5 Cara Berhenti Belanja Barang yang Tidak Benar-benar Dibutuhkan

Adira P | Beautynesia
Selasa, 10 Feb 2026 16:30 WIB
Hargai Apa yang Sudah Kamu Miliki
Cara Berhenti Belanja Barang yang Tidak Benar-benar Dibutuhkan/Foto: Freepik/freepik

Beauties, pernah nggak, sih, kamu pulang dengan kantong belanja penuh barang diskon, tapi seminggu kemudian baru sadar kalau kamu sebenarnya nggak terlalu butuh barang-barang tersebut? Atau mungkin, kamu hobi memasukkan barang ke keranjang online cuma demi merasakan dopamine rush, padahal lemari baju kamu sudah penuh sesak?

Sayangnya, rasa senang saat membeli barang baru itu cepat sekali pudar. Sebuah penelitian dalam Journal of Positive Psychology menemukan bahwa barang yang kamu beli justru bisa memicu penyesalan, perbandingan negatif dengan orang lain, hingga rasa iri hati, dikutip dari CampusWell.

"Meskipun barang kita bertahan secara fisik, pengalaman kitalah yang membentuk identitas dan koneksi yang kita buat," kata Dr. Thomas Gilovich, peneliti kebahagiaan dan profesor psikologi di Cornell University, dikutip dari CampusWell.

Lantas, bagaimana caranya memutus siklus belanja barang yang nggak penting ini? Yuk, simak 5 cara efektif berikut ini!

Kenali Pemicu Emosional Belanja

Belanja saat diskon akhir tahun/ Foto: freepik.com/lifeforstock

Cara Berhenti Belanja Barang yang Tidak Benar-benar Dibutuhkan/Foto: freepik.com/lifeforstock

Langkah pertama adalah memahami "kenapa" kamu belanja. Penelitian menunjukkan bahwa kebanyakan orang belanja bukan karena butuh, tapi karena emosi tertentu.

Beberapa pemicu yang paling umum misalnya kamu belanja karena gelisah atau bosan demi mencari dopamin. Selain itu, bisa juga karena kamu merasa hidup orang lain lebih hebat, jadi kamu belanja untuk menutupi rasa insecure tersebut. Alasan lain, kamu belanja untuk mengalihkan perhatian dari masalah atau perasaan yang tidak nyaman yang harusnya kamu hadapi.

Para ahli menemukan bahwa emosi seperti sedih, marah, kesepian, atau bosan membuat kamu lebih rentan impulsif. Jadi jika kamu sedang merasa sedih, marah, kesepian, atau bosan, berhati-hatilah, Beauties. Kamu lebih mungkin melakukan pembelian impulsif dan mengalami penyesalan.

Solusinya, coba tanya diri sendiri sebelum checkout: "Aku benar-benar butuh ini, atau cuma lagi lari dari perasaan nggak enak saja?"

Terapkan Aturan 24-48 Jam Sebelum Membeli

Dalam kepemimpinan, ini menjadi kekuatan besar. Scorpio jarang bertindak impulsif. Setiap keputusan diambil dengan pertimbangan matang dan strategi yang jelas.

Cara Berhenti Belanja Barang yang Tidak Benar-benar Dibutuhkan/Foto: Pexels.com/ Mikhail Nilov

Salah satu trik paling ampuh adalah menunda pembelian. Beri jeda waktu untuk otak rasionalmu bekerja. Jika besok atau minggu depan kamu masih memikirkannya, kamu bisa mempertimbangkan untuk membelinya.

Para ahli juga menyarankan untuk mempersulit proses bayar. Jangan simpan info kartu kredit di browser atau ponsel, hindari one-click checkout, dan jangan terus-terusan login di akun toko online. Semakin ribet prosesnya, semakin banyak waktu kamu untuk berpikir ulang.

Strategi ini bisa berupa aturan tunggu 48 jam atau mencatat dulu barang yang ingin dibeli dan baru membelinya sekaligus di waktu tertentu. Intinya, berikan jeda dari keinginan emosional menuju keputusan rasional.

Unsubscribe dari Email Marketing dan Hindari Godaan

Aries berpotensi mengalami hambatan dan penundaan. Fokus pada perencanaan jangka panjang dan hindari keputusan impulsif.

Cara Berhenti Belanja Barang yang Tidak Benar-benar Dibutuhkan/Foto: pexels.com/anntarazevich

Kalau kamu sering belanja online, pasti inbox kamu penuh dengan email promosi, bukan?

