1.040 Sertifikat Tanah di Taman Nasional Tesso Nilo Dibatalkan, Ada Harapan untuk Pulihkan Hutan!
Kabar baik bagi 150 ekor gajah penghuni Taman Nasional Tesso Nilo (TNTN)! Baru-baru ini Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) Nusron Wahid memastikan pembatalan ribuan sertifikat hak milik (SHM) masyarakat yang berada di TNTN. Hingga saat ini, jumlah pembatalan sertifikat tanah milik masyarakat telah mencapai 1.040 SHM dari 1.800 SHM yang ada di wilayah TNTN.
"Ya nggak ada pilihan lain. Ya memang harus dikembalikan menjadi fungsi hutan dan pemegang sertifikatnya harus kita batalkan," ujar Nusron dalam acara Rapat Koordinasi Pencegahan dan Penyelesaian Tindak Pidana Pertanahan di Jakarta, Rabu (3/12/2025), dikutip dari DetikProperti.
Tanah warga di kawasan TNTN telah lama menuai polemik, Beauties. Pada bulan November lalu, Nusron mengatakan masyarakat yang tinggal di kawasan konservasi tersebut tidak memiliki izin, sebaliknya Komisi XIII DPR RI sempat menyebutkan SHM warga TNTN dianggap legal dan sudah terbit sebelum kawasan tersebut ditetapkan sebagai hutan lindung.
Meski begitu, Nusron menilai sertifikat tanah yang terbit saat itu banyak kelalaian yang ia tidak sebutkan secara spesifik siapa yang bisa dipertanggungjawabkan. "Ya saya nggak mau nyebut kelalaian siapa tapi yang jelas ada yang salah," tuturnya.
Lahan Sawit di Kawasan Taman Nasional Tesso Nilo
Lahan sawit di Taman Nasional Tesso Nilo akan diallihfungsikan menjadi hutan. Relokasi warga juga dikerahkan/ Foto: Detiksumut/Dok Satgas PKH
Selain tanah warga, area Taman Nasional Tesso Nilo yang menjadi habitat gajah sumatera juga berkurang akibat dibukanya kebun sawit, Beauties. Tempat tinggal gajah pun semakin sempit, wilayah mereka untuk mencari makanan berkurang sehingga menyebabkan banyaknya kasus kematian gajah.
Terkait alih fungsi lahan dari kebun sawit menjadi hutan, Nusron mengatakan itu merupakan tugas dari Menteri Kehutanan (Menhut) Raja Juli Antoni. Ia menyetujui kawasan TNTN dikembalikan menjadi hutan lindung yang merupakan rumah bagi gajah sumatera yang kini hanya tersisa 150 ekor saja.
“Kebun sawit yang ada di dalam TNTN nanti akan dikembalikan menjadi fungsi hutan, tapi itu tugasnya Bapak Menteri Kehutanan karena memang ingin mengembalikan Tesso Nilo sebagai taman nasional, menjadikan hutan lindung lagi, sebagai rumah gajah," imbuhnya. Di sisi lain, Raja Juli Antoni berjanji akan mengembalikan 80 ribu hektare lahan menjadi kawasan ideal untuk gajah Sumatera dan juga satwa serta flora endemik Tesso Nilo. “Ya, saat ini luas lahan TN Tesso Nilo berkurang secara ekstrem. Dari luas 83 hektare pada 2009 menjadi hanya tinggal kurang dari 15% atau sekitar 12.561 hektar saat ini,” ujarnya. Pemulihan hutan di kawasan TNTN juga sesuai dengan instruksi presiden untuk mengembalikan Tesso Nilo sebagai habitat gajah sumatera serta desakan publik melalui tagar #SaveTessoNilo.
Melansir dari DetikTravel, langkah-langkah yang diambilnya untuk memulihkan TNTN dimulai dari fokus merestorasi 31 ribu hektare yang kemudian dijanjikan berkembang menjadi 80 hektare. Saat ini proses restorasi sudah dimulai di area seluas 511 hektare. Selain itu, Menhut juga menerangkan relokasi warga secara persuasif dilakukan. Bulan ini, diperkirakan 394 kepala keluarga akan direlokasi ke wilayah yang sudah disiapkan.
***
Ingin jadi salah satu pembaca yang bisa ikutan beragam event seru di Beautynesia? Yuk gabung ke komunitas pembaca Beautynesia B-Nation. Caranya DAFTAR DI SINI!