Mengenal 10 Rangkaian Ibadah Haji dan Maknanya

Nindya Putri Hermansyah | Beautynesia
Sabtu, 16 May 2026 13:00 WIB
Mengenal 10 Rangkaian Ibadah Haji dan Maknanya
Ilustrasi proses ibadah haji/Foto: pilgrimhub.co

Ibadah haji merupakan salah satu rukun Islam yang wajib dilaksanakan bagi umat Muslim yang mampu, baik secara fisik maupun finansial. Setiap tahunnya, jutaan umat Muslim dari berbagai penjuru dunia berkumpul di Tanah Suci untuk menjalankan ibadah ini dengan penuh keikhlasan dan harapan akan ampunan dari Allah Swt.

Namun, haji bukan sekadar perjalanan spiritual biasa. Ada rangkaian ibadah yang harus dilakukan secara berurutan sesuai dengan tuntunan syariat. Lalu, seperti apa urutan rangkaian ibadah haji yang benar sesuai manasik, Beauties?

1. Ihram

Potret Ihram/Foto: darelmecca.com

Ihram merupakan tahap awal dalam pelaksanaan ibadah haji dan umrah dalam ajaran Islam, yang menandai dimulainya rangkaian ibadah dengan niat khusus serta kepatuhan terhadap sejumlah aturan tertentu. Tidak sekadar identik dengan pakaian putih yang dikenakan jamaah laki-laki, ihram sejatinya adalah kondisi spiritual yang menuntut kesucian lahir dan batin

Jamaah biasanya memulai ihram dari titik yang telah ditentukan, seperti Dzul Hulaifah, dengan diawali mandi sunnah, mengenakan pakaian ihram, serta melafalkan niat dan talbiyah sebagai bentuk pemenuhan panggilan Ilahi. Selama dalam keadaan ihram, jamaah dilarang melakukan sejumlah hal seperti memakai wewangian, memotong rambut atau kuku, hingga melakukan hubungan suami istri, sebagai bentuk pengendalian diri dan fokus penuh pada ibadah, sehingga tidak melakukan hal-hal tertentu yang bersifat duniawi. 

Wukuf di Arafah

Potret Arafah/Foto: islamicrelief.org.au

Wukuf dilaksanakan pada tanggal 9 Dzulhijjah di Padang Arafah, dimulai sejak tergelincirnya matahari (waktu zuhur) hingga terbenam matahari. Jamaah haji berkumpul di Padang Arafah untuk berdiam diri (wuquf), memperbanyak doa, zikir, membaca Al-Qur’an, serta memohon ampunan kepada Allah. Momen ini dianggap sebagai waktu terbaik untuk mendekatkan diri kepada-Nya.

Dalam hadis yang diriwayatkan oleh Nabi Muhammad, disebutkan “Al-hajju ‘Arafah” yang berarti inti dari ibadah haji adalah wukuf di Arafah, sebagaimana dijelaskan dalam riwayat yang dimuat oleh Sunan At-Tirmidzi. Hal ini menegaskan bahwa tanpa wukuf, ibadah haji seseorang tidak sah. Bahkan, dalam penjelasan yang dikutip oleh Islamic Relief, hari Arafah disebut sebagai salah satu hari terbaik dalam Islam, di mana Allah membebaskan banyak hamba dari api neraka. 

Mabit di Muzdalifah

Mabit adalah menginap atau bermalam/Foto: detikcom/Fuad Fariz

Setelah selesai wukuf di Arafah, jamaah haji bergerak menuju Muzdalifah pada malam 10 Dzulhijjah. Di tempat ini, jamaah melakukan mabit atau bermalam di area terbuka tanpa fasilitas mewah sebagai bentuk kesederhanaan dan kepasrahan kepada Allah. Jamaah biasanya melaksanakan salat Maghrib dan Isya secara jamak serta memperbanyak dzikir dan doa.

Selain bermalam, jamaah juga mengumpulkan batu kerikil yang akan digunakan untuk melempar jumrah di Mina. Dalam penjelasan yang dipublikasikan oleh Islamic Relief, jumlah batu yang dikumpulkan biasanya disesuaikan dengan kebutuhan selama hari tasyrik.

Lempar Jumrah Aqabah (10 Dzulhijjah)

Potret Jumrah/Foto: islamiclandmarks.com

Setelah bermalam di Muzdalifah, jamaah haji melanjutkan perjalanan ke Mina untuk melaksanakan lempar Jumrah Aqabah pada tanggal 10 Dzulhijjah. Ritual ini dilakukan dengan melempar tujuh butir batu kerikil ke satu titik jumrah yang melambangkan setan.

Prosesi ini meneladani kisah Nabi Ibrahim yang melempar setan ketika digoda untuk tidak menjalankan perintah Allah. Lemparan dilakukan satu per satu sambil mengucapkan takbir.

 

Tahallul Awal

Ilustrasi memotong rambut/Foto: hajjumrahplanner.com

Setelah melempar Jumrah Aqabah, jamaah melakukan tahallul dengan mencukur atau memotong rambut. Bagi laki-laki dianjurkan mencukur habis rambut (halq), sedangkan perempuan cukup memotong sebagian kecil rambut. Dalam penjelasan yang disampaikan oleh Saudi Ministry of Hajj and Umrah, tahallul menjadi tanda bahwa jamaah telah keluar dari sebagian kondisi ihram.

Setelah tahallul awal, beberapa larangan ihram sudah diperbolehkan kembali, seperti memakai pakaian biasa dan menggunakan wewangian, namun hubungan suami istri masih belum diperbolehkan. Dalam panduan yang dijelaskan oleh Islamic Relief, tahap ini menjadi simbol penyucian diri dan awal kembalinya kehidupan normal secara bertahap.

