Tempat kerja merupakan lingkungan di mana berbagai stereotip dan mitos sering kali berkembang. Salah satu aspek yang kerap menjadi target stereotip adalah perempuan di tempat kerja. Mereka sering dihadapkan pada berbagai mitos yang bukan hanya tidak adil, tetapi juga dapat menghambat kemajuan dan kesuksesan mereka.
Di bawah ini adalah rangkuman hasil pengamatan yang dilakukan Kate Farrow, seorang Manajer Pengembangan Bakat Eropa terkait mitos perempuan di tempat kerja yang paling sering beredar, dilansir dari Every Woman.
Mitos Soal Perempuan di Tempat Kerja
1. Perempuan Tidak Membantu Perempuan Lain
Menurut Kate, mitos ini adalah momok terbesarnya. Tidak membantu orang lain dalam dunia pekerjaan bukan masalah gender. Pria pun juga melakukan hal serupa, lalu mengapa hanya ditekankan pada perempuan saja?
Menurutnya, ini dikarenakan terciptanya pola pikir bahwa perempuan kodratnya adalah ‘pengurus’, baik di rumah atau di tempat kerja. Untuk itu perlu ada peran dan arahan tegas dari pimpinan terkait ini yang mendukung perempuan.
2. Perempuan Tidak Meminta Kenaikan Gaji
Ada anggapan bahwa perempuan tidak peduli dengan transparansi seputar gaji mereka. Namun, nyatanya perempuan adalah negosiator yang luar biasa dalam hal melobi terkait promosi dan kenaikan gaji.
Adanya kesadaran terkait transparansi gaji ini dapat mempertahankan talenta para perempuan di tempat kerja dengan menciptakan rasa keadilan terkait yang dilakukan setiap orang dalam peningkatan karir mereka, baik di tingkat keterampilan maupun keuangan.