8 Penyebab Pakaian Cepat Bau Meski Sudah Dicuci

Belinda Safitri | Beautynesia
Rabu, 10 Jun 2026 10:30 WIB
5. Terlalu Lama Didiamkan di Mesin Cuci
Terlalu lama didiamkan di mesin cuci/ Foto: Magnific.com/freepik

Tidak ada yang lebih menjengkelkan daripada mengenakan pakaian yang baru selesai dicuci tetapi sudah mengeluarkan bau tidak sedap ya, Beauties. Bau apek, lembab, atau bahkan menyerupai keringat yang tertinggal sering kali membuat pakaian terasa kurang nyaman digunakan, meskipun sudah melalui proses pencucian.

Banyak orang mengira penyebabnya hanya berasal dari deterjen atau kualitas mesin cuci. Padahal, ada berbagai faktor lain yang dapat memengaruhi kebersihan dan kesegaran pakaian, mulai dari cara mencuci, proses pengeringan, hingga cara penyimpanan setelah pakaian selesai dicuci. Melansir Cleanipedia, simak beberapa penyebab pakaian cepat bau meski sudah dicuci agar kamu tak salah langkah lagi! 

1. Penumpukan Kotoran di Mesin Cuci

Penumpukan kotoran di mesin cuci/ Foto: Magnific.com/freepik

Banyak orang rajin mencuci pakaian, tetapi lupa bahwa mesin cuci juga membutuhkan perawatan rutin. Seiring waktu, sisa deterjen, serat kain, kerak kapur, hingga air yang menggenang dapat menumpuk di berbagai bagian mesin. Kondisi tersebut menciptakan lingkungan yang ideal bagi pertumbuhan bakteri dan jamur penyebab bau.

Penelitian yang diterbitkan dalam Applied and Environmental Microbiology menunjukkan bahwa air yang tertinggal di dalam mesin cuci dapat memengaruhi aroma cucian dan memicu kontaminasi silang. Akibatnya, pakaian yang seharusnya bersih justru menyerap bau tidak sedap dari dalam mesin. Terkait itu, membersihkan tabung, filter, dan karet pintu mesin cuci secara berkala dapat membantu menjaga kualitas hasil cucian.

2. Jumlah Deterjen Tidak Tepat

Jumlah deterjen tidak tepat/ Foto: Magnific.com/wayhomestudio

Sebagian orang menuangkan deterjen berdasarkan perkiraan tanpa memperhatikan dosis yang dianjurkan. Padahal, deterjen berlebih dapat meninggalkan residu pada serat kain. Residu tersebut menahan kelembaban dan menjadi tempat berkembangnya bakteri maupun jamur yang menyebabkan bau apek.

Sebaliknya, penggunaan deterjen yang terlalu sedikit membuat kotoran, minyak tubuh, dan keringat tidak terangkat sempurna saat proses pencucian. Karena itu, penting untuk menyesuaikan takaran deterjen dengan kapasitas mesin dan jumlah pakaian yang dicuci. Menggunakan deterjen berkualitas serta pelembut pakaian juga dapat membantu mempertahankan aroma segar lebih lama.

3. Suhu Air Terlalu Rendah

Suhu air terlalu rendah/ Foto: Magnific.com/freepik

Pencucian dengan air dingin memang lebih ramah terhadap beberapa jenis kain dan membantu menghemat energi. Namun, suhu rendah tidak selalu efektif untuk menghilangkan penumpukan biofilm, bakteri, atau residu keringat yang menempel pada pakaian.

Penelitian yang dimuat dalam Journal of Chromatography menunjukkan bahwa biofilm lebih sulit dihilangkan pada pencucian bersuhu rendah. Jika pakaian tetap berbau meski sudah dicuci, cobalah menggunakan suhu yang lebih tinggi sesuai petunjuk pada label pakaian. Menambahkan cuka putih saat mencuci juga dapat membantu mengurangi bau tanpa meninggalkan aroma menyengat pada kain.

4. Mesin Cuci Terlalu Penuh

Mesin cuci terlalu penuh/ Foto: Magnific.com/freepik

Keinginan menghemat waktu sering membuat seseorang mengisi mesin cuci hingga penuh sesak. Padahal, ketika ruang gerak pakaian terlalu sempit, air dan deterjen tidak dapat menjangkau seluruh permukaan kain secara merata. Akibatnya, sebagian kotoran dan bakteri masih tertinggal setelah proses pencucian selesai.

