sign up SIGN UP

Jadi Label Mewah Berpengaruh, Kesuksesan Gucci Tidak Terlepas dari Peran Sejumlah Desainer Ini! Siapa saja?

Rayoga Firdaus | Beautynesia
Kamis, 11 Nov 2021 20:30 WIB
Jadi Label Mewah Berpengaruh, Kesuksesan Gucci Tidak Terlepas dari Peran Sejumlah Desainer Ini! Siapa saja?
caption
Jakarta -

Dirilisnya film House of Gucci (2021) membuat publik kembali teringat akan perjalan panjang rumah mode legendaris yang baru saja merayakan hari jadi ke-100 tahun tersebut. Didirikan oleh Guccio Gucci pada tahun 1921 awalnya ia hanya membuka butik spesialis koper di Florence namun berkembang dengan memproduksi tas dan aksesori.

Pasca wafatnya Guccio di tahun 1953, intrik dan skandal terus mewarnai dinamika label ini. Per tahun 1993, keluarga Gucci telah kehilangan kuasanya atas label ini karena Maurizio Gucci, cucu dari Guccio menjual saham kepemilikan keluarga. Kian menurunnya penjualan yang diiringi hilangnya citra eksklusif Gucci akibat masifnya produk yang dijual juga kian diperburuk dengan aksi pembunuhan terhadap Maurizio yang melibatkan mantan istrinya Patrizia Reggiani.

Bangkitnya Gucci tidak terlepas dari tangan dingin Dawn Mello yang direkrut oleh Maurizio Gucci pada tahun 1989 sebagai Vice President dan Chief Designer. Mello lambat laun berusaha mengembalikan citra eksklusif sekaligus merekrut desainer atau creative director untuk memberi identitas baru pada label ini.

Ke depannya sejumlah desainer memang datang silih berganti, namun kesuksesan Gucci hingga sekarang ini tidak terlepas dari peran mereka.
Berikut sejumlah desainer yang pernah menjadi creative director Gucci.

Tom Ford

Tom FordTom Ford/ Foto: Alessandro Lucioni / Gorunway.com


Tom Ford direkrut oleh Dawn Mello pada tahun 1994 sebagai creative director guna mengembangkan lini busana perempuan. Kombinasi gaya klasik ala era '70an yang dikemas secara glamor, modern dan seksi membuat Gucci kembali menarik atensi para pencinta mode. Gaya rancangan Tom Ford dinilai memberi warna baru dan merefleksikan spirit kebebasan di era '90an. Selain itu rancangannya yang seductive juga ditampilkan dalam konsep foto iklan yang provokatif. Sayangnya di tahun 2004, Tom Ford memutuskan mundur karena terjadi perselisihan internal dengan manajemen baru Gucci.
Kini selain memiliki label sendiri, Tom Ford juga telah membuktikan talentanya sebagai sutradara di mana telah menggarap dua film A Single Man (2009) dan Nocturnal Animals (2016) di mana keduanya berhasil masuk nominasi Piala Oscar.

Alessandra Facchinetti

Alessandra FacchinettiAlessandra Facchinetti/ Foto: Alessandro Garofalo / Indigitalimages.com


Di tahun 2005, Alessandra Facchinetti resmi ditunjuk sebagai pengganti Tom Ford. Facchinetti sendiri merupakan salah satu anggota tim desain yang diasuh oleh Tom Ford. Dibayangi oleh kesuksesan mantan bosnya, Facchinetti berusaha melanjutkan ciri khas desain yang ada dengan memberikan pendekatan yang lebih pragmatis. Sayangnya Facchinetti tak bertahan lama, ia mundur setelah mempresentasikan koleksi keduanya untuk label ini. Selepas meninggalkan Gucci, Facchinetti sempati bergabung dengan sejumlah label yakni Valentino, Tods dan yang terbaru harlan + holden.

Frida Giannini

Frida GianniniFrida Giannini/ Foto: Yannis Vlamos / Indigitalimages.com


Peragaan koleksi spring/summer 2006 menjadi debut dari Frida Giannini sebagai creative director Gucci. Sebelumnya ia mensupervisi lini aksesori. Lewat rancanganya yang feminin namun tetap glamor, Giannini berhasil melanjutkan kesuksesan label ini pasca era Tom Ford. Ia juga kembali melansir koleksi aksesori berhiaskan motif flora dan tas Bamboo yang merupakan salah dua desain ikonis Gucci. Meski mendapat respon positif dari kritikus mode dan juga konsumen, Giannini mundur dari Gucci pada tahun 2014. Dilansir dari Fast Company, mulai menurunnya penjualan yang berujung digantinya CEO Gucci Patrizio di Marco, yang juga kala itu memiliki hubungan personal dengan Giannini, ditengarai menjadi alasan.

Alessandro Michele

Alessandro MicheleAlessandro Michele/ Foto: Valentina Sommariva / Courtesy of Gucci


Nama Alessandro Michele di tahun 2015 belum terlalu familiar seperti sekarang. Namun ia telah bekerja di Gucci dari semenjak era Tom Ford. Michele resmi didaulat sebagai creative director menggantikan Giannini. Sama seperti mantan bosnya, Michele merupakan desainer aksesori. Di bawah arahannya Gucci berhasil menemukan identitas baru yakni retro glamor. Rancangannya yang klasik, geek, penuh warna dan lintas gender disambut antusias. Sebelum pandemi merebak di tahun 2020, angka penjualan Gucci terus naik. Kini di tahun 2021 Gucci kembali bangkit. Salah satu proyek kreatif Michele yang paling heboh tahun ini adalah kolaborasi Gucci dengan rumah mode Balenciaga.

---

Ingin jadi salah satu pembaca yang bisa ikutan beragam event seru di Beautynesia? Yuk gabung ke komunitas pembaca Beautynesia B-Nation. Caranya DAFTAR DI SINI!

(raf/raf)

Our Sister Site

mommyasia.id