5 Kalimat Diucap Orang Manipulatif untuk Dapatkan Keinginannya dan Mengontrol Korban

Dimitrie Hardjo | Beautynesia
Kamis, 15 Jan 2026 12:30 WIB
2. “Maksudmu, aku pembohong?”
Kalimat seperti "Maksudmu, aku pembohong?". Kalimat ini diucap untuk memutarbalikkan kenyataan dan menarik perhatian ke penderitaannya./ Foto: Pexels.com/Timur Weber

Seorang yang manipulatif atau disebut juga manipulator selalu punya cara untuk "memainkan" pikiran dan perasaan mangsanya. Lewat kata-kata, dia bisa mengontrol situasi untuk mendapatkan apa yang diinginkan. Nggak jarang pula berujung pada gaslighting, yakni korban meragukan pikiran, ingatan, dan juga kewarasannya sendiri akibat kebohongan atau memutarbalikkan fakta.

Pernyataan yang dilontarkan seorang manipulator juga membentuk pola, Beauties. Dr. Deborah Vinall, Psy.D., LMFT, Kepala Bagian Psikologi di Recovered.org, mengatakan kepada Parade bahwa "[Manipulator] secara aktif menggunakan taktik untuk memanipulasi pengalaman, pemahaman, dan emosimu untuk mendapatkan apa yang mereka inginkan, tanpa mempedulikan dampaknya terhadapmu."

Ini dia sejumlah kalimat yang sering diucap orang manipulatif untuk mengontrol orang lain.

1. “Sikapmu berlebihan”

Kalimat seperti

Kalimat seperti "Sikapmu berlebihan". Kalimat ini diucap agar lawan bicara merasa bersalah./ Foto: Pexels.com/RDNE Stock Project

Seorang manipulator sering ditemukan dalam hubungan toksik, Beauties. Ketika ada yang marah karena alasan yang valid, contoh kalimat manipulator yang mungkin akan dikatakan seperti “Sikapmu berlebihan” atau “Kamu terlalu sensitif”. Mengutip dari YourTango, kalimat ini diucap untuk membuat lawan bicara merasa bersalah dan bisa dikategorikan sebagai gaslighting.

2. “Maksudmu, aku pembohong?”

Kalimat seperti

Kalimat seperti "Maksudmu, aku pembohong?". Kalimat ini diucap untuk memutarbalikkan kenyataan dan menarik perhatian ke penderitaannya./ Foto: Pexels.com/Timur Weber

Orang yang manipulatif juga berusaha menutupi kebohongannya dengan memutarbalikkan kenyataan. Alih-alih terus terang, mereka akan mengalihkan perhatian pada penderitaannya sendiri sehingga orang lain jadi lebih peduli terhadap perasaannya dibandingkan merasa curiga.

3. “Kalau kamu mencintaiku, kamu akan …”

Kalimat

Kalimat "Kalau kamu mencintaiku, kamu akan...". Kalimat ini akan membuat lawan bicara bingung dan mempertanyakan perasaan dan kepedulian mereka sendiri./ Foto: Pexels.com/Ron Lach

Jika kekasihmu mengucapkan kalimat ini, maka kamu perlu berhati-hati, Beauties. Sebab, kalimat ini merupakan bentuk manipulasi, Beauties, karena menumbuhkan rasa bersalah pada target. Psikolog Gina Radice-Vella, Psy.D. menjelaskan pada Parade, “Dengan mengaitkan permintaan dengan syarat yang memiliki nilai emosional tinggi, seperti cinta atau perhatian, manipulator membangkitkan rasa bersalah pada penerima.” Mendengar kalimat ini akan membuat lawan bicara bingung dan mempertanyakan perasaan dan kepedulian mereka sendiri.

4. “Setelah semua yang aku lakukan untukmu…”

Kalimat “Setelah semua yang aku lakukan untukmu…”. Kalimat ini menunjukkan perbuatan positif yang dilakukannya dahulu tidak didasarkan ketulusan, tapi hanya transaksi kewajiban.

Kalimat “Setelah semua yang aku lakukan untukmu…”. Kalimat ini menunjukkan perbuatan positif yang dilakukannya dahulu tidak didasarkan ketulusan, tapi hanya transaksi kewajiban./ Foto: Pexels.com/Alena Darmel

“Kata-kata ini digunakan untuk membuat rasa bersalah agar [korban] menuruti keinginan dengan menciptakan rasa kewajiban,” terang Dr. Vinall. Kalimat ini menunjukkan perbuatan positif yang dilakukannya dahulu tidak didasarkan ketulusan, melainkan sebagai transaksi kewajiban.

5. “Aku kira, kamu bisa dipercaya buat dukung aku terus”

Kalimat “Aku kira, kamu bisa dipercaya buat dukung aku terus”. Kalimat ini merupakan bentuk ekspektasi kesetiaan buta.

Kalimat “Aku kira, kamu bisa dipercaya buat dukung aku terus”. Kalimat ini merupakan bentuk ekspektasi kesetiaan buta./ Foto: Pexels.com/Timur Weber

Menjebak korban dengan rasa bersalah adalah cara yang diandalkan manipulator. Kalimat ini jadi contoh lainnya yang perlu kamu waspadai. Mereka akan menggoyahkan prinsip baik yang kamu punya dengan cara berekspektasi kamu akan tetap mendukungnya dan setia dalam hal apa pun, meski kamu tidak setuju terhadap perilakunya atau punya pemikiran lain.

Tetap berhati-hati ya, Beauties!

***

Ingin jadi salah satu pembaca yang bisa ikutan beragam event seru di Beautynesia? Yuk gabung ke komunitas pembaca Beautynesia B-Nation. Caranya DAFTAR DI SINI!

(dmh/dmh)
Komentar
0 Komentar TULIS KOMENTAR
Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama memberikan komentar.

RELATED ARTICLE