5 Cara Mengasuh Anak Tanpa Bikin Stres Menurut Psikolog

Rini Apriliani | Beautynesia
Selasa, 19 May 2026 15:15 WIB
5 Cara Mengasuh Anak Tanpa Bikin Stres Menurut Psikolog
Cara mengasuh anak tanpa bikin stres/Foto: Freepik.com

Menjadi orang tua adalah proses belajar seumur hidup. Pasalnya, tidak ada sekolah formal atau sekolah khusus yang mengajarkan untuk menjadi orang tua sempurna.

Rasa lelah atau stres adalah hal yang banyak dialami orang tua. Menurut survei dari American Psychological Association tahun 2023, terhadap 3.815 orang dewasa, hampir separuh orang tua (48%) merasa stres hampir setiap hari. Bahkan, mereka mengaku jadi sulit fokus dan merasa tidak ada satu pun orang yang mengerti betapa beratnya beban yang mereka tanggung.

Seorang psikolog, ibu, dan penulis buku parenting Dr. Juli Fraga mengatakan, banyak orang tua yang merasa kewalahan mengurus anak-anaknya yang masih kecil. Kemudian, mereka memilih memendam emosinya atau menyalahkan dirinya sendiri. Padahal, kedua cara itu justru membuat orang tua semakin stres.

Dalam laman CNBC Make It, Fraga mengatakan bahwa stres bukan tanda bahwa orang tua harus bertahan sendirian dan menjadi sempurna. Namun, stres adalah sinyal tubuh untuk beristirahat sejenak dan mencari cara mengatasi masalah tersebut.

Oleh karena itu, penting untuk mengetahui cara mengasuh anak tanpa bikin stres menurut psikolog. Apa saja caranya, simak!

1. Hadapi Masalah dengan Tenang

untuk setiap orang tua berhenti sejenak dengan bermeditasi. Menarik napas dalam-dalam dapat mengubah pengalaman yang penuh tekanan menjadi momen yang lebih terkendali.

Ilustrasi meditasi/Foto: Pexels.com/Alena Darmel

Stres dapat memengaruhi kesejahteraan fisik, psikologis, dan sosial. Secara fisik, stres membuat tubuh terasa tegang dan detak jantung meningkat. Secara psikologis, stres memicu kekhawatiran dan kecemasan.

Fraga menyarankan, untuk setiap orang tua berhenti sejenak dengan bermeditasi. Menarik napas dalam-dalam dapat mengubah pengalaman yang penuh tekanan menjadi momen yang lebih terkendali.

2. Ganti Perbandingan dengan Belas Kasih

Orang tua yang bijak menggantikan perbandingan dengan rasa welas asih.

Ilustrasi butterfly hug/Foto: Pexels.com/MadisonINoye

Tak jarang, orang tua terjebak dalam lingkar perbandingan, membandingkan dirinya dengan orang lain. Padahal, kebiasaan itu justru dapat meningkatkan stres.

Orang tua yang bijak menggantikan perbandingan tersebut dengan rasa welas asih. Bentuk welas asih terhadap diri sendiri seperti mengatakan, “Saya sedang mengalami momen yang penuh tekanan, semua orang tua terkadang merasa seperti ini,”.

Kalimat sederhana tersebut dapat mengubah perspektifmu. Perbandingan dapat membuat merasa kurang, sedangkan welas asih membantu lebih bersyukur, mengakui bahwa tidak ada orang tua yang sempurna, dan meringankan stres.

3. Meminta Bantuan

Meminta bantuan juga mengajarkan pada anak bahwa tidak apa-apa bergantung pada orang lain. Hal ini akan jauh lebih melindungi kesehatan mental.

Ilustrasi pasangan/Foto: Freepik.com/pressfoto

Tidak ada yang salah dengan meminta bantuan saat dirasa sedang kewalahan. Meminta bantuan juga mengajarkan pada anak bahwa tidak apa-apa bergantung pada orang lain. Hal ini akan jauh lebih melindungi kesehatan mental.

Fraga mengatakan, orang yang meminta bantuan memberi orang terdekat kesempatan untuk menunjukkan kepedulian, yang membantumu merasa tidak terlalu kesepian.

Menurut penelitian, kebahagiaan orang tua memengaruhi bagaimana stres memengaruhi anak-anak. Stres itu menular, tetapi dengan dukungan, kita tidak akan mewariskan masalah atau trauma emosional pada anak-anak kita.

4. Ekspresikan Empati

Orang tua yang bijak akan mendengarkan apa yang dibutuhkan anak daripada langsung memarahinya. Mereka akan mengajukan pertanyaan dengan penuh rasa ingin tahu

Ilustrasi ibu dan anak/Foto: Freepik.com

Empati adalah obat penenang emosi. Empati memberdayakan untuk merespons dengan baik saat stres muncul, terutama saat melibatkan anak-anak.

Orang tua yang bijak akan mendengarkan apa yang dibutuhkan anak daripada langsung memarahinya. Mereka akan mengajukan pertanyaan dengan penuh rasa ingin tahu, seperti “Apa yang sedang terjadi saat ini membuatmu sedih?” atau “Bagaimana Ibu bisa membantumu?”.

Cara ini akan mendorong respons yang tulus dan berbagi emosi. Menurut penelitian, orang tua berempati merasa lebih percaya diri dan menemukan tujuan hidup yang lebih besar. Selain itu, peran orang tua akan terasa kurang melelahkan, bahkan di hari-hari yang sulit.

5. Nikmati Emosi Positif

Orang tua yang cerdas mengatasi stres akan mencari kebahagiaan itu.

Ilustrasi ibu dan anak/Foto: Freepik.com/tirachardz

Rasa stres dapat merampas kebahagiaan, bahkan memicu otak untuk mencari masalah baru. Orang tua yang cerdas mengatasi stres akan mencari kebahagiaan itu.

Bukan hal yang rumit, mereka akan meminta pelukan ke pasangan, meminta senyuman anak, atau mengingat kembali pujian dari orang lain. Mereka pun akan menikmati perasaan bahagia tersebut karena dapat meringankan stresnya.

Beauties, itu dia cara mengasuh anak tanpa bikin stres menurut psikolog. Bagaimana, mau mencoba menerapkannya?

***

Mau jadi bagian dari Buzznesia Community di mana kamu bisa ikutan berbagai online dan offline event seru yang diadakan oleh Buzznesia/Beautynesia? Komunitas ini terbuka untuk umum, baik perempuan dan juga laki-laki, kami juga memiliki komunitas khusus untuk kamu yang masih berstatus mahasiswa/mahasiswi. Yuk, gabung ke Buzznesia Community. Caranya DAFTAR DI SINI!

(ria/ria)
Komentar
0 Komentar TULIS KOMENTAR
Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama memberikan komentar.

RELATED ARTICLE