4 Cara Menerima Ketidaksempurnaan Lewat Filosofi Wabi-Sabi Asal Jepang

Pratitis Nur Kanariyati | Beautynesia
Kamis, 17 Sep 2026 15:15 WIB
4. Stop Menuntut Segalanya Harus Sempurna
Cara menerapkan filosofi wabi-sabi/Foto: Magnific.com/Wayhomestudio

Capek nggak sih, kalau kita terus-menerus merasa insecure dan tidak pernah ‘cukup’ untuk diri sendiri maupun orang lain? Pasti capek.

Hidup itu bukan lomba untuk mengejar kesempurnaan, melainkan bagaimana kita bisa menghargai setiap hal dalam ketidaksempurnaan. Hal itulah yang diajarkan dalam filosofi wabi-sabi.

Menurut Beth Keempton, penulis buku Wabi Sabi: Japanese Wisdom for a Perfectly Imperfect Life, konsep wabi-sabi menumbuhkan sikap penerimaan dalam situasi sulit, dengan mengingatkan bahwa hidup itu dinamis.

Saat sadar bahwa tidak ada hal yang pasti, kita bisa melewatkan drama hidup dan langsung beralih pada sikap penerimaan.

Dalam kehidupan sehari-hari, bagaimana cara menerapkan filosofi wabi-sabi? Merujuk pakar yang dilansir dari Real Simple, berikut penjelasannya.

1. Hidup Berdampingan dengan Kritik Diri

Cara menerapkan filosofi wabi-sabi/Foto: Magnfiic.com/Magnific

Konsep ini sama halnya belajar menerima kehadiran suara-suara kritis dalam pikiran kita, tanpa membiarkannya mengendalikan hidup.

“Biarkan kritik diri itu hadir. Tidak perlu menghindar, mengalihkan perhatian, menyingkirkannya, terpaku padanya, ataupun menuruti dorongannya,” ujar psikolog klinis Angela Chen, MPH., Ph.D.

Alih-alih larut di dalamnya, hidup berdampingan bersama ‘suara kritis’ dapat melatih diri untuk memahami bahwa kritik hanyalah sebuah pikiran, bukan fakta yang mutlak tentang diri.

Seiring waktu, konsep ini memperkuat welas asih terhadap diri sendiri, sehingga membantu meningkatkan rasa aman dan percaya diri.

2. Mengamati Ketidaksempurnaan tanpa Menghakimi

Cara menerapkan filosofi wabi-sabi/Foto: Magnific.com/Magnific

Saat melihat sesuatu yang tidak sesuai ekspektasi, stop untuk menghakiminya. Misalkan, adanya kerutan di wajah, kata-kata yang salah eja, maupun tulisan tangan yang tidak rapi.

Mengamati ketidaksempurnaan tanpa menghakimi mengajarkan untuk membiarkan segala sesuatu apa adanya, alih-alih memaksanya menjadi seperti yang seharusnya atau yang mungkin bisa terjadi.

Selain itu, juga membantu membangun keterampilan mindfulness, khususnya kesadaran akan momen saat ini tanpa pikiran kritis ataupun penghakiman.

3. Mengubah Cara Pandang terhadap Kekurangan dan Kesalahan

Cara menerapkan filosofi Wabi sabi/Foto: Magnfiic.com/Magnific

Filosofi wabi-sabi mengajarkan bahwa kita perlu memberi ruang pada diri sendiri untuk tidak selalu menjadi yang sempurna. Berhenti memedulikan standar dan harapan orang lain yang sering kali tidak realistis.

Kekurangan dan kesalahan bukanlah aib, melainkan pengalaman berharga untuk belajar, mengevaluasi diri, dan tumbuh menjadi pribadi yang lebih baik, tangguh, serta mindfulness. Tanpa mereka berdua, kita tidak akan pernah tahu apa yang perlu diperbaiki dalam hidup.

4. Stop Menuntut Segalanya Harus Sempurna

Cara menerapkan filosofi wabi-sabi/Foto: Magnific.com/Wayhomestudio

“Lepaskan keinginan untuk menghasilkan sesuatu yang sempurna,” ujar terapis Chloe Bean, LMFT. Terima konsep ‘cukup baik’, lepaskan standar mustahil bahwa semua hal harus 100% tanpa cela.

Tuntutan untuk selalu produktif, sukses tanpa cela, dan mengikuti ritme dunia yang serba cepat justru menjauhkan diri dari makna bahagia yang sebenarnya.

Kebahagiaan tidak selalu didapat dari kesempurnaan. Di balik ketidaksempurnaan dan kesederhanaan banyak bentuk bahagia yang tidak ternilai. Semua tergantung pada bagaimana kita melihat ketidaksempurnaan itu.

Itulah cara menerapkan filosofi wabi-sabi dalam kehidupan sehari-hari. Ingat, tidak ada kesempurnaan mutlak dalam diri siapa pun. Berhenti memandang ketidaksempurnaan semata-mata sebagai kekurangan.

***

Mau jadi bagian dari Buzznesia Community di mana kamu bisa ikutan berbagai online dan offline event seru yang diadakan oleh Buzznesia/Beautynesia? Komunitas ini terbuka untuk umum, baik perempuan dan juga laki-laki, kami juga memiliki komunitas khusus untuk kamu yang masih berstatus mahasiswa/mahasiswi. Yuk, gabung ke Buzznesi a Community. Caranya DAFTAR DI SINI!

(ria/ria)
Komentar
0 Komentar TULIS KOMENTAR
Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama memberikan komentar.

RELATED ARTICLE