5 Fakta Menarik tentang Bulan Suci Ramadan yang Perlu Kamu Ketahui

Nindya Putri Hermansyah | Beautynesia
Kamis, 19 Feb 2026 07:15 WIB
Ramadan sebagai Bulan Dimulainya Wahyu Islam
Ilustrasi buka puasa/Freepik; rawpixel.com

Bulan suci Ramadan selalu hadir sebagai bulan yang paling dinantikan umat Muslim di seluruh dunia. Selama sebulan penuh, suasana kehidupan berubah, seperti ritme harian bergeser, ibadah semakin intens, dan nilai-nilai kesabaran serta pengendalian diri menjadi pusat perhatian.

Di balik praktik puasa yang dijalani dari fajar hingga senja, Ramadan menyimpan sejarah panjang yang membentuk maknanya hingga hari ini. Tak banyak yang menyadari bahwa Ramadan bukan sekadar nama bulan, melainkan bagian dari sistem penanggalan, peristiwa besar dalam sejarah Islam, dan tradisi yang sudah berlangsung lebih dari 14 abad.

Lalu, apa saja fakta menarik tentang Ramadan? Simak, yuk!

Asal Usul Ramadan dalam Sejarah Islam

Ilustrasi muslim/Freepik: freepik

Ramadan mulai dikenal sebagai bulan puasa sejak masa Nabi Muhammad saw. Puasa Ramadan pertama kali diwajibkan kepada umat Islam sekitar tahun 624 Masehi, atau dua tahun setelah peristiwa hijrah dari Makkah ke Madinah. Sejak saat itu, puasa di bulan Ramadan menjadi kewajiban utama bagi umat Muslim dan terus dijalankan hingga sekarang.

Pada awalnya, puasa dipilih karena sejak sebelum Islam, praktik menahan diri dari makan dan minum sudah dikenal sebagai bentuk ibadah dan latihan spiritual di berbagai tradisi keagamaan Timur Tengah. Dalam catatan sejarah yang dibahas oleh sejarawan agama di Encyclopaedia Britannica, puasa dianggap sebagai cara paling langsung untuk melatih pengendalian diri, kesabaran, dan kepatuhan manusia terhadap perintah Tuhan, karena melibatkan kebutuhan paling dasar manusia.

Ketika Islam hadir, praktik puasa tidak dihapus, tetapi diberi aturan yang jelas, waktu yang tegas, dan tujuan spiritual yang spesifik. Puasa kemudian menjadi wajib karena diperintahkan langsung dalam Al-Qur’an sebagai bentuk ketaatan, bukan sekadar anjuran moral. 

Ramadan sebagai Bulan Dimulainya Wahyu Islam

Ilustrasi buka puasa/Freepik; rawpixel.com

Ramadan memiliki posisi khusus dalam sejarah Islam, karena diyakini sebagai waktu dimulainya turunnya wahyu pertama kepada Nabi Muhammad saw. Peristiwa ini menjadi titik awal lahirnya ajaran Islam dan mengubah arah sejarah keagamaan di Jazirah Arab. Dalam kajian sejarah Islam yang dimuat oleh Encyclopaedia Britannica, dijelaskan bahwa wahyu pertama diterima Nabi Muhammad saw. saat sedang menyendiri dan merenung, sebuah praktik yang umum dilakukan sebelum Islam sebagai bentuk pencarian makna hidup.

Bulan ini sejak awal dikaitkan dengan ketenangan, refleksi, dan pengendalian diri, sehingga dianggap sebagai waktu yang tepat untuk menyampaikan pesan keimanan dan moral kepada manusia. Karena peristiwa besar inilah Ramadan kemudian dipandang bukan hanya sebagai bulan puasa, tetapi juga sebagai bulan yang menandai awal komunikasi antara Tuhan dan manusia dalam Islam.

Mengapa Waktu Ramadan Selalu Berubah Setiap Tahun?

Ilustrasi kalender ramadhan/Dreamstime.com

Ramadan tidak ditentukan dari kalender biasa yang kita pakai sehari-hari, melainkan dari kalender Islam yang menghitung waktu berdasarkan pergerakan bulan di langit. Setiap kali bulan baru muncul, itu menandai pergantian bulan dalam kalender Islam, dan Ramadan dimulai ketika bulan sabit pertama terlihat setelah bulan sebelumnya berakhir.

Karena satu putaran bulan lebih cepat dibanding satu putaran matahari, jumlah hari dalam kalender Islam jadi lebih sedikit. Akibatnya, Ramadan selalu datang lebih awal sekitar 10 hari setiap tahun. Inilah alasan kenapa kadang Ramadan jatuh di musim hujan, lalu beberapa tahun kemudian bisa terjadi di musim kemarau atau panas ekstrem, dan pergeseran ini sudah terjadi sejak awal Islam dan terus berulang hingga sekarang.

Cara Menentukan Awal Ramadan (Rukyatul Hilal)

Ilusrasi pengamatan bulan sabit/Freepik: vecstock

Awal Ramadan ditentukan dengan cara melihat langsung bulan sabit pertama di langit setelah matahari terbenam, yang dikenal sebagai rukyatul hilal. Cara ini sudah dilakukan sejak masa Nabi Muhammad saw. dan tetap dipertahankan hingga sekarang sebagai bagian dari tradisi Islam. Praktik ini bukan sekadar kebiasaan, tetapi menjadi penanda resmi dimulainya bulan baru dalam kalender Islam.

Melihat bulan secara langsung dilakukan karena pada masa awal Islam belum ada alat hitung modern. Sejarawan Islam dan astronom yang diwawancarai BBC menerangkan bahwa metode ini dipilih agar mudah dilakukan semua orang dan bisa diterapkan di berbagai wilayah. Hingga kini, meskipun teknologi sudah berkembang, banyak negara masih menggunakan rukyatul hilal karena dianggap mengikuti tradisi paling awal dalam sejarah Islam.

Mengapa Ramadan Berlangsung Selama Sebulan Penuh?

Ilustrasi kalender sebulan penuh/Freepik: freepik

Para sejarawan menjelaskan bahwa sejak awal Islam, ibadah puasa ditetapkan untuk dijalani selama satu bulan penuh agar umat Muslim memiliki waktu yang cukup untuk membentuk kebiasaan spiritual, bukan sekadar menjalankan ibadah sesaat.

Beauties, Ramadan mengajarkan bahwa ibadah, waktu, dan sejarah saling terhubung membentuk makna yang lebih dalam dari sekadar menahan lapar dan haus. Semoga memahami asal-usul dan penetapan Ramadan membuat kamu menjalani bulan suci ini dengan kesadaran, ketenangan, dan semangat memperbaiki diri.

***

Mau jadi bagian dari Buzznesia Community di mana kamu bisa ikutan berbagai online dan offline event seru yang diadakan oleh Buzznesia/Beautynesia? Komunitas ini terbuka untuk umum, baik perempuan dan juga laki-laki, kami juga memiliki komunitas khusus untuk kamu yang masih berstatus mahasiswa/mahasiswi. Yuk, gabung ke Buzznesia Community. Caranya DAFTAR DI SINI! 

(ria/ria)
Komentar
0 Komentar TULIS KOMENTAR
Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama memberikan komentar.

RELATED ARTICLE