5 Ciri Kepribadian Orang yang Menunda Menikah
Beauties, kamu sering mendengar angka pernikahan belakangan ini punya tren menurun? Pernikahan kini dipandang sebagai suatu yang kompleks. Bukan hanya berlandaskan cinta, tapi juga kesiapan fisik dan mental.
Oleh karenanya, ada banyak faktor yang memengaruhi keputusan menunda menikah. Misalnya mereka lebih memilih menikah di usia 30-an supaya lebih siap. Lantas, seperti apa pola pikir dan ciri kepribadian orang yang menunda menikah? Apakah kamu salah satunya, Beauties?
1. Memiliki Self-Awareness
Menunda pernikahan karena meningkatnya self-awareness. Mereka merefleksikan masa lalu dan ingin batasan emosional yang jelas./ Foto: Pexels.com/Doğukan Benli
Psikoterapis Bose Fawehinmi, MA Psikologi Konseling menuliskan dalam akun media sosialnya bahwa dalam kacamata psikologi, menikah di usia 30-an merupakan bukti self-awareness atau tingkat kesadaran diri seseorang yang meningkat. Orang tersebut merefleksikan masa lalu dan menginginkan batasan emosional yang lebih jelas. Jika selama ini terlihat di permukaan seperti “menunggu”, sebenarnya itu mencerminkan kebijaksanaan.
2. Berhati-hati
Ciri kepribadian yang berhati-hati. Mereka mempertimbangkan banyak hal sebelum memutuskan menikah./ Foto: Pexels.com/Trần Long
Lebih lanjut Fawehinmi menjelaskan orang yang menunda menikah juga termasuk orang yang berhati-hati. Hubungan pernikahan dapat menyebabkan tekanan tertentu, seperti ekspektasi sosial dan perbandingan, sehingga berdampak pada ketegangan emosional yang mungkin dipendam. Memutuskan untuk menunda menikah tak selalu berakar dari sikap menghindari (avoidant), tapi juga tentang kehati-hatian.
3. Mandiri
Individu punya kepribadian yang independen. Ia merasa puas dan bahagia akan dirinya sendiri./ Foto: Pexels.com/Ketut Subianto
Kemandirian juga berkaitan dengan keputusan menunda menikah. Melansir dari laman Psychology Today, ada orang yang justru menjalani kehidupan terbaik mereka dengan tetap melajang. Mereka merasa terpenuhi, puas, dan autentik.
4. Memprioritaskan Kebutuhan Lain
Individu yang menunda untuk menikah punya prioritas lain. Misalnya karier, pendidikan, atau kestabilan ekonomi./ Foto: Pexels.com/Sommart Sopon
Prioritas setiap individu berbeda satu dan yang lainnya. Jika prioritas utama seseorang bukan berkeluarga, melainkan karier, pendidikan, atau kestabilan ekonomi, mungkin menunda menikah adalah jalan yang akan diambilnya. Bahkan berdasarkan Pew Research, alasan orang tidak menikah termasuk ketidaksiapan finansial untuk menikah serta merasa terlalu muda untuk berumah tangga.
5. Fokus pada Pertumbuhan Diri
Fokus pada pertumbuhan diri. Menunda pernikahan beri kesempatan untuk eksplor minat, mencari jati diri, dan menambah pengalaman./ Foto: Pexels.com/Anna Tarazevich
Masih berkaitan dengan prioritas, menurut jurnal yang dipublikasi IJRISS tahun 2025, harga diri termasuk faktor seseorang untuk mengundur menikah. Menikah di usia yang lebih tua memberikan individu kedewasaan dan kematangan sehingga sebelum memutuskan untuk masuk ke jenjang pernikahan, mereka lebih fokus pada pertumbuhan diri. Pola pikir yang lebih terbuka, eksplorasi minat, dan menambah pengalaman hidup sebelum menikah memudahkan individu untuk menerima dan beradaptasi.
***
Ingin jadi salah satu pembaca yang bisa ikutan beragam event seru di Beautynesia? Yuk gabung ke komunitas pembaca Beautynesia B-Nation. Caranya DAFTAR DI SINI!