3 Topik Percakapan yang Selalu Dihindari oleh Orang Cerdas

Nadya Quamila | Beautynesia
Selasa, 13 Jan 2026 21:30 WIB
Obrolan Ringan Tak Berbobot dan Tanpa Arah
Topik Percakapan yang Selalu Dihindari oleh Orang Cerdas/Foto: Pexels

Orang cerdas memiliki perilaku yang terkadang cukup berbeda dengan orang kebanyakan. Mereka cukup selektif dengan bagaimana mereka menghabiskan waktunya agar tetap bermanfaat. Hal ini berlaku pula dengan topik percakapan yang mereka pilih untuk ikuti.

Orang cerdas adalah tipe yang suka menganalisis dan punya ketelitian tinggi. Pengamatan mereka sangat tajam terhadap apa yang sedang terjadi. Inilah mengapa mereka sering menghindari percakapan umum jika dirasa tidak ada manfaatnya.

Mungkin sikap ini terlihat kasar, tapi tujuan utama orang cerdas sebenarnya sederhana: menjaga situasi tetap damai dan menjauhkan diri dari "drama" yang bisa menguras energi mereka.

Dirangkum dari Your Tango, berikut ini beberapa topik percakapan yang selalu dihindari orang cerdas agar tak buang-buang waktu.

Mengeluh tentang Masalah Tanpa Ada Niat Mencari Solusi

Topik percakapan yang dihindari orang cerdas pertama adalah mengeluh soal masalah tapi tidak berniat mencari solusi. Mengeluh adalah hal manusiawi, tapi kalau dilakukan berulang kali dan cenderung bersifat destruktif, ini tidak hanya merugikan diri sendiri, tapi juga orang lain yang mendengarkan.

Topik Percakapan yang Selalu Dihindari oleh Orang Cerdas/Foto: Freepik/Dmytro Sheremeta

Topik percakapan yang dihindari orang cerdas pertama adalah mengeluh soal masalah tapi tidak berniat mencari solusi. Mengeluh adalah hal manusiawi, tapi kalau dilakukan berulang kali dan cenderung bersifat destruktif, ini tidak hanya merugikan diri sendiri, tapi juga orang lain yang mendengarkan.

Berbeda halnya dengan orang cerdas. Mereka selalu menghindari mengeluh tanpa niat untuk menyelesaikan masalah. Mengeluh mungkin membuat hati merasa lega, tapi tidak jika diikuti dengan solusi atau mencari langkah selanjutnya, maka hal ini akan menjadi bentuk buang-buang energi. Inilah yang dihindari oleh orang cerdas.

Menurut psikoterapis Nancy Colier, LCSW, Rev., keinginan kita untuk berkeluh kesah bertujuan untuk merasa lebih baik setelahnya. Tapi, jika terus-menerus mengeluh tanpa adanya solusi nyata, ini bisa membuat kita lebih menderita daripada yang sebenarnya terjaadi.

Orang dengan kecerdasan tinggi lebih memilih untuk melampiaskan emosi dengan cara yang lebih sehat daripada mengeluh kepada seseorang yang mungkin tidak peduli.

Argumen Berbasis Emosi

Orang cerdas paham bahwa argumen yang berbasis emosi hanya akan membuat suasana semakin kacau. Oleh karena itu, mereka akan mengambil jeda, menenangkan hati dan pikiran, sebelum akhirnya bisa kembali berdiskusi tanpa dikuasai emosi.

Topik Percakapan yang Selalu Dihindari oleh Orang Cerdas/Foto: Pexels/Sam Lion

Banyak anggapan beredar bahwa orang cerdas layaknya robot tanpa perasaan. Hal ini tidak benar, Beauties. Kenyataannya, orang cerdas juga memiliki kecerdasan emosional yang baik. Mereka mampu berempati secara mendalam sambil tetap tenang.

Orang cerdas paham bahwa argumen yang berbasis emosi hanya akan membuat suasana semakin kacau. Oleh karena itu, mereka akan mengambil jeda, menenangkan hati dan pikiran, sebelum akhirnya bisa kembali berdiskusi tanpa dikuasai emosi. Mereka memahami bahwa sebagian besar percakapan tidak dapat dilakukan sampai kedua belah pihak dapat tetap tenang.

Menurut psikolog berlisensi Guy Winch, Ph.D., lawan bicara yang sedang emosional atau kewalahan tidak akan mampu menyerap apa yang kita katakan, tidak peduli seberapa benar atau logis argumen yang kita berikan. Jadi, daripada membuang waktu, orang cerdas menunggu sampai semua orang berada dalam kondisi pikiran yang lebih baik untuk melakukan diskusi serius tersebut.

Obrolan Ringan Tak Berbobot dan Tanpa Arah

Orang cerdas hanya terlibat dalam obrolan yang lebih mendalam atau obrolan yang memiliki tujuan. Percakapan bermakna membantu meningkatkan suasana hati.

Topik Percakapan yang Selalu Dihindari oleh Orang Cerdas/Foto: Pexels

Orang cerdas menghindari obrolan ringan yang tidak bermakna dan tanpa tujuan. Hal ini mungkin terkesan sombong atau dingin, tapi mereka tidak berniat kasar atau tidak sopan dengan perilaku ini, Beauties.

Pola pikirnya adalah, waktu dalam satu hari terbatas. Kita sudah disibukkan dengan pekerjaan dan kehidupan pribadi. Hal terakhir yang diinginkan oleh orang cerdas adalah terjebak di percakapan yang tidak berbobot.

Inilah mengapa mereka mengalihkan percakapan dan hanya terlibat dalam obrolan yang lebih mendalam atau obrolan yang memiliki tujuan. Meskipun orang mungkin mengkritik mereka, tidak dapat disangkal bahwa percakapan yang lebih mendalam memiliki manfaatnya. Menurut psikiater Carrie Barron, ketika orang-orang melakukan percakapan yang bermakna satu sama lain, hal itu cenderung meningkatkan suasana hati.

***

Ingin jadi salah satu pembaca yang bisa ikutan beragam event seru di Beautynesia? Yuk, gabung ke komunitas pembaca Beautynesia, B-Nation. Caranya DAFTAR DI SINI!

(naq/naq)
Komentar
0 Komentar TULIS KOMENTAR
Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama memberikan komentar.

RELATED ARTICLE