6 Perbedaan Mengenai Haji dan Umrah yang Perlu Kamu Ketahui

Nindya Putri Hermansyah | Beautynesia
Selasa, 24 Feb 2026 07:15 WIB
1. Perbedaan Hukum
Ilustrasi buku tentang ilmu umrah/theharamaynguide.com

Ibadah haji dan umrah sama-sama menjadi impian banyak umat Muslim. karena keduanya dilaksanakan di Tanah Suci Makkah dan berkaitan erat dengan perjalanan spiritual yang mendalam. Tak jarang, kedua ibadah ini dianggap serupa karena memiliki beberapa rangkaian yang mirip, seperti mengenakan ihram, melakukan thawaf mengelilingi Ka’bah, serta sa’i antara Bukit Shafa dan Marwah.

Namun di balik kemiripan tersebut, haji dan umrah ternyata memiliki perbedaan mendasar yang penting untuk kamu pahami, mulai dari hukum pelaksanaan, waktu, rangkaian ibadah, hingga makna spiritual yang terkandung di dalamnya.

Lalu, apa saja perbedaan antara haji dan umrah yang sering kali masih disalahpahami oleh banyak orang?

1. Perbedaan Hukum

Ilustrasi buku tentang ilmu umrah/theharamaynguide.com

Ibadah haji hukumnya wajib bagi setiap Muslim yang mampu secara fisik, finansial, dan keamanan perjalanan. Kewajiban ini ditegaskan dalam Al-Qur’an dan menjadi rukun Islam kelima yang tidak bisa digantikan dengan ibadah lain.

Penjelasan ini diperkuat oleh ulasan Dr. Muzammil Siddiqi, seorang cendekiawan Islam dan mantan Presiden Islamic Society of North America, yang dimuat dalam kajian fiqih di laman Islamic Society of North America. Ia menjelaskan bahwa kewajiban haji bersifat sekali seumur hidup bagi Muslim yang memenuhi syarat istitha’ah atau kemampuan.

Sementara itu, umrah memiliki hukum yang berbeda. Umrah dipandang sebagai ibadah sunnah muakkadah menurut mayoritas ulama, meski sebagian mazhab seperti Hanbali mewajibkannya sekali seumur hidup. Perbedaan hukum inilah yang membuat urgensi haji jauh lebih tinggi dibanding umrah.

2. Perbedaan Waktu Pelaksanaan

Ilustrasi kalender Islam/productivemuslim.com

Haji hanya bisa dilaksanakan pada waktu tertentu dalam kalender Hijriah, yaitu pada bulan Dzulhijjah, dengan puncak ibadah berlangsung pada tanggal 8–13 Dzulhijjah. Jika dilakukan di luar rentang waktu tersebut, maka ibadahnya tidak sah sebagai haji.

Ketentuan ini dijelaskan secara resmi oleh Saudi Ministry of Hajj and Umrah melalui panduan internasional bagi jamaah. Dalam rilis resminya, kementerian tersebut menegaskan bahwa wukuf di Arafah pada 9 Dzulhijjah merupakan penentu sah atau tidaknya haji.

Berbeda dengan haji, umrah bisa dilakukan sepanjang tahun tanpa terikat waktu tertentu. Jurnal Islamic Law Review menyebutkan bahwa fleksibilitas waktu menjadi alasan utama umrah lebih mudah diakses oleh umat Muslim dari berbagai negara.

3. Perbedaan Rukun dan Rangkaian Ibadah

Ilustrasi rangkaian ibadah haji/bigpayme.com: Sabrina Loh

Rukun haji jauh lebih kompleks dibanding umrah. Dalam haji, jamaah wajib melaksanakan wukuf di Arafah, mabit di Muzdalifah dan Mina, serta melempar jumrah. Jika salah satu rukun utama ini ditinggalkan, maka haji dianggap tidak sah. Al Arabiya English menegaskan bahwa wukuf di Arafah adalah inti ibadah haji yang tidak bisa digantikan dengan ritual lain.

