6 Cara Menangani Anak Tantrum di Tempat Umum Menurut Ahli

Retno Anggraini | Beautynesia
Jumat, 29 May 2026 15:00 WIB
2. Gunakan Bahasa yang Sederhana
Menangani anak tantrum dengan bahasa sederhana dan lembut /Foto: Magnific.com/Freepik

Menangani anak tantrum di tempat publik seperti supermarket atau mal sering kali membuat orang tua merasa serba salah. Di satu sisi ingin segera menenangkan anak, tapi di sisi lain tatapan orang sekitar kadang membuat situasi terasa semakin menegangkan. Kondisi seperti ini memang bukan hal baru dalam dunia parenting, terutama saat anak masih belajar mengenali dan mengelola emosinya sendiri.

Menangani anak tantrum sebenarnya bukan cuma soal membuat anak berhenti menangis secepat mungkin. Orang tua juga perlu memahami bahwa tantrum adalah bentuk komunikasi emosional yang belum bisa disampaikan anak dengan baik.

Respons yang tepat bisa membantu anak belajar merasa aman sekaligus memahami emosinya secara perlahan. Melansir dari CNBC Make It, berikut 6 cara sederhana tapi efektif untuk menangani anak tantrum di tempat umum.

1. Pindah ke Tempat yang Lebih Nyaman

Menangani anak tantrum bisa dimulai dengan mengurangi distraksi dan tekanan dari lingkungan sekitar. Tempat yang lebih tenang membantu anak merasa lebih aman untuk menenangkan emosinya.
Menangani anak tantrum dengan membawa anak ke tempat tenang /Foto: Pexels.com/Yan Krukau

Saat anak mulai tantrum di tempat ramai, suasana sekitar sering kali justru membuat emosinya semakin meledak. Cahaya terang, suara bising, keramaian, hingga banyaknya orang asing dapat membuat anak merasa kewalahan. Karena itu, langkah pertama yang bisa dilakukan adalah memindahkan anak ke area yang lebih tenang dan nyaman.

Menurut ahli parenting Devon Kuntzman yang juga pendiri Transforming Toddlerhood, orang tua tidak perlu buru-buru memarahi anak di depan umum. Cukup ajak ke sudut yang lebih sepi, ke dalam mobil, atau area yang minim distraksi. Tempat yang lebih nyaman membantu anak merasa lebih aman untuk menenangkan diri.

2. Gunakan Bahasa yang Sederhana

Menangani anak tantrum dengan bahasa sederhana dan lembut /Foto: Magnific.com/Freepik

Saat anak sedang menangis atau berteriak, kemampuan anak untuk memahami penjelasan panjang biasanya menurun drastis. Karena itu, memakai kalimat rumit justru bisa membuat anak semakin frustrasi. Orang tua sebaiknya menggunakan bahasa yang singkat, lembut, dan mudah dipahami sesuai usia anak.

Contohnya, cukup katakan seperti, “Ibu tahu kamu kesal." Kalimat sederhana membantu anak merasa emosinya divalidasi tanpa harus diberi ceramah panjang. Cara ini juga membuat proses menangani anak tantrum terasa lebih tenang karena anak merasa dimengerti, bukan dihakimi.

3. Tetap Tenang dan Ubah Sudut Pandang

Menangani anak tantrum membutuhkan emosi orang tua yang stabil agar situasi tidak semakin memanas. Memahami bahwa anak sedang kesulitan mengatur emosi bisa membantu orang tua lebih sabar menghadapi tantrum.
Menangani anak tantrum dengan tetap tenang/Foto: Pexels.com/Jep Gambardella

Salah satu hal paling sulit saat menghadapi anak tantrum adalah mengendalikan emosi diri sendiri. Apalagi jika tantrum terjadi di tempat umum dan banyak orang mulai memperhatikan.

Namun, Kuntzman menekankan bahwa respons orang tua sangat memengaruhi situasi. Jika orang tua ikut marah atau panik, anak biasanya akan semakin sulit tenang.

Cobalah mengubah sudut pandang saat menghadapi tantrum. Anak bukan sedang berusaha mempermalukan orang tua, melainkan sedang kesulitan mengatur emosinya sendiri. Dengan memahami hal tersebut, orang tua bisa lebih mudah bersikap tenang dan penuh empati.

