Hati-Hati, 8 Produk Obat yang Paling Sering Dipalsukan Temuan BPOM RI

Rini Apriliani | Beautynesia
Jumat, 06 Feb 2026 17:00 WIB
Hati-Hati, 8 Produk Obat yang Paling Sering Dipalsukan Temuan BPOM RI
Ilustrasi obat/Foto: Freepik.com/topntp26

Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM RI) merilis daftar obat yang paling sering dipalsukan. Dalam unggahan terbaru di Instagram @bpom_ri, ada delapan produk obat yang perlu diwaspadai.

Obat-obatan yang ditemukan tersebut umumnya memiliki tingkat permintaan tinggi, contohnya Ponstan yang sering digunakan sebagai obat sakit gigi. Lalu, beberapa di antaranya ada juga untuk kondisi kesehatan tertentu dan obat-obatan yang berpotensi menimbulkan ketergantungan.

Kehadiran obat palsu ini menjadi ancaman serius, karena bisa membahayakan masyarakat.

Daftar Obat yang Paling Sering Ditemukan Palsunya

Daftar produk obat yang sering ditemukan palsunya

Obat yang sering dipalsukan/Foto: Instagram.com/bpom_ri

Beauties, berikut adalah daftar produk obat yang paling sering ditemukan palsunya:

  1. Viagra
  2. Cialis
  3. Ventolin inhaler
  4. Dermovate krim
  5. Dermovate salep
  6. Konstan
  7. Tramadol hydrochloride
  8. Hexymer / Trihexyphenidyl hydrochloride

Dampak Negatif Obat Palsu

BPOM mengatakan, obat palsu kemungkinan mengandung komposisi bahan yang tidak tepat, terlalu banyak/sedikit, atau sama sekali tidak mengandung bahan obat (zat aktif). Bahkan, obat palsu dapat mengandung zat aktif lain yang membahayakan kesehatan.

Adapun beberapa dampak negatif obat palsu pada kesehatan di antaranya:

  • Keracunan
  • Kegagalan pengobatan
  • Resistensi obat
  • Ketergantungan obat
  • Kematian

Mengutip detikHealth, contohnya pada obat Trihexyphenidyl yang digunakan untuk gangguan gerak seperti Parkinson dan efek samping obat psikiatri. Obat ini kerap disalahgunakan karena efek sampingnya yang menimbulkan sensasi tertentu, sehingga menjadi target pemalsuan dan penyalahgunaan.

Selain dampak langsung pada kesehatan, dampak peredaran obat palsu pun dapat meningkatkan biaya pengobatan, sebab obat sebelumnya yang digunakan bukannya membuat sembuh dari sakit, tapi bisa membuat lebih parah. Lalu, permasalahan ini akan memicu persoalan ekonomi dan sosial serta menurunkan kepercayaan masyarakat terhadap penyedia layanan kesehatan.

Daftar obat yang paling sering dipalsukanIlustrasi obat-obatan/Foto: Freepik.com/aleksandarlittlewolf

BPOM akan menindak tegas setiap pelaku kejahatan yang terbukti mengedarkan obat palsu baik daring maupun luring. Setiap pelaku usaha yang terbukti memproduksi dan/atau memperdagangkan barang dan/atau jasa tidak sesuai standar ketentuan peraturan perundang-undangan dapat dikenai sanksi pidana penjara paling lama 5 tahun dan denda paling banyak Rp2 miliar sesuai Pasal 62 ayat (1). Pasal 8 ayat (1) huruf a Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen.

”Saya peringatkan kepada siapapun pelaku usaha baik produsen, distributor, tenaga kesehatan, maupun masyarakat agar tidak menjual dan/atau mengedarkan produk palsu dengan ciri-ciri yang telah kami rilis dalam siaran pers ini,” tegas Taruna Ikrar. 

BPOM mengimbau masyarakat agar cermat sebelum membeli dan mengonsumsi obat. Pastikan untuk membeli obat dari tempat resmi, yaitu apotek. Lalu, jika ingin membeli obat secara online, untuk membelinya di tempat yang telah mendapatkan izin Penyelenggara Sistem Elektronik Farmasi (PSEF) dari Kementerian Kesehatan atau sarana yang sudah bermitra dengan PSEF.

Selain itu, Beauties juga perlu terapkan CekKLIK (Cek Kemasan, Label, Izin edar, dan Kedaluwarsa) dan manfaatkan aplikasi BPOM Mobile atau https://cekbpom.pom.go.id/ untuk memastikan legalitas produk.

Hati-hati Beauties sebelum membeli dan mengonsumsi obat. Jangan sampai karena murah, kamu tergoda untuk membelinya!

***

Mau jadi bagian dari Buzznesia Community di mana kamu bisa ikutan berbagai online dan offline event seru yang diadakan oleh Buzznesia/Beautynesia? Komunitas ini terbuka untuk umum, baik perempuan dan juga laki-laki, kami juga memiliki komunitas khusus untuk kamu yang masih berstatus mahasiswa/mahasiswi. Yuk, gabung ke Buzznesia Community. Caranya DAFTAR DI SINI! 

(ria/ria)
Komentar
0 Komentar TULIS KOMENTAR
Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama memberikan komentar.

RELATED ARTICLE