sign up SIGN UP

RELATIONSHIP

Mengenal 10 Aksesoris dalam Makna Pernikahan Adat Jawa, dari Paes - Alis Menjangan

Laily Rahmawati | Selasa, 14 May 2019 12:00 WIB
Mengenal 10 Aksesoris dalam Makna Pernikahan Adat Jawa, dari Paes - Alis Menjangan
caption
Menikah adalah proses menyatukan dua insan dalam mahligai rumah tangga. Dalam proses pernikahan biasanya mempelai akan mengenakan baju pengantin dan merias wajah. Salah satu riasan dan baju pengantin yang cukup dikenal di Indonesia adalah paes pengantin Jawa. Paes terdiri dari dua macam yakni paes pengantin Solo dan paes pengantin Yogyakarta. Meski sudah enggak asing dengan tradisi pernikahan yang mengenakan adat dan riasan paes, namun tahukah kamu bahwa setiap atribut dalam riasan paes ageng memiliki makna yang mendalam? Untuk pengantin wanita, paes ageng mengandung unsur doa, panduan dan tuntunan terkait bagaimana menjadi seorang perempuan yang semestinya.

Secara umum dikenal dua macam paes dari dua daerah, Solo dan Yogyakarta. Masing-masing memiliki ciri khas dan makna yang berbeda. Kali ini kita akan membicarakan tentang Paes Jogja.

Pada zaman dulu, busana dan tata rias Paes Ageng Jogja hanya boleh dikenakan oleh kerabat raja. Baru pada masa Sultan HB IX yang dengan prinsipnya “tahta untuk rakyat” maka pada 1940, masyarakat umum diijinkan memakai busana ini dalam upacara pernikahan. Sejak saat itulah riasan paes ageng mulai banyak digunakan. Menariknya adalah setiap atribut dalam riasan paes ageng memiliki makna yang mendalam khususnya bagi seorang wanita.


Foto: https://id.pinterest.com/pin/521502831822291984/

Cunduk Mentul


Cunduk mentul adalah atribut yang letaknya di kepala yang menjulang tinggi ke atas. Cunduk mentul biasanya terdiri dari 5 sampai 7 bulatan. Meskipun pada dasarnya  cunduk mentul dapat berjumlah 1, 3, 5, 7 atau 9 dengan makna yang berbeda. Cunduk mentul yang jumlahnya satu sebagai simbol atas keesaan Tuhan. Berjumlah tiga sebagai simbol trimurti.

Jika berjumlah 5, adalah simbol rukun Islam. Jika berjumlah 7 sebagai simbol pertolongan karena tujuh dalam bahasa jawa adalah “pitu” yang dipercaya sebagai simbol “pitulungan”. Terbanyak berjumlah 9, sebagai simbol walisongo. Selain itu, cunduk mentul seharusnya dipasang menghadap belakang. Sebagai simbol bahwa perempuan harus cantik saat terlihat dari depan maupun belakang.


Foto: https://www.instagram.com/bennusorumba/

Gunungan


Gunungan juga diletakkan di kepala dan berbentuk seperti gunung. Bentuk gunung ini memiliki makna bahwa gunung dipercaya oleh masyarakat terdahulu sebagai tempat yang sakral dan tempat bernaungnya para dewa. Simbol ini diletakkan di kepala perempuan menandakan bahwa perempuan harus juga dihormati oleh suaminya. 



Foto: Istimewa

Centhung


Centhung berbentuk seperti gerbang sebanyak dua buah yang terpasang di sisi kanan dan kiri. Centhung ini menjadi  simbol tentang gerbang kehidupan yang memiliki arti bahwa  perempuan harus siap untuk memasuki gerbang baru dalam kehidupannya. Perempuan harus siap masuk memasuki kehidupan dalam rumah tangga dan memerankan diri sebagai seorang istri.


Foto: https://kamalaputri.com

Paes Prada


Ini adalah riasan yang dibuat di kening pengantin wanita. Biasanya berwarna hitam dan berbentuk garis lengkung. Kalau diperhatikan, besar lengkungan di kening berbeda-beda pada setiap orang. Terdapat satu lengkungan besar yang dibuat di tengah, dan diapit oleh lengkungan-lengkungan kecil. Lengkungan yang besar adalah simbol kebesaran Tuhan. Sedangkan lengkungan yang kecil disebut pengapit, sebagai simbol bahwa seorang istri harus siap menjadi penyeimbang dalam rumah tangga.


Foto: Istimewa

Citak


Citak ini yang dilukis di tengah kening seperti riasan India. Citak berada tepat di tengah-tengah yang menjadi simbol bahwa seorang wanita harus fokus, berpandangan lurus ke depan, dan setia.

 


Foto: Istimewa

Alis Menjangan


Alis menjangan ini merupakan bentuk alis yang bercabang seperti tanduk rusa. Bentuk ini memang terinspirasi dari hewan rusa. Karena, rusa adalah hewan yang cerdik, cerdas dan anggun. Artinya perempuan harus memiliki ketiga karakter ini, cerdik, cerdas dan anggun.

 


Foto: Istimewa

Sumping


Sumping merupakan hiasan yang diletakkan di telinga.Pada awalnya, sumping yang digunakan oleh trah kerajaan terbuat dari daun papaya. Filosofinya adalah daun pepaya yang memiliki rasa pahit dapat dijadikan gambaran bahwa menjadi seorang istri harus siap untuk merasakan berbagai kepahitan. Namun saat ini sumping yang digunakan oleh pengantin terbuat dari lempengan logam.


Foto: Istimewa

Kalung Sungsun


Kalung sungsun ini bersusun tiga yang menjadi simbol dari tiga fase kehidupan yang harus dilalui oleh seorang wanita. Fase ini terdiri dari kelahiran, pernikahan dan kematian. Artinya setiap wanita harus siap untuk menghadapi fase-fase tersebut.


Foto: Istimewa

Kelat Bahu


Kelat bahu adalah hiasan yang disematkan di bahu pengantin wanita. Kelat ini berbentuk naga. Naga adalah hewan yang dipercaya memiliki kekuatan besar. Artinya, menjadi perempuan harus kuat. Kuat menghadapi beragam masalah yang hadir di dalam pernikahan.


Foto: https://blog.djarumbeasiswaplus.org

Gelang Paes Ageng


Dalam tata rias dan busana paes ageng, gelang yang dipakai pengantin wanita berbentuk bulat tanpa putus. Ini adalah simbol dari cinta abadi antara dia dan suaminya.

 


Foto: Istimewa
(kik/kik)

Our Sister Site

mommyasia.id