3 Kesalahan yang Bisa Dilakukan Perempuan Cerdas di Dunia Kerja

Dewi Maharani Astutik | Beautynesia
Jumat, 27 Feb 2026 13:15 WIB
Hanya Mengandalkan Daya Tarik
Hanya Mengandalkan Daya Tarik/Foto: Freepik/jcomp

Di dunia kerja yang serba cepat dan penuh tekanan, tampil sempurna dalam segala hal adalah salah satu tantangan perempuan karier. Tak jarang, meskipun sudah memiliki kecerdasan, pengalaman, dan keahlian pun, masih ada beberapa kesalahan perempuan di dunia kerja yang tanpa sadar dilakukan.

Kesalahan ini bukan soal kemampuan yang kurang, melainkan kebiasaan kecil yang bisa menghambat potensi besar yang sebenarnya dimiliki. Menyadari dan memperbaikinya sejak dini bisa membuat perjalanan karier jauh lebih lancar. Jadi, apa saja, sih, kesalahan yang masih sering dilakukan bahkan oleh perempuan cerdas di tempat kerja? Dirangkum dari Women For Hire, yuk, simak ulasannya!

Tidak Mencari Mentor

Ada kesalahan perempuan di dunia kerja yang sering tak disadari, yaitu menganggap mentor hanya sebagai teman, bukan pembimbing profesional. Padahal, dukungan mentor bisa menjadi fondasi kesuksesan karier. Kehadirannya mampu membantu perempuan menavigasi tantangan dunia kerja dengan bijak.
Kesalahan perempuan di dunia kerja kerap muncul dalam cara mereka memandang relasi profesional/Foto: Unsplash/Vitaly Gariev

Banyak perempuan cerdas di tempat kerja jarang menjadikan mentor sebagai sumber bimbingan dalam hal kepemimpinan dan manajemen. Alih-alih mencari arahan karier, mereka lebih sering memandang mentor sebagai teman atau penyokong emosional.

Padahal, peran mentor sejatinya sangat penting. Memiliki mentor bukan sekadar soal menjaga hubungan baik, melainkan juga strategi cerdas untuk menapaki jenjang karier lebih tinggi dan meraih prestasi yang signifikan.

Gagal Menyampaikan Hal yang Diinginkan

Kesalahan perempuan di dunia kerja kadang sesederhana tidak menyampaikan apa yang sebenarnya diinginkan/Foto: Unsplash/Vitaly Gariev

Banyak perempuan tanpa sadar kehilangan kesempatan penting hanya karena enggan menyuarakan apa yang sebenarnya mereka inginkan. Ada yang merasa takut dianggap terlalu ambisius, ada pula yang khawatir dicap mencari perhatian jika berani mengajukan diri.

Bagi mereka, diam dianggap cara aman, padahal justru itu yang menutup pintu kesempatan untuk memilih atau bernegosiasi. Akibatnya, peluang yang semestinya bisa diraih dengan percaya diri malah diambil orang lain.

Misalnya, ketika muncul sebuah proyek khusus yang menarik, perempuan sering menunggu untuk “dilihat” atau “dipilih” alih-alih menyatakan minatnya sejak awal. Pada akhirnya, hal ini membuat orang lain yang lebih berani justru terpilih.

Hanya Mengandalkan Daya Tarik

Produktivitas kantor tidak hanya soal bekerja keras, tapi bagaimana setiap jam dimanfaatkan secara efektif. Kebiasaan kecil yang sering luput dari perhatian bisa jadi penyebab kinerja menurun. Menyadari pola ini membantu menciptakan lingkungan kerja yang lebih sehat dan efisien.

Hanya Mengandalkan Daya Tarik/Foto: Freepik/jcomp

Meta desc: Banyak yang tidak sadar bahwa menonjolkan daya tarik feminin secara berlebihan dapat menjadi kesalahan perempuan di dunia kerja. Hal ini bisa menimbulkan persepsi negatif di lingkungan profesional. Penampilan seharusnya mendukung kredibilitas, bukan menggesernya.

Menggunakan daya tarik personal secara berlebihan sering kali menjadi bumerang di lingkungan kerja. Tentu saja, tampil modis, rapi, dan tetap bergaya adalah hal yang positif. Konteks 'berlebihan' di sini bukan berarti melarang ekspresi diri, melainkan tentang menjaga agar perhatian rekan kerja tetap tertuju pada ide dan kinerjamu.

Ketika penampilan menjadi terlalu mencolok hingga mendominasi citra diri, hal ini berisiko mengaburkan kompetensi profesionalmu. Di dunia kerja, kita tentu ingin agar orang lain mengingat hasil presentasi atau solusi yang kita berikan, bukan sekadar gaya kita.

***

Mau jadi bagian dari Buzznesia Community di mana kamu bisa ikutan berbagai online dan offline event seru yang diadakan oleh Buzznesia/Beautynesia? Komunitas ini terbuka untuk umum, baik perempuan dan juga laki-laki, kami juga memiliki komunitas khusus untuk kamu yang masih berstatus mahasiwa/mahasiswi. Yuk, gabung ke Buzznesia Community. Caranya DAFTAR DI SINI!

(naq/naq)
Komentar
0 Komentar TULIS KOMENTAR
Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama memberikan komentar.

RELATED ARTICLE