5 Pertanyaan Finansial yang Wajib Dijawab Perempuan Usia 20-30an

Dewi Maharani Astutik | Beautynesia
Minggu, 08 Feb 2026 11:30 WIB
“Apa Kebiasaan Menabung yang Sebaiknya Aku Mulai Sekarang?”
Menabung secara rutin membantu membangun kemandirian finansial dari waktu ke waktu/Foto: Unsplash/Israt Jahan Nisha

Di usia 20-30an, banyak perempuan mulai menghadapi fase hidup penuh keputusan penting, termasuk soal urusan keuangan. Mulai dari penghasilan pertama, cicilan, tabungan, sampai rencana masa depan seperti pendidikan lanjutan, pernikahan, atau investasi, semuanya butuh pertimbangan matang.

Tidak sedikit yang masih bingung harus mulai dari mana, atau terjebak pada pola “hidup untuk hari ini” tanpa memikirkan konsekuensi jangka panjang. Padahal, justru di rentang usia inilah literasi keuangan dan stabilitas finansial paling ideal untuk dibangun.

Nah, sebelum terlambat, yuk, kenali pertanyaan finansial penting yang wajib dipikirkan perempuan usia 20-30an demi kemandirian finansial seperti yang dilansir dari Morrows berikut!

“Apakah Aku Sudah Mulai Menyiapkan Dana Pensiun Cukup Dini?”

Waktu adalah aset terbesar untuk mencapai kemandirian finansial. Menyisihkan dana pensiun sejak awal dan menggabungkan beberapa rekening memudahkan pengelolaan serta menghindari biaya ganda. Strategi ini juga membantu membangun disiplin menabung sambil menumbuhkan aset lebih cepat.
Memulai tabungan pensiun sejak dini jadi kunci membangun kemandirian finansial/Foto: Unsplash/Natasha Hall

Pertanyaan ini penting karena waktu sebenarnya adalah aset terbesar dalam membangun masa depan dan kemandirian finansial. Makin cepat seseorang mulai menyisihkan dana ke tabungan pensiun, makin besar keuntungan yang bisa diperoleh dari efek bunga majemuk seiring berjalannya waktu.

Langkah pertama yang wajib dilakukan tentu saja memastikan kita sudah punya akun dana pensiun terlebih dahulu, entah melalui BPJS Ketenagakerjaan, DPLK, atau produk pensiun lain. Setelah itu, biasakan cek saldo secara rutin agar tidak ada iuran yang tertinggal.

Kalau ternyata punya lebih dari satu rekening pensiun, lebih baik digabungkan supaya lebih mudah dikelola dan tidak kena biaya administrasi ganda. Pastikan juga perusahaan tempat kita bekerja menyetorkan iuran dengan benar.

Kalau ada rezeki lebih, menambah simpanan pensiun lewat potongan gaji otomatis atau investasi pribadi bisa jadi strategi pintar. Selain menumbuhkan aset lebih cepat, cara ini juga bikin kita disiplin.

Jangan lupa, menunjuk ahli waris resmi itu penting agar dana pensiun bisa sampai ke orang yang kita pilih jika terjadi sesuatu. Perlu diingat, di Indonesia masih banyak perempuan yang akhirnya memiliki tabungan pensiun lebih sedikit dibanding pria, salah satunya karena jeda kerja saat menikah atau mengurus keluarga. 

“Haruskah Aku Berinvestasi Lebih Banyak?”

Memulai investasi di usia 20-an hingga 30-an membantu membangun fondasi finansial yang kuat/Foto: Unsplash/Windows

Banyak perempuan mengaku menyesal tidak memulai investasi lebih awal ketika sebenarnya usia 20-an dan 30-an adalah waktu yang tepat untuk meletakkan fondasi finansial. Jika kamu membiasakan diri menabung dan berinvestasi sejak dini, uangmu memiliki lebih banyak waktu untuk bertumbuh dan secara perlahan kamu akan membangun rasa percaya diri dalam mengelola keuangan.

Di tahap hidup ini, strategi investasi sebaiknya lebih fokus pada pertumbuhan karena kamu punya cukup waktu untuk menghadapi fluktuasi pasar. Dengan mengambil pendekatan jangka panjang dan bersedia menanggung risiko lebih tinggi, peluang untuk mendapatkan hasil lebih optimal juga makin besar.