"Email ini menyoroti produk terbaru dan mempromosikan penjualan 'yang tidak boleh dilewatkan' dengan tujuan tunggal: meyakinkan kamu untuk berbelanja. Dan cara ini efektif," dikutip dari The Simplicity Habit.

Ingat Beauties, ada tim khusus yang tugasnya bikin kamu tergoda buat membuka email dan belanja. "Mereka menggunakan pengaruh kelangkaan dan tren untuk meyakinkan kamu bahwa kamu perlu membeli sekarang atau kamu akan menyesal," dikutip dari The Simplicity Habit.

Cara terbaik menolaknya? Kamu harus menghindari godaan dengan berhenti berlangganan (unsubscribe) dari email retail. Dengan begitu, kamu meminimalkan tekanan untuk belanja. Selain itu, hindari juga jalan-jalan ke mal atau toko favoritmu kalau memang nggak ada kebutuhan mendesak.

Prioritaskan Pengalaman daripada Barang

Habiskan Waktu dengan Orangyang Membuat Beauties Bahagia/freepik.com/tirachardz

Cara Berhenti Belanja Barang yang Tidak Benar-benar Dibutuhkan/Foto: Freepik.com/tirachardz

Riset psikologi membuktikan kalau uang yang dipakai buat pengalaman (liburan, nonton konser, kursus) bikin kita lebih bahagia daripada beli barang.

"Siapa kamu adalah jumlah dari pengalaman kamu, bukan jumlah dari barang kamu," kata Dr. Sonja Lyubomirsky, profesor psikologi di University of California, dikutip dari CampusWell.

Kabar baiknya, pengalaman seru nggak harus mahal, Beauties. "Cari taman, jalur hiking, pantai, atau kafe. Manfaatkan momen ini untuk istirahat yang memuaskan," kata Dr. Gilovich, dikutip dari CampusWell.

Barang bisa rusak, hilang, atau ketinggalan zaman, dan bikin kita akhirnya stres. Sebaliknya, kenangan dari pengalaman akan bertahan selamanya dan menjadi bagian dari cerita hidupmu, Beauties.

Hargai Apa yang Sudah Kamu Miliki

Penting untuk mengelompokkan pakaianmu per kategori. Atur yang sering dipakai di depan dan pisahkan pakaian musiman agar lemari selalu bersih dan rapi.

Cara Berhenti Belanja Barang yang Tidak Benar-benar Dibutuhkan/Foto: Freepik/freepik

Cara paling ampuh buat menahan belanja adalah dengan bersyukur. Ketika kamu menghargai apa yang kamu miliki, kamu cenderung tidak menginginkan lebih banyak barang. Kamu sadar bahwa hal penting dalam hidup adalah pengalaman, keluarga, dan hubungan.

Ketika kamu merasa penuh dengan rasa syukur, kamu cenderung tidak mencoba mengisi lubang emosional dengan belanja dan menumpuk barang. Ingat pula konsep hedonic treadmill: kebahagiaan dari barang baru sifatnya sementara. Setelah beli barang baru, senangnya cuma sebentar, terus bisa saja kembali ke perasaan biasa saja. Jadi buat apa terus-terusan beli kalau bahagianya nggak awet?

Berhenti beli barang nggak penting bukan berarti hidup jadi nggak asyik, kok. Ini soal menemukan kebahagiaan yang lebih bermakna. Jika kamu tidak bahagia dengan apa yang kamu miliki, kamu mungkin tidak akan bahagia dengan apa yang kamu dapatkan.

Gimana, Beauties? Siap mencoba salah satu strategi di atas? Yuk, mulai lebih bijak mengatur pengeluaran demi kebahagiaan jangka panjang!

***

Mau jadi bagian dari Buzznesia Community di mana kamu bisa ikutan berbagai online dan offline event seru yang diadakan oleh Buzznesia/Beautynesia? Komunitas ini terbuka untuk umum, baik perempuan dan juga laki-laki, kami juga memiliki komunitas khusus untuk kamu yang masih berstatus mahasiswa/mahasiswi. Yuk, gabung ke Buzznesia Community. Caranya DAFTAR DI SINI!

(naq/naq)
Komentar
0 Komentar TULIS KOMENTAR
Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama memberikan komentar.

RELATED ARTICLE