7 Ciri Orang yang Narsis dan Bermuka Dua, Terlihat Manis di Depan

Gayuh Tri Pinjungwati | Beautynesia
Rabu, 28 Jan 2026 15:30 WIB
6. Tidak Bisa Menjadi Pendengar yang Baik
Tidak Bisa Menjadi Pendengar yang Baik/Foto: Pexels.com/ Agung Pratama

Pernah bertemu seseorang yang terlihat sangat percaya diri, ramah, dan penuh pesona, tapi di balik itu sering membuatmu merasa tidak nyaman? Bisa jadi kamu sedang berhadapan dengan orang yang narsis dan bermuka dua. Tipe seperti ini sering sulit dikenali di awal karena tampilannya begitu meyakinkan. Namun, seiring waktu, sikap aslinya perlahan mulai terlihat.

Orang narsis biasanya memiliki kebutuhan besar untuk dipuji dan diakui. Mereka ingin terlihat paling hebat, paling benar, dan paling istimewa. Di depan orang lain, mereka bisa sangat manis, perhatian, bahkan terkesan peduli. Tapi sayangnya, perhatian itu sering hanya alat untuk menjaga citra diri, bukan ketulusan.

Sifat bermuka dua muncul ketika sikap mereka berubah tergantung siapa yang sedang dihadapi. Di depanmu, mereka bisa berkata mendukung dan memuji. Namun, di belakang, tidak jarang mereka justru meremehkan, mengkritik, atau membicarakanmu dengan cara yang berbeda. Hal ini membuat orang di sekitarnya sering merasa bingung dan ragu pada penilaian sendiri.

Menghindari orang yang memiliki sifat narsis dan bermuka dua, kamu perlu mengenali beberapa tanda-tandanya, seperti yang dilansir dari Your Tango berikut ini.

1. Kegembiraannya Terasa Dibuat-buat

Kegembiraannya Terasa Dibuat-buat/Foto: Pexels.com/ Đặng Thanh Tú

Tidak semua senyuman menandakan kebahagiaan yang tulus. Dalam beberapa kasus, terutama pada orang yang narsis dan bermuka dua, kegembiraan justru sering kali terlihat berlebihan dan terasa tidak natural. Di permukaan, mereka tampak ceria, antusias, dan penuh energi. Namun jika diperhatikan lebih dalam, ada rasa janggal yang sulit dijelaskan, seolah emosi itu hanya sebuah pertunjukan.

Orang narsis sangat peduli dengan citra diri. Mereka ingin selalu terlihat bahagia, sukses, dan disukai. Karena itu, mereka cenderung memakai topeng kegembiraan di depan orang lain. Tertawa terlalu keras, bereaksi terlalu heboh, atau menunjukkan kebahagiaan yang tidak sebanding dengan situasi sering menjadi tanda awal. Tujuannya bukan menikmati momen, melainkan menarik perhatian dan pengakuan.

2. Suka Membicarakan Diri Sendiri

Suka Membicarakan Diri Sendiri/Foto: Pexels.com/ Julius Simamora

Orang narsis memiliki kebutuhan besar untuk diperhatikan. Mereka ingin didengar, dikagumi, dan diakui. Karena itu, mereka sering mendominasi percakapan dengan cerita tentang diri sendiri, tentang betapa sibuknya mereka, betapa hebat pencapaian mereka, atau betapa berat hidup yang mereka jalani. Bahkan ketika kamu sedang bercerita, mereka bisa dengan cepat memotong dan mengalihkan fokus kembali ke diri mereka.

Hal yang menarik, cara mereka membicarakan diri sendiri sering kali terlihat manis dan meyakinkan di depan. Mereka bisa tampak rendah hati, seolah hanya berbagi cerita. Namun, di balik itu, ada kebutuhan tersembunyi untuk validasi. Mereka ingin reaksi, pujian, atau simpati. Jika tidak mendapat respons yang diharapkan, suasana hati mereka bisa langsung berubah.

3. Bahasa Tubuh Mereka Tidak Sesuai dengan Kata-katanya

Bahasa Tubuh Mereka Tidak Sesuai dengan Kata-katanya/ Foto: Pexels.com/ zhang kaiyv

Tidak semua kebohongan terdengar dari kata-kata. Kadang, justru tubuh yang lebih jujur. Salah satu tanda paling sering muncul pada orang yang narsis dan bermuka dua adalah ketidaksesuaian antara ucapan dan bahasa tubuh mereka. Di mulut terdengar manis dan meyakinkan, tapi gerak-gerik tubuhnya mengatakan hal yang berbeda.

Orang narsis sangat pandai merangkai kata. Mereka tahu apa yang ingin didengar orang lain dan bagaimana menyampaikannya dengan nada yang terdengar tulus. Namun, karena emosi yang mereka tampilkan sering kali tidak asli, tubuh mereka sulit berbohong sepenuhnya. Inilah celah yang bisa kamu perhatikan.

Misalnya, mereka berkata peduli atau mendukungmu, tapi kontak matanya minim atau justru menghindar. Senyumnya terlihat cepat hilang, kaku, atau tidak sampai ke mata. Bahasa tubuh seperti ini sering muncul karena apa yang mereka ucapkan tidak benar-benar sejalan dengan perasaan mereka.

