6 Hal yang Perlu Diperhatikan Jika Ingin Miliki Karier Berkembang

Nindya Putri Hermansyah | Beautynesia
Senin, 12 Jan 2026 07:30 WIB
6. Terbuka terhadap Feedback dan Kritik Konstruktif
Ilustrasi mendapat kritik/Freepik: pressfoto

Banyak orang merasa sudah bekerja keras setiap hari, datang tepat waktu, menyelesaikan tugas dengan baik, bahkan rela lembur demi karier yang lebih baik. Namun kenyataannya, tidak sedikit yang tetap merasa jalan kariernya jalan di tempat. Promosi terasa jauh, pengembangan diri terasa stagnan, dan rasa ragu mulai muncul: sebenarnya, apa yang kurang?

Sering kali, bukan soal kemampuan atau usaha, melainkan ada hal-hal penting yang tanpa sadar kamu abaikan. Padahal, justru faktor inilah yang diam-diam menentukan seberapa jauh karier bisa berkembang.

Beauties, sebelum kamu melangkah lebih jauh dan mengulang kesalahan yang sama, yuk baca lebih dalam untuk mengetahui apa saja yang seharusnya tidak kamu lewatkan jika ingin karier benar-benar melesat!

1. Bangun dan Pelihara Jejaring Profesional (Networking)

Ilustrasi networking/Freepik: freepik

Networking atau membangun jaringan profesional bukan hanya sekadar bertukar kartu nama. Jejaring yang kuat membantu kamu berbagi pengetahuan, memperoleh wawasan industri terbaru, serta menciptakan peluang kerja atau kolaborasi yang mungkin tidak pernah kamu ketahui sebelumnya. 

Selain itu, jaringan profesional memberi akses pada peluang kerja tersembunyi, peningkatan personal branding, serta informasi penting terkait tren industri yang dapat menentukan langkah selanjutnya dalam kariermu.  

2. Cari Mentor yang Tepat untuk Panduan Karier

Ilustrasi mentor/Freepik: freepik

Mentorship atau bimbingan dari sosok yang lebih berpengalaman terbukti memainkan peran penting dalam perkembangan karier seseorang. Laman ScienceDirect menyatakan, mendapatkan bimbingan dari mentor memungkinkan kamu menerima pandangan, kritik, dan akses jaringan yang mungkin tidak kamu punya sendirian.

Mentor bisa membantu mengevaluasi tujuan kariermu, memberi insight bagaimana menghadapi tantangan, atau bahkan memperkenalkanmu ke peluang yang lebih tinggi. Ditambah lagi, di banyak penelitian global, program mentoring mempercepat pemahaman industri serta memperluas jaringan profesional, yang secara langsung berdampak pada peluang promosi atau perubahan karier.

3. Terus Asah dan Perbarui Keterampilan (Skills)

Ilustrasi mengasah skill/Freepik: freepik

Di tengah perubahan teknologi dan kebutuhan pasar kerja yang cepat, keterampilan yang kamu miliki hari ini bisa jadi tidak relevan beberapa tahun lagi. Ini didukung oleh riset Business Insider yang menunjukkan bahwa keterampilan di bidang teknologi seperti AI, data, dan jaringan semakin dicari oleh perusahaan di seluruh dunia. 

Selain keterampilan teknis, keterampilan lunak seperti kolaborasi, komunikasi, dan adaptabilitas justru semakin ditekankan oleh para pemikir karier internasional seperti yang dibagikan melalui media LinkedIn dan Harvard Business Review, bahwa fondasi ini mempercepat pembelajaran, meningkatkan penghasilan, serta membentuk ketahanan karier di tengah perubahan zaman. 

Belajar tidak hanya berarti ikut kursus formal, tetapi bisa juga dengan aktif membaca publikasi industri, mengikuti pelatihan, atau ikut proyek yang menantang.

4. Miliki Rencana Karier Jangka Panjang dan Tujuan yang Jelas

Ilustrasi memikirkan jangka panjang/Freepik: DC Studio

Memiliki tujuan yang jelas adalah langkah penting berikutnya. Harvard Business Review menunjukkan bahwa strategi karier yang efektif sering kali dimulai dari perencanaan tujuan yang konkrit seperti di mana kamu ingin berada dalam lima tahun ke depa dan memetakan langkah-langkah untuk mencapai titik tersebut. 

Tanpa rencana yang jelas, kamu mungkin bekerja keras tetapi kurang terarah, sehingga peluang untuk berkembang bisa lewat begitu saja. Rencana yang terstruktur juga membantumu mengukur kemajuan dan menyesuaikan strategi bila diperlukan.

5. Bersikap Adaptif dan Siap Menghadapi Perubahan Era Digital

Ilustrasi terbuka dengan era digital/Freepik: freepik

Saat ini, dunia kerja berubah sangat cepat, terutama dengan hadirnya teknologi baru seperti kecerdasan buatan (AI). Business Insider menyarankan agar pekerja sekarang merencanakan karier mereka dengan fleksibilitas, bukan hanya terpaku pada satu bidang atau peran tertentu, kemampuan untuk “belajar cara belajar” menjadi sangat penting untuk mengatasi perubahan ini. 

Hal senada diungkapkan oleh CEO AT&T, John Stankey, yang menyatakan bahwa generasi pekerja sekarang perlu memikirkan karier dalam babak-babak 4-5 tahun, terus memperbarui keterampilan agar relevan dengan tuntutan baru pasar kerja. 

6. Terbuka terhadap Feedback dan Kritik Konstruktif

Ilustrasi mendapat kritik/Freepik: pressfoto

Bersikap terbuka terhadap feedback adalah tanda kedewasaan profesional yang sering menjadi pembeda antara karier yang stagnan dan karier yang berkembang. Harvard Business School menjelaskan bahwa individu yang mampu menerima masukan tanpa defensif cenderung belajar lebih cepat dan beradaptasi lebih baik di lingkungan kerja yang dinamis. Menurutnya, feedback bukan bentuk kegagalan personal, melainkan alat pembelajaran yang krusial untuk peningkatan kinerja jangka panjang.

Harvard Business Review juga menegaskan bahwa profesional yang aktif meminta dan menindaklanjuti feedback memiliki peluang promosi lebih besar karena dianggap memiliki growth mindset dan kesiapan untuk berkembang. Dengan menerima masukan secara terbuka, kamu tidak hanya memperbaiki kekurangan, tetapi juga menunjukkan sikap profesional yang dihargai oleh atasan, rekan kerja, maupun klien.

Beauties, perkembangan karier yang solid bukan soal keberuntungan atau kerja keras saja, tetapi tentang strategi yang tepat. Mulailah dari hal kecil hari ini dengan menetapkan langkah realistis dan buka peluang baru yang mungkin belum kamu lihat sebelumnya. 

____

Ingin jadi salah satu pembaca yang bisa ikutan beragam event seru di Beautynesia? Yuk gabung ke komunitas pembaca Beautynesia B-Nation. Caranya DAFTAR DI SINI!

(ria/ria)
Komentar
0 Komentar TULIS KOMENTAR
Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama memberikan komentar.

RELATED ARTICLE