STATIC BANNER
160x600
STATIC BANNER
160x600
BILLBOARD
970x250

6 Hal Tabu yang Nggak Boleh Dilakukan saat Imlek, Salah Satunya Menjahit

Retno Anggraini | Beautynesia
Selasa, 01 Feb 2022 14:00 WIB
6 Hal Tabu yang Nggak Boleh Dilakukan saat Imlek, Salah Satunya Menjahit

Masyarakat Tionghoa percaya bahwa apa yang mereka lakukan saat perayaan Tahun Baru Cina atau Imlek akan mempengaruhi keberuntungan mereka di tahun mendatang. Maka dari itu, ada beberapa hal tabu yang dilakukan saat Imlek tiba. Jika nekat dilakukan, mereka meyakini akan mendapatkan nasib buruk selama setahun ke depan.

Kira-kira, apa saja hal tabu yang nggak boleh dilakukan saat Imlek? Dirangkum dari China Highlights, yuk simak!

Tidak Menyapu dan Membuang Sampah

Pantangan Imlek: Tidak menyapu dan membuang sampah
Tidak menyapu dan membuang sampah/Foto: Pexels.com/RODNAE Productions

Menyapu rumah saat Imlek dikaitkan dengan menyapu kekayaan. Hal yang sama juga berlaku pada membuang sampah. Masyarakat Tionghoa percaya jika membuang sampah saat Imlek bermakna membuang rejeki.

Menghindari Kata-Kata Negatif

Pantangan Imlek: Menghindari kata kasar
Menghindari kata negatif/Foto: Pexels.com/medium photoclub

Tidak ada satu orang pun yang ingin mendengarkan kata-kata negatif dalam perayaan Imlek. Masyarakat Tionghoa menghindari ucapan kata-kata yang berhubungan dengan kematian, penyakit, kemiskinan, hantu, dan lainnya.

Biasanya mereka menggantinya dengan eufemisme (penghalusan makna kata yang dianggap tabu oleh masyarakat) jika perlu membicarakan topik seperti itu, misalnya mengucapkan 'seseorang telah pergi' daripada mengucapkan 'seseorang telah meninggal'.

Tidak Makan Bubur dan Daging saat Sarapan

Pantangan Imlek: Tidak makan bubur saat sarapan
Tidak makan bubur saat sarapan/Foto: Pinterest.com/Korean Bapsang

Orang China meyakini bahwa jika makan bubur saat sarapan adalah pertanda buruk. Dalam budaya China, bubur identik dengan makanan orang miskin. Sehingga sarapan bubur dianggap pertanda buruk karena akan membawa kemiskinan selama satu tahun ke depan.

Selain itu, daging juga tidak boleh di makan saat sarapan untuk menghargai dewa yang diyakini menentang pembunuhan hewan. Semua dewa diharapkan pula keluar untuk bertemu dan mengucapkan selamat Tahun Baru satu sama lain.

Tidak Mencuci Rambut

Pantangan Imlek: Tidak mencuci rambut
Tidak mencuci rambut/Foto: Pexels.com/cottonbro

Dalam bahasa Mandarin, kata rambut (fa) memiliki pengucapan yang sama dengan kata 'fa cai', yang berarti menjadi kaya. Hal ini dianggap bukan sebagai hal yang baik untuk 'mencuci rejeki' di awal Tahun Baru.

Tidak Mencuci Pakaian

Pantangan Imlek: Tidak mencuci pakaian
Tidak mencuci pakaian/Foto: Pexels.com/Skitterphoto

Masyarakat Tionghoa tidak mencuci pakaian saat hari pertama dan hari kedua Tahun Baru karena pada dua hari tersebut diperingati sebagai hari lahirnya Shuishen, yakni Dewa Air. Mencuci pakaian pada waktu tersebut dianggap tidak menghormati Dewa Air.

Selain itu, orang dulu percaya bahwa air melambangkan kekayaan. Membuang air setelah mencuci pakaian dipercaya sebagai membuang kekayaan.

Tidak Boleh Menjahit

Pantangan Imlek: Tidak boleh menjahit
Tidak boleh menjahit/Foto: Pexels.com/Suzy Hazelwood

Masyarakat Tionghoa dilarang menjahit apa pun, termasuk kancing dari hari pertama hingga hari kelima Tahun Baru. Jika mereka menjahit pada waktu tersebut, mereka percaya bahwa tahun yang akan datang menjadi tahun yang sulit.

Itulah lima pantangan yang sebaiknya dihindari saat perayaan Imlek. Pada dasarnya, perayaan Imlek sendiri merupakan momen di mana semua hal baik di mulai dan semua hal buruk ditinggalkan.

***

Ingin jadi salah satu pembaca yang bisa ikutan beragam event seru di Beautynesia? Yuk gabung ke komunitas pembaca Beautynesia B-Nation. Caranya DAFTAR DI SINI!

(naq/naq)
Komentar
0 Komentar TULIS KOMENTAR
Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama memberikan komentar.

RELATED ARTICLE