5 Waktu Terbaik untuk Journaling Sesuai Kebutuhan

Nina T | Beautynesia
Selasa, 09 Jun 2026 17:15 WIB
2. Malam Hari untuk Refleksi
Menulis jurnal di malam hari untuk refleksii/Foto: Magnific.com/freepik

Journaling adalah kebiasaan menulis yang semakin banyak dilakukan sebagai bagian dari rutinitas perawatan diri. Lebih dari sekadar mencatat aktivitas harian, journaling terbukti membawa manfaat nyata bagi kesehatan mental dan fisik.

Melansir dari laman Be More with Less, kebiasaan ini dapat membantu menurunkan tekanan darah, mengurangi stres, meningkatkan kualitas tidur, dan mendukung pengelolaan emosi sehari-hari. Namun, banyak yang masih bertanya-tanya kapan waktu paling tepat untuk mulai menulis jurnal. Jawaban terbaiknya adalah waktu yang paling memungkinkan kamu untuk benar-benar melakukannya secara konsisten.

1. Pagi Hari untuk Menyiapkan Diri

Journaling di pagi hari memberikan keuntungan karena pikiran masih dalam kondisi segar dan belum terpengaruh oleh berbagai hal dari luar. Melansir dari laman Vanilla Papers, pagi adalah waktu ketika ego masih dalam fase bangun, sehingga tulisan yang dihasilkan cenderung lebih jujur dan langsung.

Sesi journaling di pagi hari juga membantu kamu menetapkan prioritas dan niat untuk menghadapi hari. Melansir dari laman Journaling Saves, menulis jurnal di pagi hari berfungsi seperti persiapan untuk melakukan suatu hari. Kamu bisa memilih fokus energi dan menyiapkan diri secara mental sebelum berinteraksi dengan dunia luar.

Waktu yang dibutuhkan pun nggak harus panjang. Cukup lima menit menulis setiap pagi secara konsisten sudah bisa memberikan momentum yang cukup untuk menjadikan journaling sebagai bagian dari rutinitasmu, Beauties.

2. Malam Hari untuk Refleksi

Refleksi diri atau menulis jurnal di malam hari bisa bantu kamu untuk tahu apa saja yang sudah dilakukan. Ini bisa memperlihatkan progres kamu dalam mencapai kesuksesan.

Menulis jurnal di malam hari untuk refleksii/Foto: Magnific.com/freepik

Bagi yang bukan tipe pagi, journaling di malam hari bisa menjadi pilihan yang sama efektifnya. Melansir dari laman Vanilla Papers, menulis jurnal di malam hari memungkinkan kamu untuk merefleksikan peristiwa yang sudah terjadi dan mengidentifikasi pelajaran berharga dari hari tersebut.

Sesi journaling malam juga terbukti bermanfaat untuk kualitas tidur. Ketika kamu menuliskan kekhawatiran sebelum tidur, pikiran menjadi lebih tenang dan kamu bisa tidur tanpa beban di kepala. Kebiasaan ini membantu melepaskan tekanan hari itu sebelum beristirahat.

Malam hari juga adalah waktu yang ideal untuk menulis manifestasi atau refleksi mendalam karena pikiran bawah sadar lebih aktif menjelang tidur. Ini menjadikan journaling malam sebagai ruang yang tepat untuk membayangkan tujuan dan kehidupan yang ingin kamu wujudkan, Beauties.

3. Waktu Istirahat Siang untuk Penyesuaian

Waktu makan siang atau istirahat di tengah hari sering kali terlewat begitu saja. Melansir dari laman Journaling Saves, waktu ini sebenarnya bisa dimanfaatkan dengan sangat baik untuk journaling singkat, terutama bagi kamu yang jadwal pagi dan malamnya sudah cukup padat.

Journaling di siang hari memungkinkan kamu untuk mengevaluasi separuh hari yang sudah berlalu dan melakukan penyesuaian untuk separuh hari berikutnya. Ini adalah kesempatan untuk mencatat hal-hal yang perlu ditindaklanjuti atau mengurai masalah yang muncul sejak pagi.

Memilih waktu istirahat untuk journaling juga merupakan alternatif yang jauh lebih bermanfaat dibandingkan menghabiskan waktu dengan menggulir media sosial. Dengan begitu, journaling menjadi bentuk self-care di tengah aktivitas harian yang padat, Beauties.

4. Momen Setelah Menghadapi Situasi Sulit

Menulis jurnal setelah menghadapi situasi sulit/Foto: Pexels.com/Tirachard Kumtanom

Menulis jurnal setelah menghadapi situasi sulit/Foto: Pexels.com/Tirachard Kumtanom

Journaling tidak selalu harus dijadwalkan pada jam tertentu. Melansir dari laman Journaling Saves, salah satu waktu terbaik untuk menulis jurnal adalah segera setelah kamu menghadapi situasi yang memicu emosi kuat, baik itu konflik, kekecewaan, atau momen yang membingungkan.

Menulis setelah mengalami momen sulit membantu memproses emosi secara lebih terstruktur dan menemukan perspektif baru yang mungkin tidak terpikirkan saat situasi sedang memuncak. Melansir dari laman Be More with Less, praktik expressive writing seperti ini terbukti menghasilkan wawasan baru dan membantu mengurangi kecenderungan untuk terus memikirkan masalah yang sama berulang kali. Oleh karena itu, selalu ada baiknya membawa jurnal ke mana pun kamu pergi, Beauties.

5. Waktu yang Paling Konsisten Bisa Kamu Pertahankan

Pada akhirnya, waktu terbaik untuk journaling adalah waktu yang bisa kamu pertahankan secara konsisten dari hari ke hari. Melansir dari laman Journaling Saves, aturan tentang kapan dan bagaimana menulis jurnal, terutama di awal kebiasaan, justru dapat menciptakan hambatan yang membuat kamu lebih sulit untuk memulai.

Kamu bisa coba berbagai waktu selama beberapa minggu untuk menemukan mana yang paling sesuai buatmu dan mudah dipertahankan. Kamu bisa mencoba menulis di pagi hari selama seminggu, lalu beralih ke malam hari minggu berikutnya, dan membandingkan hasilnya.

Kamu bisa mulai dari hanya lima menit, lalu membangun konsistensi secara perlahan. Journaling yang dilakukan secara rutin, berapapun durasinya, akan memberikan manfaat jauh lebih besar dibandingkan sesi panjang yang hanya sesekali dilakukan, Beauties.

***

Mau jadi bagian dari Buzznesia Community di mana kamu bisa ikutan berbagai online dan offline event seru yang diadakan oleh Buzznesia/Beautynesia? Komunitas ini terbuka untuk umum, baik perempuan dan juga laki-laki, kami juga memiliki komunitas khusus untuk kamu yang masih berstatus mahasiswa/mahasiswi. Yuk, gabung ke Buzznesia Community. Caranya DAFTAR DI SINI! 

(dmh/dmh)
Komentar
0 Komentar TULIS KOMENTAR
Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama memberikan komentar.

RELATED ARTICLE