sign up SIGN UP

Ini Perbedaan antara Gaya Genderless dengan Androgynous Fashion, Mana Favoritmu?

Ayuliy Lestari | Beautynesia
Senin, 31 Jan 2022 10:30 WIB
Ini Perbedaan antara Gaya Genderless dengan Androgynous Fashion, Mana Favoritmu?
caption

Mungkin kamu tidak asing dengan istilah genderless fashion atau sering mendengar istilah androgynous fashion. Keduanya memang terlihat abu-abu, sama-sama membahas tentang kebebasan gender dalam hal fashion.

Pada Desember 2020 lalu, Harry Styles tampil sebagai model sampul majalah Vogue mengenakan gaun rancangan Gucci yang dibuat dengan aksen renda. Gaun dengan gaya tube tersebut dipadukan dengan blazer berwarna hitam dan Harry mengatakan bahwa tidak mau pusing dengan garis batas antara karakter feminin dan maskulin karena ia sangat mencintai fashion.

Genderless Vs Androgynous Fashion
Genderless Vs Androgynous Fashion/Pinterest.com/Vogue

Hal ini meramaikan kembali istilah genderless dan androgynous fashion. Agar tidak salah mengartikan, berikut perbedaan kedua istilah fashion tersebut.

Genderless Fashion

Genderless Vs Androgynous Fashion
Genderless Vs Androgynous Fashion/Pinterest.com/Rollingstone

Genderless fashion sendiri sudah ada sejak tahun 1950-an. Pada masa kepopuleran Elvis Presley, ia sering berdandan rapi menggunakan celana dengan potongan ketat dan lebar. Kemudian disusul kemunculan Mick Jagger dan Rolling Stone yang juga tampil memakai ‘gaun laki-laki' rancangan desainer asal Inggris, Michael Fish.

Genderless Vs Androgynous Fashion
Genderless Vs Androgynous Fashion/Pinterest.com/Genderless

Istilah genderless fashion ini, sering digunakan untuk menggambarkan cara berpakaian seseorang yang tak dibatasi oleh gender. Setiap orang bebas berekspresi dan memilih gaya fashionnya. Sudah banyak brand fashion luar negeri yang membuat koleksi pakaian menjadi gender netral seperti Gucci, Zara, H&M dan lain-lain.

Androgynous Fashion

Genderless Vs Androgynous Fashion
Genderless Vs Androgynous Fashion/Instagram.com/Joviadhiguna

Androgynous fashion adalah penggabungan antara gaya berpakaian maskulin dan feminin. Orang-orang akan menggabungkan dua gaya fashion tersebut dalam satu look. Contohnya seperti penampilan Jovi Adhiguna Hunter. Ia sering menggabungkan karakter maskulin dan feminin seperti menggunakan kemeja, celana pendek dan heels.

Genderless Vs Androgynous Fashion

Genderless Vs Androgynous Fashion
Genderless Vs Androgynous Fashion/Pinterest.com/K-style

Mungkin tanpa sadar, kamu sudah sering memakai dua istilah tersebut dalam gaya fashion sehari-hari. Karena di Indonesia sendiri, genderless fashion cukup berkembang terbukti dari banyaknya perempuan yang sering menggunakan kemeja flanel, blazer pria, hoodie, celana cargo dan lain-lain.

Genderless Vs Androgynous Fashion
Genderless Vs Androgynous Fashion/Pinterest.com/Singaporestyle

Begitu pula dengan pria, beberapa pria juga kerap memilih pakaian pantai dengan motif bunga, dedaunan ataupun kemeja batik dengan warna dan paduan motif yang manis.

Genderless Vs Androgynous Fashion
Genderless Vs Androgynous Fashion/Pinterest.com/Minttang

Membahas tentang androgynous fashion, jika kamu sering tampil dengan hoodie dan mini skirt, topi baseball, sneakers dan dress, bisa jadi selama ini kamu sudah menerapkan gaya androgynous. Bagaimana menurutmu, Beauties?

Ingin jadi salah satu pembaca yang bisa ikutan beragam event seru di Beautynesia? Yuk gabung ke komunitas pembaca Beautynesia B-Nation. Caranya DAFTAR DI SINI!

(raf/raf)

Our Sister Site

mommyasia.id