5 Tips Mempererat Hubungan dengan Orang Tua saat Kita Dewasa

Justina Nur | Beautynesia
Minggu, 03 May 2026 11:30 WIB
Selalu Ingat Bahwa Kamu Tidak Bisa Mengontrol Semua Hal
Orang tua adalah orang lain meski mereka orang tuamu, jadi kamu tidak bisa berkuasa untuk mengubah mereka./ Foto: Freepik.com

Mengelola hubungan dengan orang tua, apalagi bagi kita yang mungkin tidak tumbuh dalam keluarga yang ideal, tentu cukup terasa membingungkan. Di satu sisi, mereka adalah orang tua yang telah mengasuh kita, tapi di sisi lain luka yang hadir saat mereka mengasuh kita masih terasa di dalam hati.

Selain itu, bagi kamu yang tumbuh di keluarga yang suportif, tentu mengalami kebingungan tersendiri. Ketika sudah dewasa, hubungan dengan orang tua sering kali ikut berubah. Dulu yang semula selalu dekat, sekarang jadi terasa lebih berjarak, apalagi kini kamu harus bisa tumbuh dewasa dan mandiri. 

Di sisi lain, ada orang tua yang masih merasa anak mereka adalah anak kecil yang tetap perlu diarahkan meski sekarang sudah dewasa. Perbedaan sudut pandang ini akhirnya justru memicu miskomunikasi yang tidak perlu. 

Jika kamu mengalami beberapa hal di atas, jangan khawatir. Pasalnya, bukan hanya kamu yang mengalaminya. Di usia dewasa ini kita tetap bisa memiliki kesempatan untuk membangun hubungan yang lebih sehat dengan orang tua, berikut caranya.

Jalin Komunikasi yang Efektif

Komunikasi adalah kunci menjaga hubungan dengan orang tua tetap kuat dan bertahan lama./ Foto: Freepik.com

Komunikasi adalah kunci menjaga hubungan dengan orang tua tetap kuat dan bertahan lama. Cobalah untuk membangun komunikasi yang sehat dengan mereka, itu artinya kamu mampu menyampaikan perasaan dan emosi secara jelas, terbuka, dan jujur. Dengan begitu, akan tercipta ruang yang aman untuk saling berbicara dan memahami satu sama lain.

Selain itu, kamu juga bisa mengekspresikan kasih sayang sesuai dengan love language mereka. Contohnya, jika mereka memiliki love language kata-kata afirmasi, kamu bisa mencoba mengatakan apresiasi terhadap perjuangan mereka selama ini.

Pahami Sudut Pandang Mereka

Dengan saling memahami setiap orang akan merasa pendapatnya didengar, dihargai, dan dimengerti./ Foto: Freepik.com/prostooleh

Dilansir dari Infinite Therapeutic Services, penting bagi kita sebagai anggota keluarga untuk memahami perspektif satu sama lain untuk memperkuat komunikasi dan hubungan.

Dengan memahami, setiap orang yang terlibat dalam percakapan akan merasa pendapatnya didengar, dihargai, dan dimengerti. Selain itu, penting juga untuk menghindari sikap terlalu mengkritik, meremehkan, menghindar atau diam, dan defensif.

Empat sikap itu bisa merusak komunikasi dan akhirnya justru memperbesar konflik. Sebagai gantinya, coba gunakan cara yang lebih sehat seperti memulai percakapan dengan lembut, ungkapkan apresiasi, dan tenangkan diri saat emosi memuncak, serta berani bertanggung jawab ketika melakukan kesalahan.

Selalu Ingat Bahwa Kamu Tidak Bisa Mengontrol Semua Hal

Orang tua adalah orang lain meski mereka orang tuamu, jadi kamu tidak bisa berkuasa untuk mengubah mereka./ Foto: Freepik.com

Orang tuamu tetaplah orang tuamu, itu artinya kamu tidak selalu berkuasa untuk mengubah mereka, begitu pula mereka terhadap kamu. Mereka tidak berkuasa untuk mengubahmu meski kamu adalah anak mereka.

Hal yang bisa kita lakukan untuk menjaga hubungan tetap baik adalah dengan melindungi diri sendiri, baik dengan menjaga jarak atau menetapkan batasan. 

Jika mereka tidak mampu membalas usahamu dengan sesuatu yang kamu harapkan, sebaiknya relakan. Fokuslah pada hal yang bisa kamu kendalikan, yaitu respon dari dirimu sendiri.

Tidak semua situasi dalam keluarga bisa diperbaiki. Jadi, jangan merasa semua hal buruk di keluarga harus diperbaiki dan jadi tanggung jawabmu. Hal penting yang harus dilakukan adalah kamu tetap bersikap baik dalam batasan yang sehat.

Jaga Batasan dan Bersikap Baik 

Kamu bisa tetap tegas dalam menjaga batasan dan tidak selalu menuruti permintaan mereka jika hal itu melebihi batasanmu. / Foto: Freepik.com

Dilansir dari BBC, tetaplah bersikap baik dan penuh dengan empati kepada orang tua. Di sisi lain, kamu juga bisa tetap tegas tentang apa yang bisa dan tidak bisa kamu lakukan terhadap permintaan mereka.

Misalnya, kamu boleh memilih untuk tidak mengangkat telepon mereka, jika kamu tahu sedang dalam kondisi mental yang tidak sehat, apalagi saat mereka mengajakmu melakukan percakapan yang sulit.

Mungkin saat awal menerapkan batasan terhadap orang tua, kamu merasa canggung bahkan bersalah, apalagi jika kamu memang tidak pernah melakukan hal ini sebelumnya. Namun, bagi orang dewasa, sekarang kamu bertanggung jawab atas dirimu sendiri sehingga kamu berhak melindungi diri.

Berhenti Mencoba Menyenangkan Mereka Terus-menerus

Hindari mencoba menyenangkan orang tua terus-menerus./ Foto: Freepik.com/shurkin_son

Cobalah menerapkan batasan dan membuat keputusan yang bisa kamu tanggung serta tidak mencoba menyenangkan orang tua terus menerus./ Foto: Freepik.com/shurkin_son

Sebagai seorang anak, wajar jika kamu ingin membuat orang tua senang, bahagia, dan bangga. Akan tetapi, bagaimana kalau nilai dan tujuan hidup kalian justru berbeda? Kamu tidak akan pernah bisa sepenuhnya memenuhi ekspektasi mereka.

Oleh karena itu, cobalah menerapkan batasan dan membuat keputusan yang bisa kamu tanggung dan kamu bahagia karenanya. Jika kamu berprinsip kebahagiaanmu bergantung atas kebahagiaan mereka, kamu bisa terjebak selamanya dalam mencari validasi yang mungkin tidak pernah terwujud.

Itu tadi Beauties, deretan tips yang bisa kamu terapkan untuk mempererat hubungan dengan orang tua saat kita dewasa.

***

Mau jadi bagian dari Buzznesia Community di mana kamu bisa ikutan berbagai online dan offline event seru yang diadakan oleh Buzznesia/Beautynesia? Komunitas ini terbuka untuk umum, baik perempuan dan juga laki-laki, kami juga memiliki komunitas khusus untuk kamu yang masih berstatus mahasiswa/mahasiswi. Yuk, gabung ke Buzznesia Community. Caranya DAFTAR DI SINI! 

(dmh/dmh)
Komentar
0 Komentar TULIS KOMENTAR
Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama memberikan komentar.

RELATED ARTICLE