100 Hari Eskalator Stasiun Bekasi Mati, Penumpang: Turut Berduka Cita
Kereta api sudah menjadi salah satu alternatif transportasi yang diambil banyak orang untuk menghindari kemacetan. Namun, kejadian matinya eskalator di Stasiun Bekasi menimbulkan kekesalan dan kekecewaan terhadap pelayanan yang diberikan.
Melansir dari Detik News, terpantau eskalator di Stasiun Bekasi mati sejak salah satu pengguna KRL mengunggah foto di X pada Kamis (5/10/2023) yang menunjukkan kondisi eskalator tidak berfungsi.
Terhitung sudah 100 hari eskalator di Stasiun Bekasi tidak beroperasi dan belum ada tanda-tanda akan segera diperbaiki hingga hari ini. Beberapa warga Bekasi pun mengirimkan karangan bunga duka cita dan miniatur kuburan beserta batu nisan di depan eskalator tersebut sebagai bentuk kekecewaan pada Rabu (31/1) malam dari CNN.
Warga Bekasi Mengirimkan Karangan Buka Duka CIta
Warga Bekasi Mengirimkan Karangan Buka Duka CIta/Foto: twitter.com/txttransportasi
Beredar sejumlah foto dan video di media sosial warga Bekasi mengucapkan bela sungkawa untuk memperingati 100 hari matinya eskalator di Stasiun Bekasi. Beberapa warga juga menaruh bunga di depan eskalator tersebut.
Aksi ini dilakukan sebagai bentuk protes terhadap pihak KAI atas keterlambatan perbaikan eskalator. Para pengguna transportasi umum di Bekasi merasa sangat terganggu dengan kondisi eskalator yang tidak berfungsi selama 100 hari ini.
Penumpang Menunggu Kereta Api
Penumpang Menunggu Kereta Api/Foto: pexels.com/Life Of Pix
Kejadian matinya eskalator di Stasiun Bekasi menunjukkan kurangnya perawatan dan pemeliharaan yang dilakukan oleh pihak KAI. Hal ini jelas mengganggu mobilitas penumpang, pasalnya tidak semua orang memiliki fisik yang kuat untuk menggunakan tangga biasa.
Selain itu, kejadian ini juga mengakibatkan penumpang harus menunggu lebih lama untuk naik atau turun dari stasiun, tentu sangat mengganggu jadwal perjalanan mereka.
Harapan Warga Agar Eskalator Segera Diperbaiki
Harapan Warga Agar Eskalator Segera Diperbaiki/Foto: pexels.com/toter yau
Dengan berkembangnya teknologi digital, warga Bekasi pun berinisiatif mengadukan masalah ini melalui media sosial berharap adanya respon sigap dari pihak terkait. Akan tetapi, hingga saat ini belum ada tindakan lanjutan yang dilakukan oleh KAI.
Harapan warga Bekasi pasti agar keluhan yang dilaporkan segera ditindaklanjuti, sehingga mereka dapat menikmati fasilitas yang lebih baik dan nyaman saat menggunakan transportasi kereta api. Selain itu, tindakan lanjutan yang cepat juga akan meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap pelayanan KAI dan memperbaiki citra perusahaan di mata publik.
***
Ingin jadi salah satu pembaca yang bisa ikutan beragam event seru di Beautynesia? Yuk, gabung ke komunitas pembaca Beautynesia, B-Nation. Caranya DAFTAR DI SINI!