskan ingin menikah:

Tekanan dari Orang Lain

Tekanan dari orang lain
Tekanan dari orang lain/pexels.com

Jangan menikah hanya karena tekanan dari orang lain. Seperti halnya melihat teman seangkatan sudah menikah, desakan dari orang tua, desakan tetangga atau keluarga, dan lainnya. Sebab menikah itu bukan pelarian dari tekanan orang lain.

Kamu harus menyadari kondisi dirimu dan kesiapanmu. Tak peduli sebesar apa tekanan dari luar, jika memang kamu belum siap untuk menikah sebaiknya tunda pernikahan. Siapkan dirimu dulu, mulai dari kondisi fisik, mental, finansial, dan lainnya.

Umur Sudah Tua

Umur sudah tua
Umur sudah tua/pexels.com

Sudah berusia matang 30-35 tahun atau lebih tapi belum menikah? Tenang saja, nikah itu tidak dibatasi oleh usia. Meskipun, tidak bisa dipungkiri ada faktor kesuburan yang menjadi salah satu dorongan untuk segera menikah. Namun jangan jadikan ini satu-satunya alasan pernikahan.

Pastikan kamu benar-benar siap melalui pernikahan, siap menerima segala konsekuensi pernikahan dan semua hal yang meliputinya sebelum menikah. Hal ini akan membuatmu lebih mudah dan siap menerima tantangan menikah dan setelah pernikahan.  

Lamanya Pacaran

Lamanya pacaran
Lamanya pacaran/pexels.com

Adakalanya salah satu pasangan mendesak pasangan lainnya untuk segera menikahi. Biasanya lama pacaran jadi salah satu indikator untuk segera membawa ke pelaminan. Misalnya sudah 5 tahun atau 10 tahun pacaran tapi belum juga menikah.

Padahal lama pacaran, tak selalu menjadi ukuran yang tepat saling mengenal dan siap melalui pernikahan. Tak jarang pula pasangan yang sudah lama pacaran tapi kandas di tengah jalan dan menikah dengan orang lain. Jadi, jangan jadikan lama pacaran sebagai alasan untuk menikah ya.

Ingin Pasangan Berubah

Ingin pasangan berubah
Ingin pasangan berubah/pexels.com

‘Aku percaya dia akan berubah setelah menikah.’ Banyak pasangan yang ingin menikah dan berharap pasangannya akan berubah setelah pernikahan. mereka menganggap status dan peran baru menuntut setiap orang beradaptasi dan menjadikan mereka lebih bertanggung jawab.

Padahal, tidak selamanya benar. Bahkan ada yang merasa pasangannya memiliki karakter yang lebih buruk setelah menikah. Percayalah, pernikahan itu tidak serta merta bisa merubah karakter seseorang. Keinginan dan komitmen berubah itulah yang sejatinya membuat seseorang bisa jadi lebih baik.

Tidak Puas dengan Hidup

Tidak puas dengan hidup
Tidak puas dengan hidup/pexels.com

‘Capek kerja dan kuliah, ah mending nikah aja deh!’ Hal ini biasanya sering diungkapkan oleh wanita. Wanita merasa setelah menikah hidupnya akan jauh lebih mudah karena ada suami yang bekerja, istri tinggal terima beres dan melakukan pekerjaan rumah tangga.

Padahal menikah berarti adanya kehidupan baru, tanggung jawab baru, dan tugas baru. Bahkan tak sedikit wanita yang menikah mendambakan masa-masa single lagi, karena penatnya menjadi istri dan ibu. Jadi jangan jadikan pernikahan sebagai pelarian karena tidak puas dengan kehidupan sekarang ya.

Itulah 5 alasan sepele yang salah besar untuk menjadi motivasi menikah. Sebaiknya siapkan diri, mental dan finansial dan pilih alasan yang tepat sebelum menikah.

(arm2/arm2)

Our Sister Site

mommyasia.id