7 Cara Menghadapi Pasangan yang Moody Tanpa Menguras Emosi

Gayuh Tri Pinjungwati | Beautynesia
Minggu, 25 Jan 2026 19:30 WIB
3. Tawarkan Dukungan, Bukan Solusi
Tawarkan Dukungan, Bukan Solusi/Foto: Pexels.com/ Ihza Akbar

Beauties, dalam sebuah hubungan, suasana hati memegang peran yang jauh lebih besar dari yang sering kita sadari. Bukan cuma soal cinta atau komitmen, tapi juga tentang bagaimana dua orang saling merespons emosi masing-masing setiap hari. Hubungan yang terlihat baik dari luar pun bisa terasa melelahkan jika suasana hati di dalamnya sering tidak selaras.

Menghadapi pasang surut emosi dalam hubungan dengan pasangan yang mudah berubah suasana hati bisa menjadi tantangan. Namun ini adalah perjalanan yang dilalui banyak pasangan. Memahami dan mengelola dinamika ini secara efektif sangat penting untuk menjaga hubungan yang sehat dan suportif meskipun pasangan mudah berubah suasana hati.

Nah, berikut adalah beberapa strategi untuk menghadapi pasangan yang gampang moody, seperti yang dilansir dari Marriage.

1. Praktikkan Mendengarkan Secara Aktif

Praktikkan Mendengarkan Secara Aktif/Foto: Pexels.com/ Phil Nguyen

Menghadapi pasangan yang moody memang bisa menguras emosi, apalagi kalau suasana hatinya berubah tanpa aba-aba. Hari ini hangat dan penuh perhatian, besoknya dingin atau mudah tersinggung. Dalam situasi seperti ini, banyak perempuan merasa bingung, mereka harus menasihati, diam saja, atau ikut emosi? Padahal, salah satu cara paling efektif dan sering diremehkan adalah mempraktikkan mendengarkan secara aktif.

Mendengarkan secara aktif bukan sekadar diam saat pasangan berbicara. Ini tentang hadir sepenuhnya, baik secara fisik maupun emosional. Saat pasangan sedang moody, biasanya ada perasaan yang belum tersampaikan, bisa lelah, kecewa, stres, atau merasa tidak dimengerti. Dengan benar-benar mendengarkan, kamu memberi ruang aman bagi pasangan untuk mengekspresikan apa yang ia rasakan tanpa takut dihakimi.

2. Pertahankan Komunikasi Terbuka

Pertahankan Komunikasi Terbuka/Foto: Pexels.com/ Samson Katt

Komunikasi terbuka bukan berarti harus selalu membahas masalah berat setiap saat. Justru, ini tentang menciptakan ruang aman agar kedua pihak merasa nyaman untuk jujur menyampaikan perasaan. Saat pasangan sedang moody, penting untuk tidak langsung menarik kesimpulan atau menghindar. Cobalah membuka percakapan dengan nada yang tenang dan penuh empati.

Kejujuran dalam komunikasi juga berarti berani menyampaikan perasaanmu sendiri. Banyak perempuan memilih diam demi menjaga suasana, padahal perasaan yang dipendam justru bisa menumpuk dan meledak di kemudian hari. Kamu bisa mengungkapkan apa yang kamu rasakan tanpa menyalahkan pasangan.

3. Tawarkan Dukungan, Bukan Solusi

Tawarkan Dukungan, Bukan Solusi/Foto: Pexels.com/ Ihza Akbar

Beauties, saat pasangan sedang moody, emosinya biasanya sedang penuh. Bisa karena lelah, stres kerja, masalah keluarga, atau hal kecil yang menumpuk. Dalam kondisi seperti ini, saran yang terlalu cepat justru bisa terdengar seperti menggurui atau meremehkan perasaannya. Alih-alih merasa terbantu, pasangan bisa merasa tidak dipahami. Maka, langkah pertama yang perlu kamu lakukan adalah hadir secara emosional.

Menawarkan dukungan juga berarti menahan diri untuk tidak langsung memberi saran, kecuali memang diminta. Ini memang tidak mudah, apalagi jika kamu tipe orang yang solutif. Tapi coba beri ruang bagi pasangan untuk mengekspresikan emosinya terlebih dulu. Dengarkan tanpa menyela, tanpa buru-buru menyimpulkan, dan tanpa merasa harus menyelamatkan situasi. Diam yang penuh perhatian sering kali lebih bermakna daripada seribu kata nasihat.

