7 Kalimat Sering Diucapkan Orang Tua yang Terapkan Gentle Parenting

Justina Nur | Beautynesia
Kamis, 30 Apr 2026 09:15 WIB
“Terima kasih…”
Ucapan “Terima kasih…” membuat anak merasa dihargai./ Foto: Freepik.com

Dalam beberapa waktu terakhir, istilah gentle parenting semakin kerap dibicarakan. Terlebih di kalangan orang tua muda.

Mengutip dari Brown Health University, gentle parenting adalah suatu jenis pola asuh yang memiliki fokus pada hubungan antara orang tua dan anak. Dalam metode parenting ini, orang tua diharapkan mampu menunjukkan empati, rasa hormat, dan pemahaman pada anak dengan menjalin komunikasi serta koneksi yang hangat dengan anak.

Dilansir dari The Mother Baby Center, saat menerapkan gentle parenting, orang tua memiliki banyak peran, seperti orang tua sebagai ‘guru’ yang bertugas membimbing dan mengarahkan anak, dan orang tua perlu memahami bahwa setiap usia anak memiliki kemampuan dan batasannya masing-masing.

Selain itu, orang tua juga tidak boleh mengandalkan hukuman atau hadiah, karena fokusnya adalah pemahaman dan pembelajaran. Orang tua perlu membangun batasan yang jelas dan konsisten sehingga anak terbantu merasa aman dan belajar tanggung jawab.

Melihat penjelasan di atas, tentu pola asuh ini sangat berbeda dengan parenting yang dilakukan oleh orang tua zaman dulu yang cenderung otoriter. Pola asuh gentle parenting juga kerap tercermin dari kalimat-kalimat sederhana yang sering diucapkan sehari-hari, seperti berikut ini.

“Bantu Ibu/Ayah mengerti…”

“Bantu Ibu/Ayah mengerti…” lebih lembut diterima oleh anak./ Foto: Freepik.com

Dilansir dari Motherly, kalimat “Bantu Ibu/Ayah mengerti" lebih lembut diterima oleh anak daripada kata “Jelaskan!”. 

Contoh kalimatnya seperti, “Bantu Ibu mengerti apa yang terjadi”, atau “Bantu Ibu mengerti kenapa hal ini bisa terjadi”.

“Maaf ya…”

“Maaf ya…” mengajarkan anak bahwa orang tua tetap bisa salah./ Foto: Freepik.com

Kalimat "Maaf ya..." mengajarkan anak bahwa orang tua tetap bisa salah sekaligus mengajak anak melakukan hal yang sama saat melakukan kesalahan./ Foto: Freepik.com

Perlu diingat, orang tua tetap bisa salah. Orang tua yang mau meminta maaf sama saja sedang memberi contoh bahwa semua orang bisa salah dan mau belajar. 

Kalimat permintaan maaf seperti "Maaf ya..." ini juga akan memperkuat hubungan Ibu/Ayah dengan anak sambil mengajarkan anak untuk melakukan hal yang sama.

“Terima kasih…”

Ucapan “Terima kasih…” membuat anak merasa dihargai./ Foto: Freepik.com

Ucapan “Terima kasih…” membuat anak merasa dihargai./ Foto: Freepik.com

Ucapan ini mungkin jarang diucapkan oleh orang tua zaman dahulu yang cenderung otoriter. Padahal, apresiasi yang diucapkan oleh orang tua sangat berarti untuk anak. Oleh karena itu, jangan lupa menghargai usaha anak, sekecil apapun, dengan mengucapkan terima kasih yang tulus.

Contoh kalimatnya adalah seperti, “Terima kasih ya sudah ikut membereskan mainan”, “Terima kasih kamu sudah mencoba, meskipun tadi sulit”.

