5 Alasan Konten Drama Pribadi Lebih Menarik Perhatian Dibanding Prestasi

Nindya Putri Hermansyah | Beautynesia
Minggu, 08 Feb 2026 15:30 WIB
5 Alasan Konten Drama Pribadi Lebih Menarik Perhatian Dibanding Prestasi
Ilustrasi menonton drama viral/Freepik: Getty Images

Pernah sadar, Beauties, kalau konten drama pribadi selalu lebih cepat viral dibanding kabar prestasi? Mulai dari konflik selebritas, kisah patah hati, sampai masalah rumah tangga, semuanya seolah lebih menggugah emosi publik dibanding pencapaian besar yang butuh kerja keras bertahun-tahun.

Padahal, secara logika, prestasi seharusnya lebih layak diapresiasi. Namun kenyataannya, perhatian kita justru lebih mudah tertarik pada cerita yang penuh emosi dan konflik.

Fenomena ini bukan sekadar kebiasaan iseng atau selera semata, tapi berkaitan erat dengan cara kerja pikiran dan perasaan manusia. Kalau kamu penasaran kenapa hal ini bisa terjadi dan apa yang membuat drama begitu memikat perhatian, yuk lanjutkan membaca pembahasannya lebih dalam.

1. Emosi Nyata yang Membuat Audiens Terhubung

Ilustrasi emosi nyata/Freepik: benzoix

Salah satu alasan drama pribadi lebih cepat menarik perhatian adalah karena koneksi emosional yang tercipta antara cerita dan pembaca. Ketika kamu mengikuti kisah seseorang yang jujur tentang perjuangan, kegagalan, atau perasaan mereka, otakmu merespons secara emosional, bukan sekadar mencatat fakta.

Cerita yang membangkitkan perasaan cenderung lebih mudah diingat dan lebih berdampak dibanding informasi kering tanpa emosi. Hal ini menunjukkan bahwa drama pribadi tidak hanya menghibur, tetapi juga membuat audiens benar-benar merasakan pengalaman tokoh dalam cerita. Dilansir dari WisePulse, narasi emosional memicu aktivitas otak yang berkaitan dengan empati dan memori, sehingga cerita yang menyentuh hati lebih melekat di benak pembaca.

2. Unsur Relatabilitas

Ilustrasi terkoneksi dengan video drama viral/Freepik: freepik

Drama pribadi juga menarik perhatian karena banyak cerita yang terasa dekat dan mudah dipahami oleh audiens. Saat pembaca merasa cerita tersebut “mirip” dengan pengalaman mereka sendiri, mereka otomatis merasa terhubung dan ingin mengikuti alur ceritanya lebih jauh.

Dilansir dari Artizone, cerita yang mencerminkan pengalaman atau perasaan umum pembaca menciptakan ikatan yang kuat antara tokoh dan audiens, sehingga mereka lebih terlibat secara emosional. Dengan adanya unsur relatabilitas, audiens bisa melihat refleksi diri mereka sendiri dalam cerita tokoh, sehingga drama pribadi terasa lebih hidup dan relevan dengan kehidupan sehari-hari.

3. Rasa Ingin Tahu yang Tinggi

Ilustrasi terkejut dengan video drama/freepik: freepik

Konten drama pribadi sering kali memicu rasa ingin tahu yang kuat karena biasanya mengandung ketidakpastian, konflik, atau kejutan dalam alurnya. Saat pembaca atau penonton melihat konflik atau pertanyaan yang belum terjawab, mereka secara alami ingin mengetahui kelanjutan ceritanya.

Fenomena ini membuat audiens terus mengikuti setiap perkembangan, seolah mereka “tertarik” untuk menuntaskan cerita itu sendiri. Dilansir dari Encyclopedia of Psychology, terdapat teori yang menjelaskan bahwa orang yang terbawa oleh cerita akan merasa seakan berada di dunia cerita tersebut, sehingga mereka lebih terlibat dan penasaran dengan setiap detailnya.

Ketegangan dan konflik dalam drama pribadi juga membuat pengalaman membaca atau menonton terasa lebih hidup dibandingkan konten prestasi yang statis dan netral. Rasa ingin tahu ini mendorong audiens untuk tetap fokus, berinteraksi, dan bahkan membagikan cerita tersebut kepada orang lain. Dengan cara ini, drama pribadi tidak hanya menarik perhatian, tetapi juga mempertahankan keterlibatan audiens lebih lama, sehingga konten semacam ini lebih mudah menjadi viral dan melekat di ingatan pembaca.

5. Pengalaman Baru: Merasakan Tanpa Mengalami Langsung

Ilustrasi fokus pada video drama/Freepik: freepik

Drama pribadi juga menarik karena memungkinkan audiens merasakan pengalaman dan emosi tokoh tanpa harus mengalaminya sendiri. Ketika membaca atau menonton kisah seseorang menghadapi konflik, kegagalan, atau keberhasilan, pembaca dapat belajar dari pengalaman itu dan merasakan perasaan tokoh seolah mereka sendiri yang mengalaminya.

Dilansir dari ScienceDirect, drama pribadi tidak hanya menghibur tetapi juga memberikan pembelajaran emosional yang berharga. Audiens bisa memahami konsekuensi dari tindakan tertentu, mempelajari strategi menghadapi masalah, atau merasakan kepuasan dan kebahagiaan tokoh tanpa risiko pribadi. Hal inilah yang membuat drama pribadi lebih memikat dibanding cerita prestasi yang seringkali hanya menampilkan hasil akhir tanpa proses atau emosi yang bisa dirasakan pembaca.

5. Prestasi Dianggap Terlalu Jauh dan Sempurna

Ilustrasi prestas/freepik: freepik

Cerita tentang prestasi sering kali kurang menarik perhatian karena terlihat terlalu sempurna dan jauh dari pengalaman sehari-hari. Ketika audiens melihat daftar pencapaian atau penghargaan seseorang tanpa tahu perjuangan di baliknya, mereka sulit merasakan keterhubungan atau empati.

Dilansir dari WisePulse, manusia secara alami lebih tertarik pada narasi yang menunjukkan proses, kesalahan, dan emosi, dibanding fakta atau hasil akhir yang tampak mulus dan ideal. Akibatnya, prestasi yang disajikan tanpa konteks perjuangan sering dianggap tidak relevan atau sulit dijadikan inspirasi praktis. 

Beauties, sekarang kamu sudah lebih paham kenapa drama pribadi sering kali lebih menarik perhatian daripada cerita tentang prestasi. Konten drama mampu menghubungkan emosi, membuat kita merasa terlibat, dan memberi pelajaran hidup dengan cara yang alami dan menyentuh. Tapi ingat, itu bukan berarti prestasi tidak penting, hanya saja cara kita menyampaikannya bisa dibuat lebih naratif agar lebih bermakna bagi pembaca.

Yuk, mulai dari sekarang, kamu bisa mencari dan membuat konten yang tidak hanya menarik perhatian, tapi juga memberi wawasan dan inspirasi positif untuk dirimu sendiri dan orang lain!

***

Mau jadi bagian dari Buzznesia Community di mana kamu bisa ikutan berbagai online dan offline event seru yang diadakan oleh Buzznesia/Beautynesia? Komunitas ini terbuka untuk umum, baik perempuan dan juga laki-laki, kami juga memiliki komunitas khusus untuk kamu yang masih berstatus mahasiswa/mahasiswi. Yuk, gabung ke Buzznesia Community. Caranya DAFTAR DI SINI!

(ria/ria)
Komentar
0 Komentar TULIS KOMENTAR
Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama memberikan komentar.

RELATED ARTICLE