5 Kebiasaan Orang Iri saat Melihat Kesuksesan Orang Lain

Nindya Putri Hermansyah | Beautynesia
Selasa, 10 Feb 2026 09:00 WIB
2. Kritik Pedas yang Menjatuhkan
Ilustrasi mengkritik/Freepik: KamranAydinov

Beauties, pernah nggak sih kamu merasa atau melihat orang lain bereaksi aneh ketika seseorang di sekitarnya mencapai kesuksesan besar? Kadang respons itu justru bukan dukungan yang tulus, melainkan sesuatu yang lebih dalam, tersembunyi, atau bahkan bersifat merusak hubungan sosial.

Sensasi iri akibat melihat kesuksesan orang lain tidak hanya sekadar “cemburu biasa”, tapi bisa memicu berbagai kebiasaan psikologis yang kompleks saat berhadapan dengan prestasi orang lain. Lalu tahukah kamu, perilaku ini sudah banyak diteliti dalam psikologi sosial modern untuk melihat dampak nyata di kehidupan kita sehari‑hari?

Beauties, kenapa sih perilaku itu muncul dan seperti apa wujud nyata kebiasaan orang yang merasa iri saat melihat kesuksesan orang lain, yuk kita bahas satu per satu?

1. Meremehkan Kesuksesan Orang Lain

Ilustrasi meremehkan/Freepik: DC Studio

Beauties, salah satu kebiasaan orang yang iri adalah meremehkan keberhasilan orang lain. Misalnya, mereka bilang “Ah itu cuma keberuntungan” atau “Pasti dibantu orang dalam.” Padahal pencapaian itu nyata, tapi orang yang iri merasa terancam dan ingin menurunkan nilai kesuksesan itu supaya mereka tidak merasa kalah.

Menurut penelitian Niels van de Ven dari Tilburg University, perilaku ini termasuk malicious envy, yaitu iri yang bisa membuat orang ingin menjatuhkan orang lain daripada belajar dari keberhasilan mereka. Jadi, meremehkan bukan soal fakta, tapi soal cara mereka melindungi harga diri mereka sendiri. 

2. Kritik Pedas yang Menjatuhkan

Ilustrasi mengkritik/Freepik: KamranAydinov

Beauties, kadang orang iri tidak langsung meremehkan, tapi memberi kritik pedas. Kritik ini bukan untuk membangun, tapi justru membuat orang yang sukses merasa minder atau nggak percaya diri. Misalnya komentar yang menyinggung kemampuan atau hasil kerja seseorang secara berlebihan.

Dilansir dari studi Niels van de Ven di jurnal Emotionn, ini bentuk iri di mana orang merasa terancam oleh pencapaian orang lain dan mencoba menurunkan semangat mereka, bukan termotivasi untuk memperbaiki diri sendiri. Jadi kritik ini lebih untuk melindungi harga diri si pengkritik. 

3. Pura-Pura Tidak Peduli atau Sinis

Ilustrasi sinis/Freepik: freepik

Ada juga orang yang iri pura-pura acuh atau sinis. Misalnya, saat kamu cerita tentang pencapaianmu, mereka cuma bilang, “Oh ya? Gitu aja?” atau terlihat nggak tertarik. Sebenarnya, mereka sedang merasa tidak nyaman atau terancam, tapi mencoba menutupinya dengan bersikap dingin.

Robin Kowalski, psikolog dari Clemson University, menjelaskan di BBC bahwa sikap ini muncul karena orang ingin menutupi rasa kagum atau takut kalah. Jadi, sinis atau acuh bukan berarti mereka benar-benar nggak peduli, tapi cara mereka menenangkan diri sendiri.

4. Menyebarkan Gosip atau Menjelekkan

Ilustrasi menyebarkan gosip/stylecraze.com: Narcy B Irwin

Beauties, kalau iri sudah parah, ada orang yang sampai menyebarkan gosip atau cerita negatif tentang orang yang sukses. Misalnya, mereka mencari kesalahan kecil dan menceritakannya ke orang lain supaya citra orang itu menurun. Tujuannya bukan memperbaiki diri sendiri, tapi membuat orang lain terlihat lebih rendah.

Dilansir dari kajian Cambridge Cor, penelitian menunjukkan perilaku ini disebut social undermining, dan biasanya terjadi karena orang yang iri merasa pencapaian orang lain mengancam harga diri mereka. Dengan menyebarkan gosip, mereka merasa lebih aman dan “seimbang” secara psikologis.

5. Fokus pada Kekurangan Orang yang Sukses

Ilustrasi mencari kesalahan/Freepik: jcomp

Alih-alih senang melihat keberhasilan orang lain, orang yang iri sering memperhatikan kesalahan atau kekurangan orang sukses. Misalnya mereka menyoroti hal kecil yang salah atau kurang sempurna, padahal pencapaiannya luar biasa. Tujuannya supaya mereka merasa lebih aman dan tidak kalah dibanding orang itu.

Social Comparison Bias menjelaskan bahwa perilaku ini terjadi karena orang yang iri ingin menjaga harga diri. Fokus pada kekurangan orang lain membuat mereka merasa lebih baik, padahal sebenarnya ini bisa merusak hubungan dan membuat suasana sosial jadi negatif.

Beauties, perilaku iri memang wajar, tapi kamu bisa memilih untuk menjadikannya motivasi. Yuk, jadikan kesuksesan orang lain sebagai inspirasi untuk terus berkembang! 

***

Mau jadi bagian dari Buzznesia Community di mana kamu bisa ikutan berbagai online dan offline event seru yang diadakan oleh Buzznesia/Beautynesia? Komunitas ini terbuka untuk umum, baik perempuan dan juga laki-laki, kami juga memiliki komunitas khusus untuk kamu yang masih berstatus mahasiswa/mahasiswi. Yuk, gabung ke Buzznesia Community. Caranya DAFTAR DI SINI! 

(ria/ria)
Komentar
0 Komentar TULIS KOMENTAR
Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama memberikan komentar.

RELATED ARTICLE