sign up SIGN UP

Chanel Naikan Harga Lagi, Bantah Ingin Saingi Hermes! Ini Alasan Sebenarnya

Rayoga Firdaus | Beautynesia
Senin, 07 Mar 2022 20:30 WIB
Chanel Naikan Harga Lagi, Bantah Ingin Saingi Hermes! Ini Alasan Sebenarnya
caption
Jakarta -

Chanel kembali naikkan harga tasnya lagi di sejumlah wilayah. Kenaikan untuk kreasi tas dan juga koleksi musim semi persentasenya berkisar 2-8 persen tergantung wilayah atau negara.

Kenaikan terjadi di Eropa dengan persentase mencapai 6 persen, Inggris sebanyak 5 persen, 8 persen di Jepang, Korea Selatan sebesar 5 persen, dan Hong Kong mencapai 2 persen.

Sementara itu dua negara Amerika Serikat dan China tidak masuk dalam daftar yang mengalami penerapan kebijakan kenaikan harga ini.

Harga baru ini resmi diterapkan sejak Kamis (3/3) lalu. Bruno Pavlovsky selaku President of Fashion & Chanel SAS mengatakan bahwa kenaikan harga ini bertujuan agar tidak terjadi ketimpangan harga antar negara dan setiap konsumen bisa mendapatkan value yang sama.

Chanel ad campaignChanel ad campaign/ Foto: Courtesy of Chanel

"Objektif kami adalah agar bisa menyetarakan harga di semua tempat agar tidak tejadi ketimpangan antara satu sama lain. Ini merupakan hal yang penting bagi konsumen kami, karena ini adalah cara paling transparan dalam menjangkau mereka. Sekarang sudah tidak layak untuk membandingkan harga yang dibayar konsumen di China dengan di Amerika. Adalah hal yang normal jika mereka membayar dengan harga yang sama untuk sebuah produk," terangnya seperti dikutip dari Women's Wear Daily (WWD).

Ini adalah kali keenam Chanel menaikan harga sejak pandemi dan kedua setelah terakhir pada November 2021 lalu.

Sebagai perbandingan tas 11.12 atau yang populer dengan sebutan Classic Flap untuk ukuran medium per November 2021 dijual 7800 Euro atau Rp 122 jutaan kini mencapai 8250 Euro atau sekitar Rp 129 jutaan.

Chanel Classic FlapChanel Classic Flap/ Foto: Courtesy of Chanel

Selain penyetaraan harga, kenaikan biaya produksi demi inovasi dan meningkatkan kualitas juga jadi alasan lain. Pavlovsky menerangkan kepada WWD bahwa Chanel berusaha membuat produksinya lebih ramah lingkungan.

Bantah Demi Saingi Hermès

Tas Hermes BirkinTas Hermes Birkin/ Foto: Instagram Hermes

Semakin mahalnya harga tas Chanel sekarang ini membuat para pencinta mode berspekulasi bahwa rumah mode tersebut sedang berupaya untuk menyaingi Hermès yang dikenal akan kreasi tas eksklusif dan terbatas yakni Birkin dan Kelly.

Laman Purseblog mengestimasi harga tas Birkin 25 dalam material Togo di tahun 2022 ini berkisar 10.075 USD atau sekitar Rp 144 jutaan. Harganya tentu bisa lebih mahal tergantung ukuran dan material.

Pavlovsky membantah dengan tegas bahwa Chanel sengaja menaikkan harga karena ingin menyaingi Hermès.

"Koleksi tas Hermès amat lah luar biasa, namun kreasi tas kami berbeda. Baik dari segi konstruksi dan material. Bahkan cara memakainya pun berbeda. Memang benar, kami bersaing dengan Hermès, namun kami bukan berkompetisi secara spesifik untuk sebuah tas saja," terangnya.

Chanel tidak sendiri, beberapa waktu lalu Louis Vuitton juga mengumumkan akan menaikkan harga karena didorong inflasi dan harga bahan.

Bagi konsumen sendiri, kenaikan harga sebuah tas mewah memang telah diantisipasi tiap tahunnya. Bahkan tak lantas menyurutkan hasrat berbelanja mereka. Karena semakin mahal harga sebuah benda dengan kuantitas yang terbatas pula dianggap menjadi daya tarik tersendiri.

Ingin jadi salah satu pembaca yang bisa ikutan beragam event seru di Beautynesia? Yuk gabung ke komunitas pembaca Beautynesia B-Nation. Caranya DAFTAR DI SINI!

(raf/raf)

Our Sister Site

mommyasia.id