4 Pola Asuh yang Bisa Bantu Anak Miliki Kecerdasan Tinggi, Orangtua Coba Praktikkan!

Dewi Maharani Astutik | Beautynesia
Minggu, 06 Nov 2022 19:30 WIB
Ilustrasi ibu dan anak/Foto: istockphoto.com/ake1150sb

Orangtua memiliki mimpi-mimpi besar untuk anak-anaknya. Namun, meskipun keinginan ini berasal dari niat yang mulia, orangtua bisa saja membebani dan membawa pengaruh negatif pada anak dalam prosesnya.

Oleh karena itu, orangtua harus berhati-hati membangun kebiasaan agar anak tidak terluka akibat ambisi orang tua. Dilansir dari Make It, orangtua bisa mempraktikkan pola asuh berikut agar anak-anak bisa memiliki kecerdasan tinggi tanpa merasa terbebani.

Membiarkan Anak Menemukan Bakatnya


Ilustrasi anak (Foto: Pexels/Alexander Grey)

Setiap anak terlahir dengan beberapa kemampuan yang lebih baik dibandingkan kemampuan lainnya. Anak bisa memiliki kelebihan di bidang spasial yang membuat mereka mampu berpikir secara abstrak dan menciptakan gambaran mental mengenai dimensi atau ruangan lain.

Ada juga anak yang diberkahi dengan kemampuan matematis sehingga dapat menganalisa sebuah permasalahan secara logis dan menginvestigasi masalah dengan cara-cara yang ilmiah. Kunci utamanya adalah mengamati dengan jeli bakat alami mereka dan bantu mereka menggali bakat terpendam tersebut.

Fokus Mengembangkan Bakat Anak

Ilustrasi ibu dan anak/Foto: Freepik.com/senivpetro

Hal ini berhubungan dengan poin sebelumnya mengenai bakat anak. Beberapa orangtua sering dilema menghadapi pilihan untuk membiarkan anak mengasah bakat khususnya atau mengajari mereka untuk mempelajari banyak hal agar menjadi serba bisa.

Meskipun pilihan yang terakhir kedengarannya memikat, tetapi mengasah bakat tertentu membuat mereka bisa dengan cepat menguasai bakatnya tersebut dan mencapai tingkat keahlian maksimal yang mampu mereka capai. Namun, mengasah bakat tertentu bukan berarti menyerah pada aspek lain karena pada akhirnya semua bakat dasar juga penting untuk dikuasai.

Mendorong Kepercayaan Diri

Membantu anak membangun kepercayaan dirinya memberikan banyak perubahan besar di dalam hidup mereka pada akhirnya. Kepercayaan diri mendorong mereka untuk memiliki mimpi yang besar dan mencegah mereka untuk menyerah setelah mengalami kegagalan.

Sejak dini, ajarkan pada anak-anak untuk percaya bahwa pencapaian luar biasa ada di dalam jangkauan mereka dan bukan hanya diperuntukkan bagi orang-orang yang mereka tonton di televisi atau baca di surat kabar.


Ilustrasi anak (Foto: Pexels/Khalilullah Shah)

Ketika orang tua mendorong kepercayaan diri pada anak—alih-alih mengkritisi dan membuat mereka berkecil hati setiap gagal—mereka akan terbiasa menunjukkan kinerja maksimal dan memiliki pola pikir bahwa mereka akan mencapai puncak pada akhirnya.

Sabar Menjawab Pertanyaan dari Anak

Ilustrasi ibu dan anak/Foto: Pexels/Ketut Subiyanto

Orangtua yang memiliki anak-anak ber-IQ tinggi selalu menjadikan momen belajar hal-hal baru sebagai prioritas. Oleh karena itu mereka selalu mengajari anak-anaknya untuk memupuk rasa ingin tahu dan akan menjawab pertanyaan-pertanyaan dari anaknya dengan serius.

Ketika orangtua tidak bisa memberikan jawaban dengan segera, mereka akan mengajari anak-anaknya untuk mencari jawabannya sendiri atau bersama-sama. Orangtua dari anak-anak ber-IQ tinggi juga akan giat mencari mentor, pelatih, dan guru terbaik untuk mendukung perkembangan mental dan kemampuan anak-anaknya.

***

Ingin jadi salah satu pembaca yang bisa ikutan beragam event seru di Beautynesia? Yuk, gabung ke komunitas pembaca Beautynesia, B-Nation. Caranya DAFTAR DI SINI!

(naq/naq)
Loading ...