4. Mereka Ingin Menjadi Pusat Perhatian

Mereka Ingin Menjadi Pusat Perhatian/Foto: Pexels.com/ Toàn Văn

Orang narsis merasa validasi dari orang lain adalah bahan bakar emosional mereka. Mereka ingin dilihat, didengar, dan dikagumi. Saat perhatian mulai bergeser ke orang lain, mereka bisa merasa tidak nyaman, bahkan terancam. Akibatnya, mereka akan melakukan berbagai cara agar sorotan kembali ke dirinya, mulai dari menyela pembicaraan, mengubah topik, hingga menceritakan pencapaian pribadi secara berlebihan.

Hal yang membuat situasi ini rumit adalah caranya sering terlihat halus. Di depan, mereka bisa tampil ramah, lucu, dan penuh energi. Seolah hanya ingin mencairkan suasana. Namun di balik itu, ada dorongan kuat untuk menguasai ruang dan emosi orang lain. Inilah sisi bermuka dua yang sering luput disadari, tampil menyenangkan, tapi diam-diam ingin mengendalikan perhatian.

5. Mereka Menunjukkan Sikap Pasif- Agresif

Mereka Menunjukkan Sikap Pasif- Agresif/Foto: Pexels.com/Philip Justin Mamelic

Kamu tidak akan pernah benar-benar tahu bagaimana perasaan orang bermuka dua. Mereka akan menutupi rasa tidak peduli mereka terhadap dirimu dengan kata-kata netral.

Psikolog Tarra Bates-Duford menjelaskan, "Ketika orang pasif-agresif marah, mereka melampiaskannya dengan cara yang mungkin tidak terlihat oleh orang lain. Mereka sering tampak mengikuti arus, mereka bahkan mungkin bersikeras bahwa tidak ada yang salah, tetapi akan menunda-nunda, merajuk, atau memberikan tanda-tanda halus lainnya bahwa mereka diam-diam menyimpan dendam. Perilaku pasif-agresif dapat sangat merusak hubungan, jadi penting untuk mengidentifikasi kapan kamu, atau seseorang yang kamu kenal, terlibat dalam perilaku tersebut."

Menghadapi orang dengan sikap pasif agresif memang tidak mudah. Kuncinya adalah kejelasan dan batasan. Jangan terpancing permainan emosi yang membuatmu terus menebak-nebak. Jika memungkinkan, sampaikan perasaanmu dengan tenang dan perhatikan respons mereka. Orang yang tulus akan mau berdialog, bukan bersembunyi di balik sindiran.

6. Tidak Bisa Menjadi Pendengar yang Baik

Tidak Bisa Menjadi Pendengar yang Baik/Foto: Pexels.com/ Agung Pratama

Pernah merasa lelah setelah berbincang dengan seseorang, padahal kamu yang lebih banyak bicara tentang perasaanmu? Bisa jadi itu bukan karena ceritamu berat, tapi karena lawan bicaramu adalah pendengar yang buruk. Salah satu tanda orang yang narsis dan bermuka dua adalah ketidakmampuan mereka untuk benar-benar mendengarkan orang lain dengan tulus.

Orang narsis cenderung lebih fokus pada dirinya sendiri. Saat kamu berbicara, mereka memang terlihat mendengar, mengangguk, tersenyum, atau sesekali menyela dengan respons singkat. Namun, jika diperhatikan, perhatian mereka sering setengah-setengah. Pikiran mereka sibuk menunggu giliran untuk berbicara, bukan memahami apa yang kamu rasakan.

7. Tidak Senang saat Melihatmu Bahagia

Tidak Senang saat Melihatmu Bahagia/Foto: Pexels.com/ LML 6768

Orang narsis cenderung ingin menjadi pusat perhatian. Ketika kamu bahagia, sukses, atau merasa utuh dengan hidupmu, sorotan otomatis bergeser darinya. Hal ini bisa memicu rasa tidak aman yang besar. Alih-alih mengakuinya, mereka menutupi perasaan itu dengan sikap dingin, komentar sinis, atau dukungan yang terasa setengah hati.

Tanda yang sering muncul adalah respons yang hambar saat kamu berbagi kabar baik. Mereka mungkin mengucapkan kata selamat dengan senyum tipis, tapi tanpa antusiasme. Bahkan ada yang langsung mengalihkan topik ke dirinya sendiri, seolah kebahagiaanmu bukan hal penting untuk dibahas lebih lama. Di sinilah sisi bermuka dua terasa, kata-katanya terdengar baik, tapi energinya tidak mendukung.

Hubungan yang sehat tidak membuatmu terus merasa ragu, lelah, atau mengecilkan diri. Jika seseorang terlihat manis di luar tapi membuat hatimu tidak tenang, mungkin itu bukan perasaan yang berlebihan, melainkan intuisi yang sedang mencoba melindungimu.

***

Ingin jadi salah satu pembaca yang bisa ikutan beragam event seru di Beautynesia? Yuk, gabung ke komunitas pembaca Beautynesia, B-Nation. Caranya DAFTAR DI SINI!

(naq/naq)
Komentar
0 Komentar TULIS KOMENTAR
Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama memberikan komentar.

RELATED ARTICLE