sign up SIGN UP

5 Kesalahan Pola Asuh Orangtua yang Dapat Ciptakan Trust Issue pada Anak

Novianty Aulia Anjani | Beautynesia
Minggu, 12 Jun 2022 20:30 WIB
5 Kesalahan Pola Asuh Orangtua yang Dapat Ciptakan Trust Issue pada Anak
caption

Tidak cuma pengalaman dikhianati oleh orang lain atau asing, rupanya masalah kepercayaan atau trust issue justru bisa datang dari ruang terdekat yakni orangtua. 

Ya, tidak jarang keinginan orangtua untuk membentuk sikap baik pada anak justru berujung pada tekanan yang begitu menyiksa. Pola asuh yang tidak benar dapat berisiko mengganggu emosional anak dan berakhir pada trust issue

Sebelum berdampak terlalu jauh, kenali 5 kesalahan orangtua yang menyebabkan trust issue pada anak. 

Terlalu Mencampuri Ruang Pribadi Anak 

Bukannya terlindungi, sang anak akan terbiasa berbohong ketika orang tua terlalu mencampuri urusannya.
Tidak adanya ruang privasi untuk anak/Foto:Freepik.com/Freepik


Rasa khawatir orang tua yang berlebihan seringkali berujung pada pengekangan yang akhirnya justru memunculkan kebiasaan berbohong pada diri anak. 

Ketidakmampuan orang tua untuk menghargai ruang privasi anak membuat anak merasa dicurigai akan sesuatu yang padahal belum tentu salah. Semakin dikekang, semakin sulit pula ikatan kepercayaan muncul antara anak dengan orangtua. 

Memarahi Anak di Depan Banyak Orang

Memarahi anak di depan banyak orang hanya akan menyakiti hati sang anak.
Menegur anak di depan banyak orang/Foto:Freepik.com/Master1305


Dengan niat membuat jera, beberapa orangtua sengaja memarahi anak di depan orang banyak. Tidak hanya malu, kebiasaan ini juga berpotensi membuat anak merasa tidak aman sekalipun dengan orang tuanya sendiri. 

Melansir dari laman Readers Digest, tindakan orang tua mempermalukan anak di depan orang lain menjadi penyebab utama dari adanya krisis kepercayaan akibat perkembangan emosional yang tidak berjalan dengan baik.

Membuat Janji yang Tidak Ditepati

Membohongi anak dengan terus membuat janji hanya akan membuat orang tua semakin tidak dipercaya.
Sering berjanji namun tidak ditepati/Foto:Freepik.com/Freepik


Menjadikan janji sebagai motivasi anak dalam meraih sesuatu terasa wajar dilakukan. Namun menjadi salah ketika orangtua terbiasa menawarkan sesuatu, tanpa ada usaha untuk mewujudkannya. 

Janji yang tidak terlaksana ketika sang anak sudah mencapai apa yang diharapkan orangtua menjadi ancaman yang merusak kepercayaan. Akibatnya, anak merasa tidak dihargai dan sulit untuk percaya kepada keluarga ataupun orang lain.

Merendahkan Pilihan Anak 

Memandang rendah keputusan anak membuat mereka meragukan kemampuannya sendiri.
Tidak menghargai keputusan anak/Foto:Freepik.com/Etonastenka


Perbedaan pendapat seringkali berakhir dengan kebiasaan orangtua yang merendahkan keputusan anak. Bukannya merasa terarahkan, hal tersebut justru bisa menyakiti keyakinan diri sang anak. 

Terbiasa menilai pendapat anak hanya dengan sudut pandang orangtua semata hanya akan membuat anak malu dan terus mempertanyakan harga dirinya akibat selalu diragukan oleh orangtuanya sendiri.

Melibatkan Anak dalam Perdebatan

Melibatkan anak dalam sebuah pertengkaran akan meninggalkan luka batin yang berdampak pada emosionalnya.
Melibatkan anak dalam perdebatan/Foto:Freepik.com/Galitskaya


Setiap perdebatan bisa meninggalkan trauma tersendiri ketika disaksikan langsung oleh sang anak. Dikutip dari laman Times of India, pertengkaran orang tua berisiko meninggalkan luka pada inner child yang membuat anak meragukan segala ikatan dalam hidupnya. 

Sementara orangtua ialah gambaran atau contoh bagi anak, karenanya sebisa mungkin jangan melibatkan anak pada sebuah pertengkaran atau mereka akan kehilangan rasa dicintai dan kasih sayang dari keluarganya sendiri. 

---

Ingin jadi salah satu pembaca yang bisa ikutan beragam event seru di Beautynesia? Yuk gabung ke komunitas pembaca Beautynesia B-Nation. Caranya DAFTAR DI SINI!

(fip/fip)

Our Sister Site

mommyasia.id