4. Samakan Level Mata dan Berikan Sentuhan Fisik

Kontak mata dan sentuhan hangat dapat membantu anak merasa lebih aman saat emosinya sedang tidak stabil. Cara ini membuat proses menangani anak tantrum terasa lebih lembut dan penuh empati.
Menangani anak tantrum dengan kontak mata dan pelukan/Foto: Magnific.com/prostooleh

Saat anak tantrum, berdiri sambil memarahi anak justru dapat terasa mengintimidasi. Sebaliknya, cobalah berlutut atau duduk agar posisi mata sejajar dengan anak. Kontak mata membuat anak merasa lebih diperhatikan dan aman saat emosinya sedang tidak stabil.

Selain itu, sentuhan fisik seperti memeluk, menggenggam tangan, atau mengusap punggung juga dapat membantu anak merasa lebih tenang. Tentu, hal ini perlu disesuaikan dengan kondisi anak karena tidak semua anak langsung ingin disentuh saat marah.

5. Siapkan Jawaban Kilat untuk Orang Sekitar

Menangani anak tantrum tanpa panik dengan tatapan orang sekitar/Foto: Magnific.com/Freepik

Tidak sedikit orang tua yang merasa stres bukan hanya karena anak tantrum, tapi juga karena komentar atau tatapan orang sekitar. Ada yang memberi nasihat tanpa diminta, ada pula yang terlihat menghakimi. Situasi ini kadang membuat orang tua jadi terburu-buru menghentikan tantrum dengan cara yang kurang tepat.

Kuntzman menyarankan agar orang tua menyiapkan jawaban singkat untuk situasi seperti ini. Misalnya, “Terima kasih, kami sedang menanganinya,” atau cukup memberikan senyum singkat tanpa perlu merasa harus menjelaskan semuanya. Dengan begitu, fokus orang tua tetap tertuju pada anak, bukan pada penilaian orang lain.

6. Tetap Tegas pada Aturan, tapi Sampaikan dengan Lembut

Menangani anak tantrum bukan berarti harus selalu menuruti semua keinginan anak. Orang tua tetap perlu konsisten pada aturan, tapi menyampaikannya dengan nada yang lembut dan penuh pengertian.
Menangani anak tantrum dengan tegas tapi tetap lembut/Foto: Magnific.com/pvproductions

Banyak orang tua akhirnya menyerah demi menghentikan tangisan anak dengan cepat, misalnya langsung membelikan mainan atau memberikan apa yang diminta. Jika hal ini terus dilakukan, anak bisa belajar bahwa tantrum adalah cara efektif untuk mendapatkan keinginannya.

Oleh karena itu, penting untuk tetap konsisten pada aturan yang sudah dibuat. Namun, ketegasan tidak harus disampaikan dengan bentakan atau nada tinggi. Orang tua tetap bisa berkata lembut sambil menunjukkan batas yang jelas.

Contohnya, “Ibu tahu kamu mau itu, tapi hari ini kita tidak membeli mainan.” Cara ini membantu anak belajar tentang batasan sekaligus tetap merasa dicintai. Dalam jangka panjang, pendekatan seperti ini sangat penting dalam proses menangani anak tantrum dengan sehat.

Kunci utama menangani anak tantrum adalah membantu anak merasa aman sambil tetap memberikan batasan yang jelas. Dengan strategi yang tepat, anak perlahan akan belajar mengenali emosinya sendiri. Jadi, saat tantrum berikutnya datang, kamu tidak perlu lagi panik karena ada banyak cara lembut yang bisa dicoba untuk menghadapi situasi tersebut.

***

Mau jadi bagian dari Buzznesia Community di mana kamu bisa ikutan berbagai online dan offline event seru yang diadakan oleh Buzznesia/Beautynesia? Komunitas ini terbuka untuk umum, baik perempuan dan juga laki-laki, kami juga memiliki komunitas khusus untuk kamu yang masih berstatus mahasiswa/mahasiswi. Yuk, gabung ke Buzznesia Community. Caranya DAFTAR DI SINI!

(naq/naq)
Komentar
0 Komentar TULIS KOMENTAR
Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama memberikan komentar.