4 Tips Menjaga Mental dan Motivasi Anak Saat Menjalani Ujian Akhir

Della Oktivia Armitha | Beautynesia
Senin, 25 May 2026 14:30 WIB
4. Rayakan Setiap Usaha yang Dikerahkan
Rayakan Setiap Usaha yang Dikerahkan/Foto: magnific.com/freepik

Akhir semester sudah terlihat, masa ujian memenuhi hari-hari para pelajar. Bagi para orang tua yang memiliki anak di bangku akhir sekolah, baik SD hingga SMA, pasti ikut merasakan tekanan. Apalagi jika anak menunjukkan sikap tidak peduli terhadap ujiannya.

Tekanan tinggi juga kerap dirasakan para pelajar yang berada ditingkat pendidikan akhir di bangku SMA. Persiapan menjelang ujian akhir sampai ujian masuk perguruan tinggi, seakan menantang dan memberikan ruang untuk overthinking tentang masa depan.

Sebagai  orang tua  yang cerdas, pastinya juga wajib memberikan tempat aman dan nyaman bagi anak. Biar tidak ikut stress dan tetap bisa memberikan semangat yang penuh, berikut Beautynesia sudah rangkum tips menjaga mental dan motivasi anak saat ujian, hingga strategi menyusun masa depan anak.

1. Dengarkan Kekhawatiran Anak

Dengarkan Kekhawatiran Anak/Foto: magnific.com/zinkevych

Dilansir dari plusplustutors.com, sekitar 75% pelajar mengalami stress tinggi kala masa ujian datang. Hal ini tidak datang tanpa alasan. Pasalnya bagi para pelajar, ujian akhir seakan menjadi penentu masa depan mereka.

Apalagi tekanan sosial yang meminta mereka harus memiliki nilai akhir sempurna. Tidak jarang pula, mereka terkadang membandingkan diri dengan teman sebaya, sampai akhirnya merasa cemas karena takut mengecewakan orang tua, guru hingga diri mereka sendiri.

Karena itu, sebagai orang tua, memastikan anak belajar dengan serius dan tuntas dalam persiapan ujian saja tidaklah cukup. Pastikan pula hadir saat mereka butuh tempat menyalurkan kekhawatirannya.

Jangan hanya sekedar menanyakan hasil ujian mereka. Namun, gunakan waktu istirahat di sela belajar untuk hadir mendengarkan keresahan dan kekhawatiran yang dirasa anak. Pastikan benar-benar hadir dengan memperhatikan saat mereka berkeluh kesah.

Validasi semua perasaan mereka, tanpa menghakimi apapun yang mereka katakan. Berikan pula pertanyaan terbuka untuk mengarahkan pada diskusi mendalam tentang persiapan dan keresahan mereka selama ujian.

2. Bantu Anak Mengelola Rencana Belajar

Bantu Anak Mengelola Rencana Belajar/Foto: magnific.com/fwstudio

Rencana belajar yang tepat sangat membantu anak untuk bisa mengelola waktu belajar dengan baik. Meski anak memiliki guru private ataupun belajar di kelas bimbel bersama rekannya, pastikan juga orang tua memiliki waktu untuk membantu anak mengatur jadwal belajar bersama.

Orang tua yang ikut hadir dalam proses belajar anak, bisa memberikan rasa aman dan nyaman. Anak akan merasa diperhatikan dan semakin bersemangat. Sepertii dilansir dari chatecoachingclasses.co, mengatur rencana belajar, termasuk mengelola waktu istirahat, makan dan rekreasi untuk menghindari burnout.

Setidaknya, orang tua bisa membimbing anak untuk mengatur waktu belajar, seperti menggunakan strategi belajar dengan metode podomoro. Lalu, pastikan pula jadwal belajar yang dikelola merupakan jadwal belajar yang realistis, tanpa memaksakan anak.

3. Contohkan Pengelolaan Stress yang Sehat

Contohkan Pengelolaan Stress yang Sehat/Foto: magnific.com/prostooleh

Anak memiliki kebiasaan mencontoh orang dewasa dalam berbagai hal, termasuk pengelolaan emosi dan stress. Menjadi orang tua yang cerdas dapat dimulai dengan mencontohkan pengelolaan stress yang tepat dan sehat.

Ajaklah anak ikut serta dalam pengelolaan stress tersebut. Misalnya, belajar untuk mindfulness, latihan bernapas dengan teknik 4-7-8, yakni menarik napas selama 4 hitungan, menahan napas selama 7 detik dan menghembuskannya selama 8 detik.

Mengajak anak untuk mengidentifikasi hal-hal negatif dalam pikiran selama ujian berlangsung, juga mampu membantu anak mengelola pikirannya. Hadir dan ikut bersama anak selama menjalani masa ujian, pasti akan membantu anak lebih tenang dan nyaman.

4. Rayakan Setiap Usaha yang Dikerahkan

Rayakan Setiap Usaha yang Dikerahkan/Foto: magnific.com/freepik

Hasil akhir ujian bukan satu-satunya penentu kelulusan, agaknya harus menjadi prinsip yang diterapkan kepada anak. Hal ini akan membantu anak untuk tidak meremehkan usaha yang dilakukannya selama menempuh pendidikan.

Setelah ujian selesai, sediakan waktu untuk merayakan semua pencapaian anak. Ajak lagi mereka bercerita tentang hal apa saja yang telah mereka lalui selama ujian. Tidak ada salahnya berbincang sambil menyantap makanan kesukaan anak atau berada di tempat yang membuat anak senang.

Tidak hanya bertanya tentang masa ujian, cobalah juga untuk mengajak anak berdiskusi tentang keinginannya di masa depan, khususnya bagi anak yang tengah mempersiapkan diri menjadi mahasiswa.

Ingatlah untuk tidak menghakimi pilihan yang diambil anak. Berikan waktu untuk diskusi terbuka tentang jurusan apa yang ingin diambilnya dan rencana cadangan, jika jurusan yang diharapkan belum bisa ditembus.

Merayakan semua usaha anak, tidak menunggu sampai anak mendapatkan kesuksesan seperti yang diharapkan orang tua. Pahami pula, jika anak sudah berusaha sekuat tenaga.

Menjadi orang tua yang hadir dan menghargai setiap usaha dan keputusan anak, tentu saja akan menjadi tempat ternyaman bagi anak dalam berbagi cerita dan kekhawatiran. Meski hasil ujian penting, tetapi pahamilah bahwa kesuksesan ujian dan nilai sempurna bukan jalan satu-satunya mendapat keberhasilan di masa depan.

Itu dia beberapa tips yang bisa diterapkan untuk ikut mendukung anak yang tengah menjalani masa ujian. Bukan hanya disiplin dalam urusan belajar dan memastikan anak paham terhadap apa yang akan diujiankan, orang tua yang hadir dan ikut mendengarkan kekhawatiran anak juga sangat dibutuhkan.

---

Mau jadi bagian dari Buzznesia Community di mana kamu bisa ikutan berbagai online dan offline event seru yang diadakan oleh Buzznesia/Beautynesia? Komunitas ini terbuka untuk umum, baik perempuan dan juga laki-laki, kami juga memiliki komunitas khusus untuk kamu yang masih berstatus mahasiswa/mahasiswi. Yuk, gabung ke Buzznesia Community. Caranya DAFTAR DI SINI! 

(sim/sim)
Komentar
0 Komentar TULIS KOMENTAR
Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama memberikan komentar.

RELATED ARTICLE