3 Sisi Gelap Hyper-Independence, Salah Satunya Sering Menolak Bantuan

Adinda Dhini Firlianti | Beautynesia
Rabu, 26 Aug 2026 21:00 WIB
1. Meruntuhkan Support System Secara Perlahan
Meruntuhkan Support System Secara Perlahan/Foto:Pinterest/Young M

"I can buy myself flower, write my name in the sand..."

Beauties, apakah kamu familiar dengan lirik lagu di atas? Potongan lirik lagu Miley Cyrus tersebut menjadi 'anthem' bagi  perempuan mandiri.  Di era modern ini, menjadi perempuan yang independen, karier mapan, dan bisa menyelesaikan segala hal sendirian adalah sesuatu yang membanggakan.

Namun, kita perlu tahu batasan antara mandiri yang sehat dan mandiri yang ekstrem yang terlihat tipis. Ketika kamu merasa tabu untuk meminta bantuan, menolak ditemani, dan memendam semua sendirian, bisa jadi kamu terjebak dalam fenomena hyper-independence.

Meskipun terlihat keren, sifat hyper-independence ternyata bisa berbahaya, lho bagi social health (kesehatan sosial). Berikut sisi gelap dari hyper-independence dalam kehidupan sehari-hari.

1. Meruntuhkan Support System Secara Perlahan

Meruntuhkan Support System Secara Perlahan/Foto:Pinterest/Young M

Melansir dari VeryWell Mind, seseorang yang hyper-independence cenderung menghindari meminta bantuan dan dukungan dari orang lain. Padahal hubungan sosial dibangun atas dasar saling membutuhkan.

Ketika kamu selalu menolak bantuan dengan berkata "aku bisa sendiri kok", orang-orang di sekitarmu baik itu keluarga, pasangan atau sahabat merasa tidak dibutuhkan. Perlahan mereka akan menarik diri dan kamu bisa kehilangan pendukung (support system) saat berada di titik terendah nanti.

2. Terjebak dalam Social Burnout

Terjebak dalam Social Burnout/Foto: Magnific/tirachardz

Beauties, menanggung segala beban sendirian, mulai dari urusan pekerjaan, finansial, hingga emosional sendirian sangat menguras energi. Melansir Simply Psychology, burnout sering terjadi pada seseorang yang terlalu mandiri.

Karena energi mentalmu habis untuk bertahan hidup sendirian, kamu akan kehilangan energi untuk berkumpul dan bersosialisasi. Akibatnya, kamu menarik diri dari lingkaran pertemanan dan berakhir kesepian. Jadi, hati-hati ya, Beauties!

3. Kesulitan Membangun Hubungan yang Romantis

Kesulitan Membangun Hubungan yang Romantis/Foto: Pinterest/Parentalk

Dalam hubungan asmara, hyper-independence bisa menjadi dinding penghalang yang besar. Kamu mungkin merasa sulit mempercayai pasangan sehingga sulit mencapai keintiman emosional yang tulus.

Menjadi perempuan mandiri itu hebat, Beauties. Namun, ingatlah bahwa manusia adalah makhluk sosial yang dirancang untuk hidup saling berdampingan dan saling mendukung.

Apakah sifat hyper-independence ini diam-diam sedang terjadi pada dirimu saat ini, Beauties?

---

Mau jadi bagian dari Buzznesia Community di mana kamu bisa ikutan berbagai online dan offline event seru yang diadakan oleh Buzznesia/Beautynesia? Komunitas ini terbuka untuk umum, baik perempuan dan juga laki-laki, kami juga memiliki komunitas khusus untuk kamu yang masih berstatus mahasiswa/mahasiswi. Yuk, gabung ke Buzznesia Community. Caranya DAFTAR DI SINI! 

(sim/sim)
Komentar
0 Komentar TULIS KOMENTAR
Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama memberikan komentar.