sign up SIGN UP

Selingkuh dalam Hubungan Rentan Terjadi Setelah Menikah, Duh Kenapa Ya?

Phanie Fauziah | Kamis, 29 Jul 2021 09:00 WIB
Selingkuh dalam Hubungan Rentan Terjadi Setelah Menikah, Duh Kenapa Ya?
caption

Hubungan yang baik tentunya dilandaskan pada kepercayaan, yang mana menjaga kepercayaan itulah yang harus kita pertahankan. Dalam hubungan berpacaran perselingkuhan memang kerap terjadi, bahkan saat ini selingkuh kerap terjadi dalam hubungan pernikahan.

Sebenarnya mengapa selingkuh terjadi? Kita ketahui lebih lanjut yuk, Beauties!

Alasan Selingkuh

Alasan Selingkuh
Alasan Pasangan Berselingkuh/Pexels/RODNAE Production

Banyak hal yang mendasari mengapa selingkuh terjadi dalam sebuah hubungan. Faktor penyebab orang selingkuh tentu karena pasangan itu sendiri. Berikut faktor penyebab yang menjadi alasan selingkuh dalam suatu hubungan.

Komunikasi yang Tidak Baik

Hubungan pernikahan yang didasari komunikasi yang kurang baik tentunya akan menimbulkan banyak kesalahpahaman. Sebenarnya, komunikasi yang tidak baik dalam pernikahan juga bisa terjadi pada kesibukan masing-masing pasangan, sehingga seiring jalannya waktu hubungan lebih terasa hambar dan keterbukaan juga mulai berkurang.

Tapi, hal tersebut juga tergantung pada masing-masing pasangan. Jika keduanya bisa saling mempertahankan dengan membuat suasana yang hangat, hal tersebut tidak akan terjadi dan tentunya tidak akan menimbulkan perselingkuhan.

Kurang Perhatian

Kurang Perhatian dalam Hubungan
Kurang Perhatian pada Pasangan/Pexels/RODNAE Production

Hakikatnya, perempuan lebih senang menceritakan apapun termasuk keluhannya, sedangkan sebagian besar laki-laki kurang menyukai tindakan tersebut. Laki-laki biasanya menganggap hal-hal kecil yang diceritakan perempuan merupakan sesuatu yang tidak penting untuk dibahas.

Dilansir dari Wolipop, menurut Wulan Ayu Ramdhani, M. Psi, seorang Psikolog Klinis Dewasa memaparkan, bahwa perbedaan pandangan di antara laki-laki dan perempuan tersebut memicu perasaan tidak dicintai lebih tepatnya tidak diperhatikan. Merasa pasangan tidak bisa menjadi teman cerita, kemudian datang orang ketiga yang memberikan perhatian sehingga terjadilah perselingkuhan dengan "embel-embel" kenyamanan.

Tidak Puas dengan Pasangan

Alasan ini biasanya dimiliki oleh laki-laki. Mengutip dari This is Insider dalam temuan Superdrug Online Doctor, alasan perempuan berselingkuh lebih karena masalah hati dan perasaan, sementara laki-laki lebih pada fisik atau ketidakpuasan hasrat biologis.

Cara Mengatasi Kasus Selingkuh

Mengatasi Kasus Selingkuh
Cara Mengatasi Kasus Selingkuh/Pexels/Jasmine Carter

Terlepas dari itu Beauties, tentunya penyebab orang selingkuh itu berbeda-beda dan pasti memiliki alasan yang berdasar pada rasa tidak bisa menerima kekurangan masing-masing. Jika hal tersebut terjadi dalam rumah tangga kita, maka berikut cara mengatasi kasus selingkuh dengan bijak.

Cari Tahu Dulu Kebenarannya

Sebelum mengambil keputusan apapun, biasakan untuk mencari tahu terlebih dahulu kebenarannya. Jangan sampai kita salah paham atau malah percaya dengan gosip yang belum tentu kebenarannya.

Komunikasikan dengan Pasangan

Berkomunikasi dengan Pasangan
Komunikasikan Masalah dengan Pasangan/Pexels/RODNAE Production

Tanpa komunikasi hubungan tentunya menjadi sangat hambar, bukan? Maka komunikasikan mengenai hal ini kepada pasangan, tanyakan kebenarannya secara langsung. Jika hal tersebut memang benar adanya, maka tanyakan alasannya dan apakah hubungan masih bisa diperbaiki. Ambillah keputusan dengan seimbang sesuai kesepakatan bersama.

Intropeksi Diri

Jika memang Beauties dan pasangan sepakat untuk mempertahankan rumah tangga, maka intropeksi diri masing-masing harus dilakukan. Sadari kesalahan dan jadikan sebagai pembelajaran untuk ke depannya agar perselingkuhan tidak kembali terjadi.

Nah, Beauties jika kita sudah bulat untuk mempertahankan rumah tangga dan tidak tahu apa yang harus dilakukan. Berkonsultasi dengan ahlinya juga bisa kita lakukan ya. Hal yang terpenting agar perselingkuhan tidak terjadi, maka jaga terus komunikasi, saling percaya, saling menghargai, dan tentunya harus mau menerima kekurangan masing-masing.

(ria/ria)

Our Sister Site

mommyasia.id