4 Kebiasaan Orang Tua yang Bisa Membuat Anak Mudah Overthinking dan Cemas

Anggita Kusmadewi | Beautynesia
Selasa, 19 May 2026 13:15 WIB
3. Terlalu Berekspektasi pada Anak
Terlalu Berekspektasi pada Anak/Foto: Freepik/freepik

Beauties, setiap orang tua tentu ingin anaknya tumbuh dengan baik dan terhindar dari masalah. Namun, dalam praktiknya, pola asuh yang terlihat wajar kadang bisa memberi tekanan pada sang anak.

Beberapa kebiasaan orang tua bisa membuat anak cemas justru muncul dari niat untuk melindungi. Sayangnya, cara ini bisa membuat anak merasa takut melakukan kesalahan.

Ketika anak terlalu sering merasa diawasi atau dikritik, mereka bisa mulai memikirkan banyak hal secara berlebihan. Inilah yang sering menjadi penyebab anak overthinking sejak kecil.

Dilansir dari Psychology Today dan Times of India, berikut beberapa kebiasaan yang sering dianggap sepele tetapi bisa memicu kecemasan pada anak.

1. Terlalu Sering Mengkritik

Terlalu Sering Mengkritik/Foto/Freepik/freepik

Kritik memang bisa membantu anak belajar dari kesalahan. Namun, jika dilakukan terlalu sering, anak bisa merasa dirinya selalu salah.

Ketika anak terlalu sering mendengar kritik, mereka mulai meragukan kemampuan dirinya sendiri. Rasa tidak percaya diri ini bisa berkembang menjadi overthinking.

Anak yang sering dikritik cenderung lebih mudah takut gagal. Mereka juga lebih sensitif terhadap penilaian orang lain.

2. Terlalu Protektif

Terlalu Protektif/Foto: Freepik/karlyukav

Sebagai orang tua, wajar jika ingin melindungi anak dari bahaya. Namun, perlindungan yang berlebihan juga bisa menjadi pola asuh yang membuat anak cemas.

Ketika anak jarang diberi kesempatan mencoba sesuatu sendiri, mereka bisa merasa dunia luar sangat menakutkan. Tanpa disadari, hal ini menjadi salah satu penyebab mereka jadi sering overthinking.

Sikap overprotective ini bisa membuat anak merasa tidak mampu menghadapi tantangan. Anak akhirnya bergantung pada orang tua untuk setiap keputusan.

Dalam jangka panjang, anak bisa tumbuh dengan rasa takut membuat kesalahan. Mereka juga cenderung lebih mudah cemas saat menghadapi situasi baru.

3. Terlalu Berekspektasi pada Anak

Terlalu Berekspektasi pada Anak/Foto: Freepik/freepik

Tidak sedikit orang tua yang ingin anaknya selalu berhasil dalam banyak hal. Mulai dari segi akademik hingga non akademik.

Keinginan itu sebenarnya wajar karena orang tua ingin yang terbaik untuk anaknya. Namun, harapan yang terlalu tinggi kadang bisa menjadi beban.

Ketika ekspektasi terasa terlalu besar, anak bisa mulai takut melakukan kesalahan. Mereka merasa harus selalu sempurna agar tidak mengecewakan orang tua, pada akhirnya mereka akan sering merasakan overthinking dan cemas.

4. Sering Mengabaikan Perasaan Anak

Sering Mengabaikan Perasaan Anak/Foto: Freepik/karlyukav

Tidak semua anak mudah mengungkapkan apa yang mereka rasakan. Namun, ketika mereka mencoba bercerita, respons orang tua sangat berarti.

Sayangnya, beberapa orang tua tanpa sadar justru menganggap perasaan anak sebagai hal yang sepele. Ketika hal ini terjadi berulang kali, anak bisa mulai menyimpan perasaannya sendiri dan takut jika ingin mengungkapkan emopsinya. 

Lama-kelamaan, emosi yang terus dipendam bisa berubah menjadi kecemasan. Inilah yang sering menjadi salah satu penyebab anak overthinking sejak usia dini.

Cara Membantu Anak Mengelola Rasa Cemas

Cara Membantu Anak Mengelola Rasa Cemas/Foto: Freepik/Lifestylememory

Saat anak mulai terlihat cemas atau banyak pikiran, dukungan orang tua sebenarnya sangat berarti. Hal-hal sederhana yang dilakukan orang tua bisa membantu mereka merasa lebih tenang.

Psikolog Jeffrey Bernstein, Ph.D. menjelaskan bahwa mengajarkan anak cara menenangkan diri dan menyelesaikan masalah adalah keterampilan penting bagi kesehatan emosional mereka. Lingkungan yang terbuka dan suportif juga membantu anak merasa didengar.

Salah satu cara yang bisa dicoba adalah membiasakan komunikasi yang hangat di rumah. Anak akan lebih nyaman bercerita ketika mereka merasa tidak dihakimi.

Rutinitas yang stabil juga sering membuat anak merasa lebih aman. Jadwal harian yang teratur membantu mereka memahami apa yang akan terjadi sepanjang hari.

Selain itu, orang tua juga bisa memberi contoh bagaimana menghadapi stres dengan cara yang sehat. Anak biasanya belajar banyak dari sikap orang tua saat menghadapi masalah.

Beauties, niat orang tua tentu selalu ingin melindungi dan memberikan yang terbaik untuk anaknya. Namun, beberapa kebiasaan yang terlihat sepele ternyata bisa menjadi pola asuh yang membuat anak mudah cemas.

Ini bisa menjadi langkah awal untuk membangun komunikasi yang lebih sehat antara orang tua dan anak. Saat anak merasa didengar, mereka biasanya juga lebih tenang dalam menghadapi berbagai hal.

***

Mau jadi bagian dari Buzznesia Community di mana kamu bisa ikutan berbagai online dan offline event seru yang diadakan oleh Buzznesia/Beautynesia? Komunitas ini terbuka untuk umum, baik perempuan dan juga laki-laki, kami juga memiliki komunitas khusus untuk kamu yang masih berstatus mahasiswa/mahasiswi. Yuk, gabung ke Buzznesia Community. Caranya DAFTAR DI SINI!

(naq/naq)
Komentar
0 Komentar TULIS KOMENTAR
Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama memberikan komentar.