Empati adalah kemampuan untuk memahami perasaan, sudut pandang, dan pengalaman emosional orang lain tanpa harus benar-benar mengalami hal yang sama. Ciri orang empatik adalah bisa membayangkan bagaimana rasanya berada di situasi tersebut, memahami emosi yang muncul, lalu merespons dengan sikap yang tepat. Meskipun begitu, kamu yang empatik akan tetap bisa menyadari bahwa perasaan itu milik orang lain, sehingga tidak akan larut dalam emosi tersebut dan tetap mampu berpikir jernih dan menjaga batasan.
Banyak orang mengira tanda punya empati ditunjukkan lewat hal-hal besar, seperti memberi bantuan besar, membela secara terbuka, atau menunjukkan reaksi emosional yang kuat, padahal kenyataannya empati tidak selalu muncul dalam bentuk yang menarik perhatian.
Justru, dalam keseharian, empati kerap tercermin melalui kebiasaan-kebiasaan yang kecil tetapi dilakukan secara konsisten dan tulus. Dilansir dari The Vessel, inilah beberapa kebiasaan kecil yang menjadi ciri-ciri orang empatik tersebut!
Menyadari Perubahan Suasana Hati yang Tidak Disadari Orang Lain
|
Ciri orang empatik sering terlihat dari kemampuannya menyadari perubahan suasana hati yang tidak disadari orang lain/Foto: Freepik |
Kemampuan menyadari perubahan suasana hati yang luput dari perhatian orang lain merupakan salah satu tanda punya empati kuat. Kamu yang punya empati tinggi dapat merasakan ketegangan di sebuah ruangan bahkan sebelum percakapan dimulai. Kamu peka terhadap isyarat kecil, seperti senyum yang tidak sepenuhnya tulus atau jeda halus sebelum seseorang mengatakan bahwa dirinya baik-baik saja.
Olga Valadon di Harvard Business Review menjelaskan, empati membuat seorang pemimpin mampu membangun hubungan yang benar-benar bermakna dengan anggota timnya alih-alih sekadar hubungan kerja yang formal. Dengan memahami perasaan, sudut pandang, dan kondisi masing-masing individu, pemimpin dapat menumbuhkan rasa percaya yang kuat di dalam tim. Selain itu, empati membantu pemimpin menghadapi dinamika hubungan antarindividu dengan sikap penuh kepedulian dan pengertian tanpa harus memiliki pengalaman yang sama dengan anggota timnya.