5 Alasan Susah Move On Setelah Putus Cinta Menurut Ilmu Psikologi
Beauties, putus cinta memang bukan pengalaman yang mudah dilalui. Ada orang yang mampu bangkit dalam waktu singkat, tetapi ada pula yang membutuhkan waktu berbulan-bulan bahkan bertahun-tahun untuk benar-benar melepaskan masa lalu. Kondisi ini sering membuat seseorang bertanya-tanya, mengapa dirinya begitu susah move on meskipun hubungan tersebut sudah berakhir.
Proses move on tidak hanya berkaitan dengan rasa cinta, tetapi juga melibatkan keterikatan emosional, kebiasaan, hingga cara otak memproses kehilangan. Itulah sebabnya, setiap orang memiliki waktu pemulihan yang berbeda-beda setelah mengalami perpisahan.
Dilansir dari Psychology Today dan MindLab Neuroscience, terdapat beberapa alasan orang susah move on yang berkaitan dengan kondisi psikologis maupun biologis. Memahami penyebabnya dapat membantu seseorang menjalani proses penyembuhan dengan lebih sehat tanpa terus menyalahkan diri sendiri.
Lantas, apa saja alasan mengapa seseorang begitu sulit melupakan mantan? Simak penjelasannya berikut ini, Beauties.
1. Terlalu Terikat Secara Emosional
Terlalu terikat secara emosional/ Foto: Pexels.com/ Viktoria Slowikowska
Salah satu alasan orang susah move on adalah karena hubungan yang dijalani telah membentuk ikatan emosional yang sangat kuat. Saat menjalin hubungan, seseorang biasanya berbagi cerita, impian, rutinitas, hingga dukungan emosional dengan pasangannya. Lambat laun, pasangan menjadi bagian penting dalam kehidupan sehari-hari.
Ketika hubungan berakhir, otak tidak hanya kehilangan sosok yang dicintai, tetapi juga kehilangan sumber kenyamanan yang selama ini selalu ada. Inilah yang membuat proses susah move on terasa begitu berat. Bukan semata-mata karena masih mencintai, tetapi karena seseorang sedang beradaptasi dengan kehilangan ikatan emosional yang telah terbentuk dalam waktu yang lama.
2. Masih Mengidealkan Mantan
Masih mengidealkan mantan/ Foto: Pexels.com/ RDNE Stock project
Setelah putus, banyak orang cenderung hanya mengingat momen-momen bahagia bersama mantan. Mereka melupakan berbagai konflik, perbedaan, atau alasan yang menyebabkan hubungan tersebut berakhir.
Kecenderungan ini dapat membuat seseorang memandang mantan sebagai sosok yang "sempurna", padahal kenyataannya setiap hubungan pasti memiliki tantangan. Salah satu alasan mengapa seseorang sulit melupakan masa lalu adalah karena pikirannya terus mengulang kenangan indah tanpa melihat hubungan tersebut secara utuh. Akibatnya, proses menerima kenyataan menjadi jauh lebih sulit.
3. Kehilangan Identitas dalam Hubungan
Kehilangan identitas dalam hubungan/ Foto: Pexels.com/ cottonbro studio
Hubungan yang sehat tetap memberikan ruang bagi masing-masing individu untuk berkembang. Namun, dalam beberapa kasus, seseorang mulai menjadikan hubungan sebagai pusat kehidupannya.
Seluruh rutinitas, rencana masa depan, hingga identitas diri seolah menyatu dengan pasangan. Ketika hubungan berakhir, mereka tidak hanya kehilangan pasangan, tetapi juga merasa kehilangan arah hidup.
Kondisi inilah yang menjadi salah satu alasan orang susah move on menurut psikologi. Proses penyembuhan sering kali baru berjalan ketika seseorang mulai membangun kembali identitas dirinya sebagai individu yang utuh, bukan hanya sebagai bagian dari sebuah hubungan.
4. Otak Masih Terbiasa dengan Kehadiran Mantan
Otak masih terbiasa dengan kehadiran mantan/ Foto: Pexels.com/ RDNE Stock project
Hubungan yang berlangsung dalam waktu lama menciptakan berbagai kebiasaan. Mulai dari saling mengirim pesan setiap hari, menelepon sebelum tidur, makan bersama, hingga berbagi cerita mengenai aktivitas harian.
Ketika semua kebiasaan tersebut tiba-tiba berhenti, otak membutuhkan waktu untuk menyesuaikan diri. Menurut berbagai penelitian mengenai neuroscience, kehilangan hubungan romantis dapat memicu respons yang menyerupai proses seseorang menghentikan suatu kebiasaan yang telah lama dilakukan.
Karena itu, susah move on bukan berarti lemah, melainkan bagian dari proses adaptasi otak terhadap perubahan besar dalam kehidupan. Semakin banyak rutinitas baru yang dibangun, semakin mudah pula otak membentuk kebiasaan yang lebih sehat.
5. Belum Benar-Benar Menerima Kenyataan
Belum benar-benar menerima kenyataan/ Foto: Pexels.com/ RDNE Stock project
Salah satu alasan seseorang sulit melupakan mantan adalah karena masih berharap hubungan tersebut dapat kembali seperti semula. Harapan tersebut membuat seseorang terus menunggu pesan, memantau media sosial mantan, atau membayangkan kemungkinan untuk kembali bersama.
Padahal, selama seseorang belum menerima kenyataan bahwa hubungan telah berakhir, proses penyembuhan akan berjalan lebih lambat. Menerima bukan berarti melupakan atau menganggap hubungan tersebut tidak berarti. Sebaliknya, penerimaan merupakan langkah penting agar seseorang dapat mulai membuka lembaran baru dalam hidupnya.
Beauties, setiap orang memiliki waktu pemulihan yang berbeda setelah putus cinta. Tidak ada batas waktu yang pasti mengenai kapan seseorang harus benar-benar move on. Jika rasa sedih berlangsung sangat lama hingga mengganggu aktivitas sehari-hari, tidak ada salahnya mencari bantuan dari psikolog atau konselor agar proses pemulihan dapat berjalan dengan lebih baik.
Memahami alasan mengapa seseorang mengalami susah move on dapat membantu kita lebih berempati terhadap diri sendiri. Ingatlah bahwa proses penyembuhan membutuhkan waktu. Dengan memberi ruang bagi diri untuk pulih dan perlahan membangun kehidupan yang baru, luka akibat putus cinta pun akan semakin mudah diatasi, Beauties!
***
Mau jadi bagian dari Buzznesia Community di mana kamu bisa ikutan berbagai online dan offline event seru yang diadakan oleh Buzznesia/Beautynesia? Komunitas ini terbuka untuk umum, baik perempuan dan juga laki-laki, kami juga memiliki komunitas khusus untuk kamu yang masih berstatus mahasiswa/mahasiswi. Yuk, gabung ke Buzznesia Community. Caranya DAFTAR DI SINI!