“Di saat yang sama…”

Ganti “tapi” dengan “di saat yang sama”, karena hal ini akan memvalidasi dua hal sekaligus./ Foto: Freepik.com

Coba ganti “tapi” dengan “di saat yang sama”, karena hal ini akan memvalidasi dua hal sekaligus./ Foto: Freepik.com

Biasanya, kita cenderung menggunakan kata “tapi” untuk membandingkan dua kejadian secara bersamaan dalam satu kalimat. Namun, bagi anak, kata “tapi” sering membuat percakapan jadi lebih rumit, karena seolah membatalkan kalimat sebelumnya.

Misalnya, “Ibu sayang kamu, tapi…”, hal ini bisa terasa seperti “Ibu sebenarnya sayang kamu, tapi tidak sepenuhnya”.

Oleh karena itu, coba ganti “tapi” dengan “di saat yang sama”, karena hal ini akan memvalidasi dua hal sekaligus. Contohnya seperti, “Ibu tahu kamu kesal, di saat yang sama, menangis dan berteriak-teriak di dalam toko itu dapat mengganggu banyak orang”.

“Apa yang bisa Ibu/Ayah bantu?”

Ucapkan,

Ucapkan, "Apa yang bisa Ibu bantu..." namun saat anak butuh bantuan, dan bukan untuk mengambil alih semuanya./ Foto: Freepik.com

Ada saatnya anak butuh bantuan ketika mengerjakan sesuatu, tapi bukan berarti kita boleh mengambil alih semuanya.

Contoh kalimat yang bisa diucapkan seperti, “Apa yang bisa Ibu bantu supaya kamu paham saat mengerjakan PR ini?” atau “Apa yang bisa Ibu bantu untuk membereskan kamarmu?”.

“Menurutmu apa yang harus kamu lakukan…”

Ajak anak untuk berpikir dengan bertanya, “Menurutmu apa yang harus kamu lakukan…”./ Foto:

Mungkin kamu merasa ingin masalah segera selesai dan akhirnya kamu sendiri yang menyelesaikan masalah anak. Padahal, perilaku ini justru menyulitkan anak untuk berlatih berpikir. 

Oleh karena itu, daripada langsung kamu yang menyelesaikan problem anak, sebaiknya ajak anak untuk ikut berpikir. Contohnya, “Menurutmu apa yang bisa kamu lakukan agar temanmu merasa lebih baik?”, atau “Menurutmu, bagaimana cara memperbaiki mainan yang rusak ini?”.

Dengan cara ini, kamu tidak hanya melatih anak untuk berpikir tapi juga mengajak anak bertanggung jawab mencari solusi atas masalah yang mereka miliki.

“Ibu/Ayah senang melihat kamu…”

Meski sederhana, kalimat ini sangat kuat untuk membangun hubungan antara orang tua dengan anak./ Foto: Freepik.com/prostooleh

Kalimat ini memang sederhana, tapi sangat kuat untuk membangun hubungan antara orang tua dengan anak. Contohnya, “Ibu senang melihat kamu main dengan seru bersama adik”, dan “Ibu suka mendengar kamu bermain piano”.

Hal ini mungkin terkesan remeh buatmu, tapi berbeda bagi anak. Anak merasa diperhatikan dan kamu juga diingatkan untuk benar-benar hadir mendampingi proses pertumbuhannya.

Itu tadi beberapa kalimat yang kerap diucapkan oleh orang tua yang menerapkan gentle parenting.

***

Mau jadi bagian dari Buzznesia Community di mana kamu bisa ikutan berbagai online dan offline event seru yang diadakan oleh Buzznesia/Beautynesia? Komunitas ini terbuka untuk umum, baik perempuan dan juga laki-laki, kami juga memiliki komunitas khusus untuk kamu yang masih berstatus mahasiswa/mahasiswi. Yuk, gabung ke Buzznesia Community. Caranya DAFTAR DI SINI! 

(dmh/dmh)
Komentar
0 Komentar TULIS KOMENTAR
Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama memberikan komentar.

RELATED ARTICLE