5 Kebiasaan Sehari-hari ala Orang Jepang yang Bikin Awet Muda dan Bahagia

Sierra Ayuningtyas Muktisari | Beautynesia
Kamis, 26 Mar 2026 13:00 WIB
5. Menerapkan Teknik 'Osoji'
Menerapkan teknik osoji/ Foto: freepik.com

Negara  Jepang  memiliki berbagai daya tarik tersendiri yang membuat orang-orang dari berbagai negara terpikat, Beauties. Mulai dari kebudayaan, kuliner, tradisi setempat, lokasi wisata, dan masih banyak lagi.

Bahkan, tidak sedikit orang yang tertarik dengan gaya hidup hingga kebiasaan orang-orang Jepang yang dianggap menyehatkan untuk tubuh, membuat kehidupan menjadi lebih bahagia, bahkan awet muda.

Melansir dari Oishya, pola makan sehat ala Jepang dipercaya bisa membuat orang-orang menjadi awet muda bahkan panjang umur, lho. Hal tersebut karena pola makan ala orang Jepang terdiri dari makanan-makanan yang kaya nutrisi, seimbang, serta diikuti dengan metode makan yang tidak berlebihan namun tetap memenuhi kebutuhan nutrisi tubuh.

Tidak hanya pola makan, ada juga kebiasaan lainnya dari orang-orang Jepang yang bisa membuat kamu awet muda hingga menjalani hidup yang lebih bahagia, Beauties. Mengutip dari laman VegOut, simak penjelasannya berikut ini.

1. Makan Tidak Sampai Kenyang

Kebiasaan menyajikan makanan dalam porsi kecil namun beragam membantu orang Jepang menikmati berbagai jenis makanan tanpa berlebihan. Pola ini mendorong keseimbangan nutrisi dan kontrol kalori yang alami.

Makan tidak sampai kenyang/ Foto: freepik.com

Salah satu kebiasaan makan ala orang Jepang yang baik untuk kesehatan yakni makan tidak sampai kenyang atau makan hanya hingga 80% kenyang. Hal ini dilakukan untuk mencegah makan berlebihan dan agar orang-orang lebih menghargai makanan itu sendiri, dengan menikmati setiap gigitan dan kunyahan yang dilakukan.

2. Rutin Berjalan Kaki

Banyak orang sudah rutin jalan kaki tapi berat badannya tak kunjung turun. Ternyata, ada beberapa kebiasaan kecil yang tanpa disadari membuat pembakaran kalori jadi tidak optimal. Dengan mengenali kesalahan saat berjalan, kamu bisa memperbaiki teknik dan mendapatkan hasil yang lebih efektif.

Rutin berjalan kaki/ Foto: freepik.com

Masyarakat Jepang kerap berjalan kaki dalam aktivitas sehari-hari mereka. Mulai dari pergi ke pasar, menuju kantor pos, menghampiri stasiun kereta, dan masih banyak lagi.

Rutin berjalan kaki tidak hanya baik untuk kesehatan tubuh, namun juga bisa meningkatkan suasana hati karena melihat pemandangan menyenangkan hingga penyegaran yang mungkin tidak diperoleh saat berdiam diri di rumah.

3. Menerapkan Prinsip Kaizen

Menciptakan suasana tenang sebelum tidur bantu tidur nyenyak. Bisa dengan membaca buku, meredupkan lampu/Foto: freepik.com/freepik

Menerapkan prinsip kaizen/ Foto: freepik.com

Kaizen berarti perbaikan yang dilakukan terus-menerus untuk mendapatkan hasil yang lebih baik. Dengan menerapkan prinsip ini, kamu bisa memperoleh peningkatan dalam kehidupan sehari-hari, Beauties.

Tidak perlu hal besar, prinsip kaizen bisa kamu terapkan melalui hal-hal sederhana terlebih dahulu. Misalnya, membaca 10 halaman buku sebelum tidur untuk meningkatkan kebiasaan membaca, mencoba salah satu jenis sayuran yang kurang kamu sukai saat makan siang untuk bisa ‘belajar’ menyukai rasanya, atau memilih menggunakan tangga alih-alih eskalator untuk bisa lebih banyak bergerak.

4. Menerapkan Prinsip 'Omoiyari'

Di Jepang, waktu makan bukan sekadar memenuhi kebutuhan perut, tapi juga sarana bersosialisasi. Berbagi makanan membantu orang makan lebih lambat dan secukupnya.

Menerapkan prinsip omoiyari/ Foto: freepik.com

Omoiyari adalah konsep fundamental dalam budaya Jepang yang mewujudkan empati mendalam dan kemampuan untuk mengantisipasi kebutuhan orang lain.

Lebih dari sekadar simpati atau kesopanan, omoiyari adalah tentang memahami secara intuitif apa yang mungkin dirasakan orang lain dan bertindak dengan cara yang membawa kenyamanan, bahkan tanpa diminta, Beauties.

Prinsip ini tertanam kuat dalam masyarakat Jepang yang membentuk cara orang berinteraksi di tempat kerja, ruang publik, hingga keluarga. Omoiyari juga mengarah pada bersikap baik untuk menjaga solidaritas sosial dengan mempertimbangkan orang lain sebelum bertindak.

5. Menerapkan Teknik 'Osoji'

Membersihkan rumah lebih sering bisa menjadi tanda orang kesepian. Aktivitas ini sering dijadikan pelarian dari stres dan ketidaknyamanan dalam hubungan.

Menerapkan teknik osoji/ Foto: freepik.com

Osoji merupakan tradisi ala Jepang tentang membersihkan rumah di akhir tahun. Lebih dari sekadar membersihkan rumah, ritual ini melambangkan penyucian dan pembaharuan menjelang tahun yang baru, Beauties.

Selain itu, Osoji juga sarat akan makna spiritual dan praktis yang mencerminkan pendekatan Jepang terhadap rasa hormat dan harmoni dengan lingkungan sekitar.

Meskipun Osoji identik dengan membersihkan rumah di tahun baru, semangat atau motivasi di baliknya tetap bisa kamu wujudkan setiap hari, Beauties.

Alih-alih membiarkan rumah terlihat kacau dan berantakan, kamu bisa membiasakan diri untuk membersihkan hal-hal sederhana di rumah mulai dari mengelap meja, melipat lap piring, membersihkan debu dari permukaan, dan lainnya.

Dengan kondisi rumah yang bersih dan rapi, hal tersebut akan membantu kamu menjernihkan pikiran.

---

Mau jadi bagian dari Buzznesia Community di mana kamu bisa ikutan berbagai online dan offline event seru yang diadakan oleh Buzznesia/Beautynesia? Komunitas ini terbuka untuk umum, baik perempuan dan juga laki-laki, kami juga memiliki komunitas khusus untuk kamu yang masih berstatus mahasiswa/mahasiswi. Yuk, gabung ke Buzznesia Community. Caranya DAFTAR DI SINI!

(sim/sim)
Komentar
0 Komentar TULIS KOMENTAR
Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama memberikan komentar.

RELATED ARTICLE