4. Tetapkan Batasan

Tetapkan Batasan/Foto: Pexels.com/ Huy Nguyá»…n

Memiliki pasangan yang moody sering kali membuat kita berada di posisi serba salah. Di satu sisi ingin memahami dan mendukung, tapi di sisi lain juga lelah jika suasana hati pasangan terlalu sering memengaruhi emosi kita. Banyak perempuan akhirnya memilih mengalah demi menjaga hubungan tetap damai. Padahal, menghadapi pasangan yang moody juga butuh batasan yang jelas agar hubungan tetap sehat dan seimbang.

Menetapkan batasan bukan berarti kamu tidak peduli. Justru sebaliknya, batasan adalah bentuk kepedulian pada diri sendiri dan hubungan. Tanpa batasan, kamu bisa terjebak dalam siklus lelah emosional, selalu menyesuaikan diri, menahan perasaan, dan mengabaikan kebutuhan sendiri. Dalam jangka panjang, hal ini bisa memicu rasa kesal yang terpendam.

5. Berusaha untuk Memahami

Berusaha untuk Memahami/Foto: Pexels.com/ Theodore Nguyen

Memahami pasangan yang moody dimulai dari kesadaran bahwa setiap orang punya cara berbeda dalam memproses emosi. Ada yang mudah bercerita, ada juga yang memilih diam saat pikirannya penuh. Ketika pasangan terlihat murung atau mudah tersinggung, cobalah tarik napas sejenak sebelum mengambil kesimpulan. Reaksi spontan seperti membalas dengan emosi atau menyindir justru bisa memperkeruh suasana.

Memahami juga berarti melihat situasi dari sudut pandangnya. Bisa jadi pasangan sedang berada di fase hidup yang berat, entah karena tekanan pekerjaan, masalah keluarga, atau kelelahan emosional. Dengan mencoba menempatkan diri di posisinya, kamu akan lebih mudah berempati dan tidak cepat tersinggung oleh perubahan moodnya.

6. Bersabar dan Beri Ruang

Bersabar dan Beri Ruang/Foto: Pexels.com/ Trần Long

Bersabar bukan berarti memaksa diri untuk selalu kuat atau menoleransi semua sikap pasangan. Bersabar lebih tentang menahan reaksi emosional agar tidak memperkeruh keadaan. Saat pasangan sedang moody, emosi mereka biasanya sedang penuh. Jika kamu ikut terpancing, konflik kecil bisa dengan mudah berubah menjadi pertengkaran besar. Dengan bersabar, kamu memberi waktu pada emosi untuk mereda.

Memberi ruang juga sama pentingnya. Tidak semua orang ingin langsung berbicara saat suasana hatinya buruk. Ada yang justru butuh waktu sendiri untuk menenangkan pikiran, memproses perasaan, atau sekadar diam tanpa distraksi. Memberi ruang bukan berarti kamu tidak peduli, melainkan menghargai cara pasangan mengelola emosinya.

7. Gunakan Humor dengan Bijak

Gunakan Humor dengan Bijak/Foto: Pexels.com/ Huynh Van

Langkah pertama dalam menggunakan humor secara bijak adalah membaca situasi. Tidak semua mood buruk cocok dihadapi dengan candaan. Jika pasangan terlihat sangat lelah, sedih, atau frustrasi, mungkin yang ia butuhkan adalah didengarkan terlebih dulu. Humor akan lebih efektif ketika emosi pasangan sudah mulai turun, atau saat kamu tahu ia biasanya merespons candaan dengan baik.

Humor juga bisa disampaikan lewat tindakan, bukan hanya kata-kata. Mengirim meme lucu, stiker gemas, atau menirukan suara karakter favorit dengan cara yang menggemaskan bisa membuat pasangan tersenyum tanpa merasa diserang. Hal-hal kecil seperti ini sering kali terasa lebih hangat daripada nasihat panjang lebar.

Menghadapi pasangan yang moody adalah soal keseimbangan antara memahami orang lain dan menghargai diri sendiri. Dengan empati, komunikasi yang sehat, batasan yang jelas, dan perhatian pada diri sendiri, hubungan bisa tetap hangat meski suasana hati pasangan tidak selalu stabil.

***

Ingin jadi salah satu pembaca yang bisa ikutan beragam event seru di Beautynesia? Yuk, gabung ke komunitas pembaca Beautynesia, B-Nation. Caranya DAFTAR DI SINI!

(naq/naq)
Komentar
0 Komentar TULIS KOMENTAR
Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama memberikan komentar.

RELATED ARTICLE