Untuk mulai membangun kemampuan dan kepercayaan diri dalam berinvestasi, ada beberapa langkah yang bisa dicoba. Pertama, jangan ragu untuk membicarakan soal uang dengan teman, keluarga, atau penasihat keuangan yang terpercaya karena percakapan ini bisa memberi kejelasan dan mendorongmu untuk bertindak.

Berikutnya, pertimbangkan berbagai opsi seperti dana kelolaan atau ETF, yang menawarkan diversifikasi bahkan untuk investor pemula. Terakhir, buatlah kontribusi investasi otomatis agar kebiasaan menabung dan berinvestasi bisa berjalan konsisten. Ingat, makin cepat kamu mulai, makin kuat efek compounding yang bekerja untukmu sehingga tujuan jangka panjang pun lebih mudah dicapai.

“Haruskah Aku Melunasi Utang Pendidikan atau Membeli Properti Investasi?”

Stabilitas finansial menjadi dasar saat memutuskan antara melunasi utang pendidikan atau mulai investasi properti/Foto: Unsplash/Sasun Bughdaryan

Di Indonesia, pinjaman pendidikan biasanya dikenai bunga dan biaya administrasi, jadi meskipun terkadang tidak mendesak untuk langsung dilunasi, besarnya bunga membuat sebagian orang mempertimbangkan untuk menuntaskan utang lebih awal. Namun, jika utang pendidikan masih bisa dikelola dan kondisi keuanganmu stabil, membeli properti investasi bisa menjadi langkah cerdas untuk mulai membangun kekayaan jangka panjang. 

Strategi di atas paling ideal jika kamu memiliki penghasilan stabil, sudah menyiapkan dana muka, dan arus kas yang sehat. Di sisi lain, jika saldo pinjaman pendidikanmu kecil atau hampir tuntas, melunasinya bisa membantu meningkatkan kemampuanmu untuk meminjam di masa depan atau membuat kondisi keuangan lebih sederhana dan jelas.

Pada akhirnya, tidak ada jawaban tunggal yang cocok untuk semua orang. Keputusan terbaik sangat bergantung pada tujuan pribadi dan situasi keuangan saat ini. Konsultasi dengan penasihat keuangan dapat membantu menilai pilihan, memahami risiko dan manfaat, serta merencanakan langkah berikutnya.

“Apa Kebiasaan Menabung yang Sebaiknya Aku Mulai Sekarang?”

Menabung secara rutin membantu membangun kemandirian finansial dari waktu ke waktu/Foto: Unsplash/Israt Jahan Nisha

Pertama, usahakan menabung minimal 15 persen dari gajimu, jika memungkinkan. Tidak masalah memulai dari jumlah kecil, yang penting adalah konsistensi, dan seiring penghasilan meningkat, tingkatkan pula kontribusi tabunganmu. Meskipun sedikit, akumulasi tabungan tersebut akan sangat membantu di masa depan.

Selanjutnya, penting untuk memiliki dana darurat yang cukup untuk menutupi pengeluaran selama 3-6 bulan sehingga kamu tetap aman saat situasi tak terduga terjadi. Untuk mempermudah pengelolaan, gunakan alat atau aplikasi pengelola budget agar pengeluaran dapat dipantau dengan jelas.

“Jika Aku Menikah atau Memiliki Pasangan, Apakah Sebaiknya Kami Menggabungkan Uang Kami?”

Kemandirian finansial tetap penting meski ada rekening bersama dengan pasangan/Foto: Unsplash/Ninthgrid

Pertanyaan ini tidak memiliki jawaban tunggal karena setiap pasangan memiliki kondisi dan kebutuhan yang berbeda. Banyak orang merasa nyaman dengan keuangan bersama, tetapi menjaga kemandirian finansial tetap penting. Tetaplah memiliki rekening bank dan kartu kredit atas namamu sendiri untuk membangun sejarah kredit pribadi.

Selain itu, pastikan akun pensiun juga tetap tercatat atas namamu. Salah satu cara yang bisa diterapkan adalah pendekatan “Aku, Kamu, Kita”, yaitu kombinasi antara rekening bersama dan rekening individu yang memungkinkanmu tetap mandiri sambil mengejar tujuan finansial bersama.

***

Ingin jadi salah satu pembaca yang bisa ikutan beragam event seru di Beautynesia? Yuk, gabung ke komunitas pembaca Beautynesia, B-Nation. Caranya DAFTAR DI SINI!

(naq/naq)
Komentar
0 Komentar TULIS KOMENTAR
Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama memberikan komentar.

RELATED ARTICLE