sign up SIGN UP

Tragedi 9/11 Turut Berimbas ke New York Fashion Week! Ini Kisahnya

Dimitrie Hardjo | Beautynesia
Kamis, 15 Sep 2022 11:00 WIB
Tragedi 9/11 Turut Berimbas ke New York Fashion Week! Ini Kisahnya
caption

Tanggal 11 September diperingati setiap tahunnya oleh Amerika Serikat sejak tragedi serangan teroris tahun 2001. Serangan bunuh diri menargetkan 4 lokasi di New York dan Washington D.C merenggut banyak korban jiwa dan kerugian besar. Walaupun kini kedua kota sudah pulih, memori mengerikan masih membekas di benak setiap orang yang menjadi saksi. 

Bertepatan dengan hari ke-5 New York Fashion Week Spring 2002, ketika semua jurnalis fashion, model, desainer, dan pelaku industri mode lainnya dari berbagai negara berkumpul di Bryant Park dan Downtown New York, peristiwa yang dikenal dengan 9/11 terjadi. Mereka yang selamat masih mengenang bagaimana riuhnya hari itu: disela kesibukan persiapan fashion show, semua dibatalkan untuk mencari perlindungan.

Kronologi hari Selasa, 11 September 2001 dirangkum oleh Harper’s Bazaar berdasarkan cerita saksi mata di venue NYFW. Semua dimulai dari pagi yang cerah di mana langit biru seketika terliput asap abu tebal.



Bryant Park, 11 September 2001

Dua cahaya biru yang dinyalakan di 911 Memorial untuk memperingati peristiwa 9/11/
Dua cahaya biru yang dinyalakan di 911 Memorial untuk memperingati peristiwa 9/11/ Foto: instagram.com/911memorial

Bryant Park yang berada di kawasan Midtown sudah menjadi lokasi langganan NYFW. Tenda didirikan, desainer, para model, makeup artist, hair stylist, dan lainnya sibuk memersiapkan diri di backstage peragaan busana. Namun, agenda pekan mode berubah ketika berita dua pesawat menabrak gedung 110 lantai, World Trade Center, disiarkan di semua media pukul 09.00. Petugas keamanan mengerahkan semua orang keluar dari tenda untuk berlindung ke tempat yang lebih aman.

Liz Lange, desainer yang dijadwalkan tampil saat itu bergegas keluar dan menemukan dunia yang berbeda. “Rasanya semua orang seperti zombie,” ceritanya. Sementara desainer Adam Lippes yang kala itu bekerja dengan Oscar de la Renta menyaksikan para model menangis dalam tenda. “Oh, semua akan baik-baik saja. Kita akan lanjutkan,” kata de la Renta pada Lippes.



Downtown New York, 11 September 2001

Gedung World Trade Center (WTC) runtuh imbas tragedi 9/11. Gedung ini mulai dibangun pada 1966 dan selesai pada 1973.Gedung World Trade Center (WTC) runtuh imbas tragedi 9/11. Gedung ini mulai dibangun pada 1966 dan selesai pada 1973./ Foto: Getty Images

Downtown New York merupakan lokasi yang lebih dekat ke episentrum serangan, menara kembar WTC. Kejadian lebih mengerikan dialami mereka yang tinggal di sana. Peristiwa itu masih diingat Michael Kors, perancang busana yang menempati apartemen dengan pemandangan menghadap WTC.

“Acaraku dijadwalkan keesokan harinya. Aku sudah menyelesaikan mayoritas persiapan dan kurang satu fitting lagi dengan model Erin Wasson. Aku terlambat. Jadi setelah mandi, aku menelpon kantor mengabarkan aku akan segera ke sana,” ungkap Kors mengingat detik-detik sebelum peristiwa 9/11.  

“Saat aku sedang telepon, aku melihat pesawat pertama melesat ke menara pertama. Aku langsung berpikir, aku menyaksikan kecelakaan tak terbayangkan. Aku masih menelepon, mencoba mencerna apa yang baru saja terjadi ketika pesawat kedua melesat ke menara kedua. Di momen itu, aku menyadari ini bukan kecelakaan, tapi terorisme. Ponselku mati dan aku jatuh berlutut melihat apa yang terjadi setelahnya”.

Hal serupa dialami model Karen Elson yang tinggal dekat WTC. Ia mendengar suara sangat keras, lalu mendapat kabar dari temannya bahwa sebuah pesawat terbang menabrak menara kembar.

“Oke, ini adalah situasi yang sangat mengerikan. Kita semua berlari dari awan abu raksasa. Aku tidak pernah ada di situasi di mana aku berpikir, ya Tuhan, aku akan mati.” 

Fashion Amerika Setelah Tragedi 9/11

Ralph Lauren spring/summer 2002Ralph Lauren spring/summer 2002/ Foto: style.com/Vogue

Setelah peristiwa mengerikan itu, semua orang menolong satu sama lain. Venue NYFW dialihfungsikan sebagai tempat perlindungan dan rumah sakit sementara. Mannion, seorang staff mendapat telepon dari petugas yang meminta izin jika venue fashion show Marc Jacobs bisa dipergunakan sebagai triase. Setelah semuanya dikosongkan, Mannion kembali mendapat telepon di sore hari, “kami tidak jadi membutuhkannya karena tidak ada yang selamat.”

Begitu pula dengan venue show lain yang diubah menjadi triase. Alexandre de Betak, founder perusahaan produksi fashion Bureau Betak, menceritakan versinya, “dalam 24 jam tidak ada penyintas yang dibawa masuk. Lalu mereka bertanya jika venue dijadikan sebagai rumah jenazah. Tapi tidak ada jasad yang didatangkan. Akhirnya mereka meminta kami untuk menjadikannya sebagai Family Center di mana keluarga bisa memberikan sesuatu milik korban untuk mencocokan DNA-nya.”

Oscar de la Renta spring/summer 2002Oscar de la Renta spring/summer 2002/ Foto: style.com/Vogue

Fashion show kembali berlangsung pada 17 September 2001 dalam skala kecil, dimulai dari peragaan Oscar de la Renta. Tentu terdapat penyesuaian, seperti bangku yang diikatkan bunga, peragaan tanpa musik dan dekor, serta setiap orang memakai atribut ban lengan hitam dengan gantungan bendera Amerika.

Momen 9/11 juga mengubah industri fashion Amerika hingga sekarang, Beauties. Desainer muda dan bisnis fashion kecil menjadi yang paling terdampak akibat tragedi itu. Mereka gagal tampil dan rugi besar. Carolina Herrera berinisiasi mengadakan grup fashion show untuk 11 desainer yang terdampak.

Namun warisan terbesar akibat tragedi tersebut adalah munculnya Fashion Fund dicanangkan oleh CFDA untuk membantu para desainer muda Amerika Serikat yang masih dilakukan sampai sekarang.

---

Ingin jadi salah satu pembaca yang bisa ikutan beragam event seru di Beautynesia? Yuk gabung ke komunitas pembaca Beautynesia B-Nation. Caranya DAFTAR DI SINI!

(raf/raf)

Our Sister Site

mommyasia.id