7 Kebiasaan di Media Sosial yang Sebaiknya Dihindari Demi Kesehatan Mental

Regitha Mandasari Putri Suryana | Beautynesia
Kamis, 10 Sep 2026 17:00 WIB
4. Kebiasaan Scrolling hingga Menjelang Tidur
Kebiasaan scrolling hingga menjelang tidur/ Foto : Magnific/Magnific

Media sosial telah menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari, mulai dari mencari informasi, berkomunikasi, hingga mencari hiburan. Namun, cara kita menggunakan media sosial juga dapat memengaruhi kondisi pikiran.

Terlalu lama scrolling, terus membandingkan diri, atau mengikuti konten yang membuat tidak nyaman dapat membuat penggunaan media sosial terasa melelahkan tanpa disadari.

Bukan berarti media sosial harus sepenuhnya dihindari. Yang lebih penting adalah mengetahui kebiasaan mana yang mulai memberikan dampak kurang baik dan membatasi penggunaannya. Dengan lebih bijak memilih konten serta mengatur waktu di depan layar, media sosial tetap dapat digunakan tanpa mengganggu keseimbangan kehidupan sehari-hari.

Lantas, apa saja kebiasaan yang sebaiknya dihindari agar penggunaan media sosial tidak mengganggu kesehatan mental? Simak, yuk!

1. Terlalu Lama Scrolling Tanpa Tujuan

Terlalu Lama Scrolling Tanpa Tujuan/ Foto : Magnific/Magnific

Scrolling media sosial sering dilakukan untuk mengisi waktu luang. Awalnya mungkin hanya ingin melihat beberapa unggahan, tetapi tanpa sadar waktu sudah berlalu cukup lama. Jika kebiasaan ini terjadi berulang kali, waktu untuk beristirahat, bekerja, atau melakukan aktivitas lain bisa ikut berkurang.

Cobalah menentukan batas waktu ketika membuka media sosial. Jika sudah tidak ada lagi konten yang benar-benar ingin dilihat, tutup aplikasinya dan lakukan aktivitas lain. Dengan begitu, penggunaan media sosial tetap menjadi hiburan tanpa mengambil terlalu banyak waktu dalam sehari.

2. Terus Membandingkan Diri dengan Kehidupan Orang Lain

Terus membandingkan diri dengan kehidupan orang lain/ Foto : Magnific

Media sosial membuat kita mudah melihat pencapaian dan kehidupan orang lain. Mulai dari melihat seseorang mendapatkan pekerjaan impian, memiliki hubungan yang bahagia, atau menikmati liburan bisa membuat kita merasa kehidupan sendiri tidak sebaik mereka.

Padahal, unggahan di media sosial biasanya hanya menunjukkan bagian tertentu dari kehidupan seseorang. Kamu tidak mengetahui masalah atau kesulitan yang mungkin mereka hadapi di balik layar. Daripada menjadikan kehidupan orang lain sebagai standar, lebih baik gunakan media sosial sebagai sumber inspirasi tanpa merendahkan pencapaian diri sendiri.

3. Terlalu Sering Membaca Komentar Negatif

Terlalu sering membaca komentar negatif/ Foto : Magnific/Drazen Zigic

Kolom komentar sering menjadi tempat munculnya perdebatan, kritik, hingga komentar kasar. Membaca komentar negatif secara terus-menerus dapat membuat suasana hati ikut memburuk, terutama jika kita terlalu terbawa dalam perdebatan yang sebenarnya tidak perlu.

Tidak semua komentar harus dibaca atau ditanggapi. Jika sebuah diskusi mulai membuat emosi meningkat, kamu bisa berhenti mengikuti percakapan tersebut. Menjauh dari perdebatan di media sosial bukan berarti tidak peduli, tetapi bisa menjadi cara untuk menjaga energi dan ketenangan diri.

4. Kebiasaan Scrolling hingga Menjelang Tidur

Kebiasaan scrolling hingga menjelang tidur/ Foto : Magnific/Magnific

Niat melihat media sosial sebentar sebelum tidur bisa berubah menjadi scrolling berjam-jam. Selain membuat waktu tidur semakin larut, berbagai konten yang dilihat juga dapat membuat pikiran tetap aktif ketika seharusnya mulai beristirahat.

Cobalah menentukan waktu berhenti menggunakan media sosial sebelum tidur. Setelah itu, lakukan aktivitas yang lebih tenang seperti membaca buku, merapikan kamar, atau melakukan rutinitas perawatan diri. Jika sulit berhenti, letakkan ponsel jauh dari tempat tidur agar tidak mudah mengambilnya kembali.

5. Mengikuti Akun yang Membuatmu Terus Merasa Tidak Cukup

Mengikuti akun yang membuatmu terus merasa tidak cukup/ Foto : Magnific

Tidak semua akun yang kita ikuti memberikan pengaruh positif. Ada konten yang membuat kita termotivasi, tetapi ada juga yang justru membuat merasa kurang cantik, kurang sukses, kurang kaya, atau kurang produktif.

Jika ada akun yang hampir selalu membuatmu merasa buruk setelah melihat unggahannya, tidak ada salahnya melakukan mute, unfollow, atau membatasi interaksi dengan konten tersebut. Pilihlah lingkungan digital yang memberikan informasi bermanfaat dan membuat pengalaman menggunakan media sosial terasa lebih nyaman.

6. Merasa Harus Selalu Mengikuti Semua Tren

Merasa harus selalu mengikuti semua tren/ Foto : Magnific

Tren di media sosial berubah sangat cepat. Hari ini ada satu topik yang ramai, besok sudah muncul pembahasan lain. Jika merasa harus mengetahui semuanya agar tidak ketinggalan, kamu bisa terus-menerus memeriksa media sosial meskipun sebenarnya tidak membutuhkannya.

Tidak masalah jika melewatkan tren tertentu. Pilih informasi yang memang relevan dengan pekerjaan, minat, atau kebutuhanmu. Kamu tidak harus selalu mengetahui apa yang sedang viral untuk tetap menjalani kehidupan dengan baik.

7. Terus Membagikan Hal Pribadi Saat Sedang Emosional

Terus membagikan hal pribadi saat sedang emosional/ Foto : Magnific/Magnific

Ketika sedang marah, kecewa, atau sedih, media sosial terkadang digunakan sebagai tempat meluapkan emosi. Namun, membagikan sesuatu saat emosi masih tinggi dapat membuat kita menyesal setelah keadaan kembali tenang.

Sebelum mengunggah sesuatu yang sangat pribadi, beri waktu untuk berpikir. Tidak semua perasaan harus diketahui banyak orang. Jika membutuhkan tempat untuk bercerita, pertimbangkan berbicara langsung dengan orang yang dipercaya agar masalah tidak semakin melebar karena respons dari pengguna media sosial lainnya. 

Itu dia kebiasaan yang sebaiknya dihindari agar penggunaan media sosial tidak mengganggu kesehatan mental. Siap menerapkannya, Beauties?

***

Mau jadi bagian dari Buzznesia Community di mana kamu bisa ikutan berbagai online dan offline event seru yang diadakan oleh Buzznesia/Beautynesia? Komunitas ini terbuka untuk umum, baik perempuan dan juga laki-laki, kami juga memiliki komunitas khusus untuk kamu yang masih berstatus mahasiswa/mahasiswi. Yuk, gabung ke Buzznesia Community. Caranya DAFTAR DI SINI! 

(ria/ria)
Komentar
0 Komentar TULIS KOMENTAR
Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama memberikan komentar.

RELATED ARTICLE