Tawaf Ifadah

Ilustrasi mengelilingi Ka'bah/Foto: dailysabah.com

Tawaf Ifadah dilakukan di Masjidil Haram dengan mengelilingi Ka’bah sebanyak tujuh kali. Ibadah ini menjadi salah satu rukun haji yang tidak boleh ditinggalkan. Menurut penjelasan dari Saudi Ministry of Hajj and Umrah, tawaf dilakukan dengan penuh kekhusyukan sambil berdoa dan berdzikir.

Gerakan mengelilingi Ka’bah melambangkan bahwa kehidupan seorang Muslim berpusat pada keimanan. Beauties, momen ini sering menjadi pengalaman emosional yang kuat karena kedekatan langsung dengan Ka’bah sebagai simbol pusat ibadah umat Islam.

Sa’i antara Shafa dan Marwah

Potret Safa dan Marwa/Foto: al-khair.org

Setelah menyelesaikan Tawaf Ifadah, jamaah melanjutkan dengan sa’i, yaitu berjalan bolak-balik antara bukit Shafa dan Marwah sebanyak tujuh kali. Ibadah ini meneladani kisah Siti Hajar yang berusaha mencari air untuk putranya, Nabi Ismail.

Sa’i bukan sekadar aktivitas berjalan, tetapi juga ibadah yang penuh makna spiritual tentang kesabaran, harapan, dan keyakinan bahwa pertolongan Allah Swt. akan datang.

Tahallul Tsani

Memotong rambut saat haji/Foto: dawn.com

Setelah menyelesaikan tawaf dan sa’i, jamaah melakukan tahallul tsani. Pada tahap ini, seluruh larangan ihram telah diperbolehkan kembali. Ini menjadi tanda bahwa jamaah telah menyelesaikan sebagian besar rangkaian inti ibadah haji. 

Tahallul tsani bukanlah sebuah ibadah tambahan yang dilakukan secara terpisah, melainkan kondisi atau status yang dicapai oleh jamaah haji setelah menyelesaikan rangkaian ibadah tertentu. Tahap ini terjadi setelah jamaah melaksanakan lempar Jumrah Aqabah pada 10 Dzulhijjah, mencukur atau memotong rambut (tahallul awal), serta menyelesaikan Tawaf Ifadah dan sa’i. Setelah seluruh rangkaian tersebut dilakukan, barulah jamaah masuk ke dalam kondisi tahallul tsani.

Mabit di Mina & Lempar Jumrah Tasyrik (11–13 Dzulhijjah)

Ilustrasi lempar jumrah/Foto: islamiclandmarks.com

Setelah menyelesaikan rangkaian inti seperti tawaf dan sa’i, jamaah kembali ke Mina untuk menjalani mabit pada hari-hari tasyrik, yaitu tanggal 11, 12, dan 13 Dzulhijjah. Di hari-hari ini, jamaah melempar tiga jumrah sekaligus, yaitu Jumrah Ula, Wusta, dan Aqabah, masing-masing dengan tujuh batu. Menurut penjelasan dari Saudi Ministry of Hajj and Umrah, urutan pelemparan dilakukan dari Ula, kemudian Wusta, dan terakhir Aqabah.

Dalam panduan yang dijelaskan oleh Islamic Relief, ritual ini memiliki makna mendalam sebagai bentuk konsistensi dalam melawan godaan setan dan hawa nafsu, tidak hanya sekali tetapi berulang dalam kehidupan. 

Tawaf Wada

Ilustrasi tangis pilu sebelum meninggalkan kota Makkah/https://www.arabnews.com

Tawaf Wada merupakan ibadah terakhir yang dilakukan oleh jamaah haji sebelum meninggalkan Kota Makkah. Dalam ritual ini, jamaah mengelilingi Ka’bah sebanyak tujuh kali seperti tawaf pada umumnya, sambil memperbanyak doa dan zikir.

Tawaf ini menjadi bentuk perpisahan dengan Ka’bah setelah menyelesaikan seluruh rangkaian ibadah haji. Menurut penjelasan dari Saudi Ministry of Hajj and Umrah, Tawaf Wada dilakukan sebagai penghormatan terakhir sekaligus penutup perjalanan spiritual di Tanah Suci.

Selain sebagai penutup, Tawaf Wada juga memiliki makna emosional yang mendalam bagi jamaah. Momen ini sering diiringi dengan rasa haru, syukur, dan harapan agar bisa kembali lagi ke Makkah di masa depan. Setelah melaksanakan Tawaf Wada, jamaah biasanya tidak dianjurkan untuk berlama-lama tinggal di Makkah dan segera bersiap untuk pulang.

Beauties, ibadah ini menjadi simbol bahwa perjalanan haji telah selesai, sekaligus penutup yang penuh makna dari rangkaian ibadah yang panjang dan penuh perjuangan.

***

Mau jadi bagian dari Buzznesia Community di mana kamu bisa ikutan berbagai online dan offline event seru yang diadakan oleh Buzznesia/Beautynesia? Komunitas ini terbuka untuk umum, baik perempuan dan juga laki-laki, kami juga memiliki komunitas khusus untuk kamu yang masih berstatus mahasiswa/mahasiswi. Yuk, gabung ke Buzznesia Community. Caranya DAFTAR DI SINI!

(ria/ria)
Komentar
0 Komentar TULIS KOMENTAR
Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama memberikan komentar.

RELATED ARTICLE