Kondisi ini membuat pakaian tampak bersih dari luar tetapi sebenarnya belum benar-benar higienis. Selain memicu bau tidak sedap, kebiasaan membebani mesin cuci secara berlebihan juga dapat mempercepat kerusakan komponen mesin. 

5. Terlalu Lama Didiamkan di Mesin Cuci

Terlalu lama didiamkan di mesin cuci/ Foto: Magnific.com/freepik

Setelah siklus pencucian selesai, pakaian idealnya segera dijemur atau dipindahkan ke pengering. Ketika pakaian basah dibiarkan berjam-jam di dalam tabung mesin yang tertutup, kelembaban akan terperangkap dan menjadi lingkungan yang disukai bakteri serta jamur.

Alhasil, bau apek dapat muncul meskipun pakaian baru selesai dicuci. Jika Beauties sering lupa mengeluarkan cucian, manfaatkan fitur delay start atau atur waktu mencuci agar selesai saat kamu memiliki waktu untuk langsung menjemurnya.

6. Kelembaban Berlebih saat Pengeringan

Kelembaban berlebih saat pengeringan/ Foto: Magnific.com/freepik

Pengeringan merupakan tahap yang sama pentingnya dengan pencucian. Jika pakaian dijemur di tempat yang minim sinar matahari atau sirkulasi udara buruk, proses pengeringan akan berlangsung lebih lama. Dalam kondisi tersebut, kelembaban dapat bertahan di dalam serat kain.

Akibatnya, pakaian yang terlihat kering di bagian luar masih menyimpan kelembaban di bagian dalam. Inilah yang sering menimbulkan bau apek ketika pakaian digunakan. Jika sering menjemur di dalam rumah, penggunaan dehumidifier atau memastikan ventilasi ruangan cukup baik sangat disarankan untuk membantu mempercepat proses pengeringan.

7. Penyimpanan Pakaian Terlalu Rapat

Penyimpanan pakaian terlalu rapat/ Foto: Magnific.com/freepik

Menurut penelitian yang dipublikasikan dalam PLOS One, kurangnya aliran udara dapat berkontribusi terhadap munculnya bau pengap. Hal ini tidak hanya terjadi saat proses pengeringan, tetapi juga ketika pakaian disimpan di lemari yang terlalu penuh.

Saat pakaian saling berhimpitan tanpa ruang sirkulasi yang memadai, kelembaban dan bau akan lebih mudah terperangkap. Karena itu, usahakan untuk menggantung pakaian tertentu dan tidak memenuhi lemari hingga sesak. Ruang yang cukup akan membantu pakaian tetap wangi lebih lama.

8. Pakaian Terlalu Lama Disimpan di Lemari

Pakaian terlalu lama disimpan di lemari/ Foto: Magnific.com/freepik

Pakaian yang tersimpan selama berbulan-bulan di lemari atau kotak penyimpanan sering kali mengeluarkan aroma khas yang kurang sedap saat kembali digunakan. Hal ini terjadi karena sirkulasi udara yang minim serta penumpukan kelembaban selama masa penyimpanan.

Sebelum digunakan kembali, pakaian sebaiknya diangin-anginkan atau dijemur beberapa jam di luar ruangan. Jika baunya masih tertinggal, lakukan pencucian ringan menggunakan pelembut pakaian. Untuk penyimpanan jangka panjang, menambahkan pewangi alami di dalam lemari dapat membantu menjaga aroma pakaian tetap segar.

Itulah beberapa penyebab pakaian cepat bau meski sudah dicuci. Jangan lakukan lagi ya, Beauties! 

***

Mau jadi bagian dari Buzznesia Community di mana kamu bisa ikutan berbagai online dan offline event seru yang diadakan oleh Buzznesia/Beautynesia? Komunitas ini terbuka untuk umum, baik perempuan dan juga laki-laki, kami juga memiliki komunitas khusus untuk kamu yang masih berstatus mahasiswa/mahasiswi. Yuk, gabung ke Buzznesia Community. Caranya DAFTAR DI SINI!

(ria/ria)
Komentar
0 Komentar TULIS KOMENTAR
Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama memberikan komentar.

RELATED ARTICLE