3 Alasan Mengapa Mantan Memutuskan Menghubungi Kamu Lagi

Dewi Maharani Astutik | Beautynesia
Rabu, 04 Mar 2026 19:30 WIB
Bosan
Mantan menghubungi kembali sering kali dipicu oleh rasa bosan setelah euforia pasca putus mereda/Foto: Freepik

Fenomena mantan kembali menghubungi sering kali menimbulkan rasa penasaran sekaligus emosi yang campur aduk dan membuat bertanya-tanya apa yang sebenarnya mereka inginkan. Memahami motivasi di balik kontak tersebut penting agar kamu tidak salah paham atau mengambil keputusan hanya berdasarkan perasaan sesaat.

Artikel yang dilansir dari Boyfriend Recovery ini akan mengulas tiga alasan mantan menelepon atau mengirim pesan kembali sehingga kamu bisa melihat situasinya dengan lebih jelas dan bijak. Simak penjelasan lengkapnya agar langkahmu selanjutnya bisa lebih tenang dan terkontrol!

Merasa Bersalah atas Hal-Hal yang Terjadi di antara Kalian

Mantan menghubungi kembali bisa menjadi tanda adanya rasa bersalah yang belum selesai. Situasi ini kerap muncul ketika hubungan berakhir secara mendadak atau disertai tindakan yang menyakitkan.
Mantan menghubungi kembali sering terjadi karena ia merasa bersalah atas hal-hal yang terjadi di antara kalian./Foto: Freepik

Mantan pacarmu bisa saja mengirim pesan karena dia merasa bersalah atas berakhirnya hubungan. Biasanya ini terjadi saat kamu dan mantan pacarmu sama sekali tidak saling menghubungi setelah putus, terutama jika dia bersalah karena selingkuh, menghilang tanpa penjelasan, atau melakukan hal besar yang merugikanmu, seperti membatalkan rencana pernikahan.

Saat pertama kali menerima pesan ini, kamu mungkin bertanya-tanya mengapa mantanmu terus mengirim pesan padamu, padahal dia yang memutuskan hubungan, tetapi tetap berkomunikasi seolah semuanya normal. Padahal, kamu tahu keadaan jauh dari normal. Namun, wajar jika kamu penasaran apa maksud dari pesan itu.

Pesan karena rasa bersalah umumnya tidak dikirim dalam kondisi hubungan normal, tetapi jika ada situasi putus hubungan, maka ketahuilah bahwa pesan seperti ini sering dikirim mantan sebagai cara untuk menenangkan hati nuraninya. Ini membuatnya merasa lebih lega dan mengurangi rasa bersalahnya. Dengan mengirim pesan, dia mencoba melepaskan perasaan bahwa dia melakukan kesalahan, menyakitimu, dan mungkin merusak kesempatan untuk mendapatkanmu kembali.

Kesepian

Mantan menghubungi kembali sering kali dipicu oleh rasa kesepian yang muncul setelah komunikasi terputus/Foto: Freepik

Kesepian dapat membuat seseorang merasa terpuruk sehingga mereka mencari orang lain untuk merasa lebih baik. Hal ini paling umum terjadi selama periode tidak saling menghubungi, terutama sekitar minggu ketiga atau keempat.

Hal ini terjadi karena seseorang terbiasa berkomunikasi setiap hari. Ketika komunikasi itu berhenti secara tiba-tiba, rasa kesepian muncul. Pesan-pesan kecil seperti ucapan “Selamat pagi” atau menanyakan kabar hariannya sering dirindukan, terutama jika hubungan berlangsung cukup lama.

Jika sudah ada pasangan baru, kemungkinan pesan semacam ini jarang terjadi, karena rasa kesepian lebih mungkin diarahkan ke pasangan baru. Namun, dalam hubungan rebound, pesan yang dikirim bisa menjadi tanda bahwa kehadiran orang baru hanya berfungsi sebagai pengalih perhatian dari kesedihan yang dirasakan.

Masa pasca putus memang bisa rumit dengan berbagai emosi yang menyebabkan perilaku tidak menentu. Perilaku hot and cold sering terlihat karena seseorang sedang bingung dan mencoba menentukan apa yang sebenarnya dia inginkan dalam hubungan.

Bosan

Mantan menghubungi kembali sering kali dipicu oleh rasa bosan setelah euforia pasca putus mereda/Foto: Freepik

Banyak pria langsung merasa bebas dan memasuki “mode pesta” setelah putus. Namun, setelah beberapa kali bersenang-senang, menghabiskan uang, dan menyadari teman-temannya sudah berpasangan, dia akan kembali ke kehidupan lamanya sebelum bertemu denganmu.

Kehidupan lamanya itu biasanya meliputi menonton TV, bermain komputer, makan makanan siap saji, dan bekerja. Setelah melewati rutinitas itu, dia mulai menyadari sesuatu, yaitu bahwa kamu tidak ada lagi. Kehidupan terasa kurang menyenangkan tanpa kehadiranmu, dan perasaan kehilangan ini muncul dari alam bawah sadarnya.

Setelah beberapa waktu, rutinitas yang dulu melibatkanmu kini jelas tanpa kehadiranmu, dan kesadaran itu muncul ke permukaan. Dia mulai merasa bosan dan sedikit kosong karena kamu tidak ada di hidupnya. Rasa bosan ini bisa melemahkan marah atau dendam yang sebelumnya mencegahnya menghubungimu.

Saat itu terjadi, dia teringat betapa menyenangkannya hidup ketika kamu ada, dan akhirnya memutuskan untuk menghubungi. Menerima pesan seperti ini mungkin membuatmu senang, tetapi penting untuk berhenti sejenak sebelum membalas. Perhatikan nada beberapa pesan berikutnya untuk memastikan apakah dia masih tampak sama bosannya.

Lalu tanyakan pada dirimu sendiri, jika kamu hanya dianggap sebagai orang yang hanya membuatnya sedikit terhibur, apakah kamu benar-benar ingin menanggapi? Kemungkinan besar, jawabannya adalah tidak.

***

Mau jadi bagian dari Buzznesia Community di mana kamu bisa ikutan berbagai online dan offline event seru yang diadakan oleh Buzznesia/Beautynesia? Komunitas ini terbuka untuk umum, baik perempuan dan juga laki-laki, kami juga memiliki komunitas khusus untuk kamu yang masih berstatus mahasiwa/mahasiswi. Yuk, gabung ke Buzznesia Community. Caranya DAFTAR DI SINI!

(naq/naq)
Komentar
0 Komentar TULIS KOMENTAR
Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama memberikan komentar.