3 Kalimat Toxic Ini Pantang Diucapkan oleh Orang dengan Kecerdasan Emosional Tinggi! Apa Saja?
Beauties, sering kali dalam sebuah percakapan, tanpa disadari kita mungkin mengeluarkan kalimat-kalimat yang dapat merendahkan lawan bicara. Tak jarang, efek psikologis yang ditimbulkan dari percakapan toxic tersebut justru menambah permasalahan mereka.
Namun, orang dengan kecerdasan emosional tinggi sangat berhati-hati dalam interaksi mereka bersama orang lain. Cara yang mereka lakukan adalah dengan memilih kalimat yang tidak toxic.
Berikut adalah kalimat toxic yang pantang diucapkan orang dengan kecerdasan emosional tinggi kepada orang lain. Ada yang pernah kamu ucapkan?
Kalimat Toxic yang Pantang Diucapkan oleh Orang dengan Kecerdasan Emosional Tinggi
1. “Tidak Sulit….”
Dilansir dari laman inc.com, kalimat ini diucapkan pada seseorang yang ingin menjatuhkan orang lain atau memberi saran secara paksa atas masalah yang dihadapi.
Contohnya, “Kamu ingin menurunkan berat badan? Tidak sulit, kurangi porsi makanmu dan lebih banyak berolahraga."
Alih-alih memberikan solusi, kamu justru mempersulit kehidupan mereka. Kalimat ini tidak menunjukkan bahwa kamu tulus memberikan sebuah saran.
2. “Maaf, ….”
![]() Maaf/ Foto: unsplash.com/ champja |
Banyak orang yang lebih memilih kata maaf dibanding meminta maaf. Kata maaf termasuk kata sifat sedangkan meminta maaf termasuk kata kerja yang menghasilkan tindakan. Artinya, orang yang mengatakan maaf tidak benar-benar tulus ketika menyebutkannya. Orang dengan kecerdasan emosional yang tinggi akan tahu untuk mengatakan apakah mereka meminta maaf atau tidak.
3 Kalimat Toxic Ini Pantang Diucapkan oleh Orang dengan Kecerdasan Emosional Tinggi! Apa Saja?
3 Kalimat Toxic Ini Pantang Diucapkan oleh Orang dengan Kecerdasan Emosional Tinggi! Apa Saja?/Foto: Freepik/ Shurkin_son
3. “Itu Mengingatkan Saya….”
![]() Itu mengingatkan saya/ Foto: unsplash.com/ Christina |
Kalimat selanjutnya yang tidak akan disebutkan orang yang punya kecerdasan emosional tinggi adalah ‘itu mengingatkan saya ketika …’.
Sering kali seseorang menyebutkan kalimat ini sebagai pengalihan suatu obrolan yang sama sekali tidak relevan dengan cerita lawan bicaranya.
Adapun beberapa kalimat toxic lainnya berupa:
“Aku kesulitan di tempat kerja. Di kantor ada anak baru yang tidak kompeten dan aku bingung bagaimana menghadapinya. Ternyata ayahnya duduk di posisi manajemen perusahaan.”
“Itu mengingatkanku pada masalah yang ku hadapi dan akhirnya aku dipromosikan…”
Kalimat ini menunjukkan bahwa kamu tidak memiliki wawasan, nasehat bahkan empati atas cerita yang dibagikan. Orang cerdas tidak akan memilih kata ini dalam percakapan mereka.
Adakah dari kalimat di atas pernah kamu ucapkan, Beauties?
***
Ingin jadi salah satu pembaca yang bisa ikutan beragam event seru di Beautynesia? Yuk, gabung ke komunitas pembaca Beautynesia, B-Nation. Caranya DAFTAR DI SINI!

