sign up SIGN UP

Mengenal Jenis Kain Baju Paling Eco-Friendly, Bantu Jaga Bumi Lewat Fashion!

Dimitrie Hardjo | Beautynesia
Minggu, 26 Dec 2021 11:30 WIB
Mengenal Jenis Kain Baju Paling Eco-Friendly, Bantu Jaga Bumi Lewat Fashion!
caption

Memperjuangkan fashion berkelanjutan tidak harus ribet. Banyak cara yang bisa dilakukan untuk menerapkannya, mulai dari membeli barang-barang secondhand hingga mengurangi belanja mengingat fashion menjadi salah satu sektor dengan kontribusi merusak bumi terbesar. Namun, ada kalanya kita merasa bosan dengan pakaian-pakaian di lemari dan ingin memuaskan diri dengan membeli baju baru. Jika hal itu terjadi, cara lain yang dilakukan adalah memilih pakaian dengan bahan kain eco-friendly agar mudah didaur ulang, Beauties!

Seperti yang kita ketahui, beberapa jenis kain sulit terurai, menyebabkan penumpukkan limbah tekstil yang mengkhawatirkan. Tapi tidak usah takut, cukup banyak jenis kain yang eco-friendly dan diolah tanpa menggunakan bahan kimia berbahaya. Kamu bisa ikut dukung sustainable fashion dengan menggunakan beberapa jenis kain paling sustainable berikut ini.


1. Organic Cotton

Organic cotton/
Organic cotton/ Foto: unsplash.com/mia moessinger

Katun organik dibuat tanpa menggunakan zat-zat kimia sintetis seperti yang dilakukan pada tanaman kapas pada umumnya. Saat pemrosesan, fungisida dan insektisida tidak dipergunakan pada biji kapas, begitu juga dengan pupuk sintetis dan pestisida pada tanaman yang membahayakan petani. Selain itu, pengolahan organic cotton juga membutuhkan 62% lebih sedikit energi dan 88% lebih sedikit air dibandingkan bahan cotton.

2. Linen dan Organic Linen

Linen dan organic linen/
Linen dan organic linen/ Foto: unsplash.com/maite onate

Linen berasal dari tanaman flaks yang dibudidayakan dengan membutuhkan sangat sedikit pupuk, pestisida, dan irigasi––paling sedikit diantara material kain lainnya. Bahan yang breathable, ringan, dan mudah menyerap keringat ternyata dibutuhkan proses lama dan intensif dalam pembuatannya lho! Walaupun begitu, air yang dibutuhkan tidak banyak dan emisi yang dikeluarkan oleh mesin tidak sebanyak bahan lain. Linen juga bersifat biodegradable, yakni dapat terurai dalam 2 minggu dalam lingkungan tertentu.

3. Lyocell atau Tencel

Serat kain Tencel/
Serat kain Tencel/ Foto: pinterest.com/TENCEL™

Lyocell merupakan nama dari jenis kain rayon paling eco-friendly, sedangkan Tencel adalah nama trademark dari serat kain lyocell yang telah terdaftar. Mengutip laman Ethicalista, kain lyocell merupakan salah satu deretan kain yang sustainable dilihat dari proses pembuatannya yang sirkuler. Staff Tencel mengklaim bahwa sekitar 99% zat kimia yang digunakan untuk proses pengolahan digunakan kembali sehingga tidak merusak lingkungan akibat pembuangan. Lyocell yang bersifat biodegradable ini juga membutuhkan ⅓ air dari yang dibutuhkan dalam pengolahan kain rayon.

4. Kain Daur Ulang Lainnya

Kain daur ulang/
Kain daur ulang/ Foto: unsplash.com/joyce romero

Kain yang paling sustainable diantara kain lainnya tentu saja kain hasil daur ulang. Mengurangi limbah hasil produksi dan penumpukkan tekstil, kain daur ulang juga membutuhkan jauh lebih sedikit energi dan air dibandingkan dengan kain konvensional. Pakaian dibuat dari bahan hasil daur ulang biasanya tertera pada tag bertuliskan recycled linen, recycled wool, recycled cotton, recycled polyester, dan lain sebagainya. 

Itulah deretan kain paling eco-friendly yang dilansir dari berbagai sumber, Beauties. Jangan lupa untuk mengecek bahan kain terlebih dahulu ya!

[Gambas:Youtube]

Ingin jadi salah satu pembaca yang bisa ikutan beragam event seru di Beautynesia? Yuk gabung ke komunitas pembaca Beautynesia B-Nation. Caranya DAFTAR DI SINI!

(raf/raf)

Our Sister Site

mommyasia.id