Kenalan dengan Red Bra Theory, Trik Fashion yang Sangat Membantu!

Vira Nabilla | Beautynesia
Selasa, 02 Jun 2026 06:30 WIB
Pandangan Secara Psikologi Warna
Ilustrasi Red Bra Theory/ Foto: Freepik.com/benzoix

Siapa nih yang pernah worry saat menggunakan baju warna putih karena takut pakaian dalamnya terlihat? Hal ini pernah dibahas oleh banyak orang hingga akhirnya tercetus tentang ‘Red Bra Theory’. Ini merupakan sebuah teori fashion unik yang bikin banyak orang penasaran untuk mencoba.

Tren ini bermula dari anggapan bahwa bra merah justru terlihat lebih samar atau tidak mencolok saat dipakai di balik pakaian warna putih. Mungkin sekilas terdengar aneh, tapi banyak orang mulai mencoba sendiri trik satu ini dan cukup terkejut dengan hasilnya. 

Lantas, apakah teori ini benar adanya? Cari tahu lebih lanjut dengan cara scroll down, ya! 

Tentang Red Bra Theory

Ilustrasi Red Bra Theory/ Foto: Freepik.com

Pernah mendengar istilah ‘Red Bra Theory’? Teori ini viral di media sosial yang percaya bahwa memakai bra berwarna merah bisa memberikan efek tertentu pada penampilan dan aura seseorang. Dalam konteks fashion, merah sering diasosiasikan dengan rasa percaya diri, keberanian, dan daya tarik yang kuat. 

Selain soal aura, Red Bra Theory juga dikenal sebagai fashion hack yang cukup populer, lho! Banyak orang mengira bra putih merupakan pilihan terbaik untuk dipakai di balik baju putih, padahal bra merah justru lebih bisa terlihat lebih samar di kulit. 

Trik ini sempat viral di berbagai sosial media karena dianggap membantu para perempuan terutama saat mereka ingin menggunakan pakaian berwarna putih agar terlihat lebih rapi dan seamless tanpa bayangan  bra  yang terlalu terlihat. 

Bagaimana Cara Warnanya Bekerja?

Ilustrasi Red Bra Theory/ Foto: Freepik.com/benzoix

Bra merah bisa tampak ‘tersamar’ di balik baju berwarna putih karena cara kulit, kain, dan cahaya yang berinteraksi dengan warna. Ini bukan karena merah jadi transparan, tetapi karena warna merah tertentu mendekati karakter warna kulit manusia ketika dilihat melalui lapisan kain putih. 

Kain putih sebenarnya tidak benar-benar menutupi warna di bawahnya sepenuhnya. Cahaya masih menembus kain dan memantulkan warna dari bra. Namun, secara sains visual mata manusia lebih mudah menangkap kontras tinggi, misalnya hitam di balik putih, sehingga bra hitam sangat terlihat. 

Maka dari itu, disarankan untuk memilih bra dengan warna merah tua atau merah bata karena memiliki panjang gelombang dan tingkat kecerahan yang seakan bisa menyatu dengan nuansa kulit, terutama di bawah pakaian putih. Hal ini karena kontrasnya lebih rendah dibanding hitam atau biru, sehingga otak kita menangkapnya lebih samar. 

Pandangan Secara Psikologi Warna

Ilustrasi Red Bra Theory/ Foto: Freepik.com/benzoix

Dari sudut pandang psikologi warna, fenomena bra merah yang ‘menghilang’ di balik baju putih menarik karena otak manusia tidak memproses warna hanya secara fisik, tetapi juga secara perseptual dan emosional. 

Warna dipersepsikan relatif terhadap lingkungan sekitarnya. Otak selalu membandingkan kontras antara objek dan latar. Pada kain putih, warna dengan kontras rendah terhadap warna kulit akan dianggap kurang menonjol. 

Sementara itu, merah punya karakter psikologis yang kuat, sering diasosiasikan dengan energi, gairah, perhatian, dan keberanian. Namun, ketika merah berada di balik lapisan putih tipis, intensitas visualnya ‘teredam’ sehingga yang tersisa lebih banyak unsur hangatnya daripada sifat mencoloknya. 

Otak juga melakukan color adaptation atau adaptasi warna. Dalam pencahayaan tertentu, warna merah yang tertutup kain putih bisa dianggap sebagai bayangan hangat alami, bukan pakaian dalam. 

---

Mau jadi bagian dari Buzznesia Community di mana kamu bisa ikutan berbagai online dan offline event seru yang diadakan oleh Buzznesia/Beautynesia? Komunitas ini terbuka untuk umum, baik perempuan dan juga laki-laki, kami juga memiliki komunitas khusus untuk kamu yang masih berstatus mahasiswa/mahasiswi. Yuk, gabung ke Buzznesia Community. Caranya DAFTAR DI SINI! 

(sim/sim)
Komentar
0 Komentar TULIS KOMENTAR
Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama memberikan komentar.

RELATED ARTICLE