Sementara itu, rukun umrah lebih ringkas, yakni ihram, thawaf, sa’i, dan tahallul. Tidak ada wukuf, mabit, atau lempar jumrah dalam umrah. Menurut penjelasan Dilansir dari Muslim Matters, kesederhanaan rukun umrah membuatnya lebih mudah dilakukan oleh jamaah dengan keterbatasan fisik.

4. Perbedaan Durasi dan Tingkat Tantangan Fisik

Ilustrasi ibadah haji/www.vecteezy.com

Dalam jurnal The Lancet Infectious Diseases menjelaskan bahwa ibadah haji termasuk aktivitas fisik intens yang memerlukan kesiapan kesehatan, terutama bagi lansia dan penderita penyakit kronis. Hal ini dikarenakan haji menuntut durasi waktu yang lebih panjang, umumnya berkisar antara 30 hingga 40 hari, termasuk masa tunggu dan rangkaian ritual puncak. 

Sebaliknya, umrah umumnya hanya memerlukan waktu 7–10 hari dan memiliki tekanan fisik yang lebih ringan. Risiko kelelahan ekstrem pada jamaah umrah lebih rendah dibanding jamaah haji karena durasi dan kepadatan ritual yang lebih singkat.

5. Perbedaan Jumlah Jamaah dan Kepadatan

llustrasi kepadatan jemaah/zamzam.com

Jumlah jamaah haji dibatasi secara ketat oleh pemerintah Arab Saudi melalui sistem kuota setiap negara. Pembatasan ini bertujuan menjaga keamanan dan keselamatan jamaah mengingat jumlahnya bisa mencapai jutaan orang dalam waktu bersamaan.

Menurut laporan tahunan yang dirilis Saudi Ministry of Hajj and Umrah, puncak haji dapat dihadiri lebih dari dua juta jamaah dari seluruh dunia, menjadikannya salah satu pertemuan manusia terbesar secara rutin di dunia.

Sementara itu, umrah tidak memiliki sistem kuota seketat haji. Meski tetap diatur, jumlah jamaah umrah lebih fleksibel dan tersebar sepanjang tahun. Distribusi waktu umrah membantu mengurangi kepadatan ekstrem seperti yang terjadi saat musim haji.

6. Perbedaan Biaya dan Persiapan Finansial

Ilustrasi persiapan finansial untuk haji dan umrah/jackstudy: Islamic Finance

Biaya haji umumnya jauh lebih besar dibanding umrah karena durasi perjalanan yang lebih lama, kewajiban tinggal di beberapa lokasi, serta layanan logistik tambahan. Persiapan finansial haji bahkan bisa memakan waktu bertahun-tahun bagi sebagian orang. Forbes Middle East menjelaskan bahwa kompleksitas layanan dan pembatasan kuota membuat biaya haji cenderung lebih tinggi dibanding umrah.

Sebaliknya, umrah relatif lebih fleksibel secara biaya karena bisa disesuaikan dengan waktu keberangkatan, maskapai, dan durasi tinggal. Hal ini membuat umrah lebih mudah dijangkau oleh Muslim dari berbagai latar belakang ekonomi.

Beauties, dengan ilmu yang tepat, niat yang lurus, dan persiapan yang matang, setiap langkah menuju Tanah Suci bisa menjadi perjalanan spiritual yang lebih bermakna dan mengubah cara kamu memandang hidup ke arah yang lebih baik.

***

Mau jadi bagian dari Buzznesia Community di mana kamu bisa ikutan berbagai online dan offline event seru yang diadakan oleh Buzznesia/Beautynesia? Komunitas ini terbuka untuk umum, baik perempuan dan juga laki-laki, kami juga memiliki komunitas khusus untuk kamu yang masih berstatus mahasiswa/mahasiswi. Yuk, gabung ke Buzznesia Community. Caranya DAFTAR DI SINI! 

(ria/ria)
Komentar
0 Komentar TULIS KOMENTAR
Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama memberikan komentar.