3 Hal yang Perlu Kamu Tanyakan ke Diri Sendiri Lebih Dulu Sebelum Kirim Email atau Bicara di Kantor

Dwi Lindah Permatasari | Beautynesia
Jumat, 21 Aug 2026 07:00 WIB
3 Hal yang Perlu Kamu Tanyakan ke Diri Sendiri Lebih Dulu Sebelum Kirim Email atau Bicara di Kantor
3 Hal yang Perlu Kamu Tanyakan ke Diri Sendiri Lebih Dulu Sebelum Kirim Email atau Bicara di Kantor/Foto: magnific/KamranAydinov

Beauties, pernah menekan tombol “send” pada email, lalu beberapa detik kemudian langsung menyesal? Atau tiba-tiba menyetujui pekerjaan tambahan dalam meeting, padahal sebenarnya ingin menolaknya?

Menurut leadership coach, Aiko Bethea, dikutip dari CNBC, hal-hal seperti ini bisa terjadi ketika kita terlalu terbiasa merespons sesuatu secara otomatis. Di tengah kesibukan kerja, kamu bisa saja langsung membalas pesan, menyampaikan pendapat, atau menyetujui permintaan tanpa memberi waktu pada diri sendiri untuk berpikir.

Nah, sebelum melakukannya, ada tiga hal yang bisa kamu jadikan acuan agar lebih sadar saat ingin membalas email atau berbicara di meeting. Yuk, pelajari di bawah ini!

Jangan Asal Bilang “Iya”, Ingat Apa yang Kamu Hargai

apa yang kamu hargai bisa memengaruhi cara mengambil keputusan di tempat kerja. Kenali nilaimu sebelum mengatakan “iya” atau “tidak”
Jangan Asal Setuju/Foto: magnific

Sebelum mengatakan sesuatu atau mengambil keputusan, coba pikirkan hal-hal yang penting bagi diri sendiri. Misalnya, kamu menganggap pekerjaan yang bermakna sebagai salah satu prioritas dalam karier. Namun, kamu sering menerima proyek yang kurang sesuai dengan minat.

Ketika atasan kembali menawarkan pekerjaan baru, kamu mungkin refleks menjawab, “Iya, saya kerjakan,” apalagi jika selama ini dikenal jarang menolak. Padahal, belum tentu itu keputusan yang benar-benar kamu inginkan.

Dengan bertanya “Apa yang sebenarnya saya hargai?” kamu punya waktu untuk mempertimbangkan pilihan lain, seperti mendiskusikan pembagian tugas atau mencari bentuk pekerjaan yang lebih sesuai dengan tujuanmu.

Cara ini akan membuat keputusan yang diambil tetap sejalan dengan prinsip dan kebutuhan pribadi. Memang ada situasi ketika kamu tidak bisa menolak pekerjaan, tetapi kamu tetap bisa memberikan respons dengan lebih sadar daripada langsung mengatakan “iya” lalu merasa keberatan.

Pertimbangkan Dampak dari Setiap Perkataanmu

Pertimbangkan Dampak dari Setiap Perkataanmu/Foto: magnific/KamranAydinov

Setiap perkataan punya dampak, baik saat berbicara langsung maupun mengirim email atau pesan. Karena itu, pikirkan juga bagaimana ucapanmu kemungkinan akan diterima orang lain.

Sebagai contoh, kamu sedang kesal dengan pekerjaan rekan satu tim dan menyampaikan kritik dengan nada tegas. Setelah percakapan selesai, kamu baru menyadari bahwa nada bicaramu terdengar lebih marah dari yang dimaksud.

Untuk menghindarinya, pikirkan hasil yang ingin dicapai sebelum berbicara. Tanyakan pada diri sendiri, “Saya ingin percakapan ini berakhir seperti apa?”

Setelah itu, sesuaikan pilihan kata, nada bicara, dan cara menyampaikan pesan. Jika tujuannya membuat rekan kerja memahami masalah, misalnya, menyampaikan kekesalan dengan nada tinggi justru bisa membuat mereka defensif.

Pahami Peranmu dalam Setiap Situasi

Pahami Peranmu dalam Setiap Situasi/Foto: magnific

Memahami peran diri sendiri penting untuk membangun komunikasi yang lebih terbuka dengan orang lain dan peran ini bisa berbeda tergantung situasi. Kamu mungkin perlu meminta maaf atas kesalahan atau mendengarkan kritik tanpa langsung membela diri.

Contohnya, ketika kamu menyampaikan data yang ternyata keliru dalam meeting, tanggung jawabmu adalah mengakui kesalahan sekaligus memikirkan langkah untuk memperbaikinya.

Karena itu, pertanyaan “Apa peran saya dalam situasi ini?” bisa membantu melihat masalah secara lebih utuh. Kamu jadi lebih siap mengakui kesalahan, menerima sudut pandang orang lain, dan memperbaiki hubungan jika diperlukan.

Jadi, Beauties, saat akan mengirim email yang cukup sensitif, menghadapi meeting dengan atasan, atau merespons permintaan dari rekan kerja, coba tanyakan tiga hal ini:

  • Apa yang sebenarnya saya hargai?
  • Dampak seperti apa yang ingin saya ciptakan?
  • Apa peran saya dalam situasi ini?

Dengan menerapkan kebiasaan ini, kamu bisa lebih sadar dalam memilih kata dan mengambil keputusan. Seiring waktu, proses berpikir ini juga bisa membantu menghadapi situasi sulit dengan lebih tenang dan terarah.

***

Mau jadi bagian dari Buzznesia Community di mana kamu bisa ikutan berbagai online dan offline event seru yang diadakan oleh Buzznesia/Beautynesia? Komunitas ini terbuka untuk umum, baik perempuan dan juga laki-laki, kami juga memiliki komunitas khusus untuk kamu yang masih berstatus mahasiswa/mahasiswi. Yuk, gabung ke Buzznesia Community. Caranya DAFTAR DI SINI!

(naq/naq)
Komentar
0 Komentar TULIS KOMENTAR
Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama memberikan komentar.

RELATED ARTICLE