8 Bandara Ditutup Sementara, Mengapa Abu Vulkanik Berbahaya Bagi Pesawat?

Narita Fuji Triani | Beautynesia
Selasa, 08 Sep 2026 09:15 WIB
8 Bandara Ditutup Sementara, Mengapa Abu Vulkanik Berbahaya Bagi Pesawat?
8 Bandara Ditutup Sementara, Mengapa Abu Vulkanik Berbahaya Bagi Pesawat?/Foto: pexels.com/Jeffry Surianto

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengumumkan 8 bandara ditutup sementara akibat dampak dari sebaran abu vulkanik. Setelah penutupan operasional Bandara Soekarno Hatta, pada 7 September BMKG mengumumkan beberapa bandara lainnya yang juga terdampak dan mengalami penutupan operasional sementara yaitu Bandara Radin Inten II (Lampung), Bandara Husein Sastranegara (Bandung), Bandara Budiarto (Curug), Bandara Pondok Cabe (Tangerang Selatan), Bandara Muhammad Taufiq Kiemas (Pesisir Barat, Lampung), dan Bandara Atungbungsu (Sumatera Selatan).

Abu vulkanik yang terlihat seperti debu biasa ternyata bisa berbahaya bagi pesawat, Beauties. BMKG menyatakan bahwa abu vulkanik yang terbawa angin bisa menyebar ke jalur penerbangan. Pesawat bisa memasuki area abu vulkanik. Hal ini tentu bisa membahayakan keselamatan.

Berikut ini 4 alasan mengapa abu vulkanik bisa berbahaya bagi pesawat. Yuk, simak, Beauties!

1. Abu Bisa Masuk ke Mesin Pesawat

Abu vulkanik berbahaya bagi pesawat. Abu bisa masuk ke mesin pesawat/Foto: pexels.com/Joerg Mangelsen

Partikel abu vulkanik yang sangat halus bisa masuk ke mesin pesawat. Materialnya bisa meleleh karena suhu tinggi di dalam mesin yang menyebabkannya menempel pada komponen dan mengganggu aliran udara. Dalam kondisi tertentu, hal ini bisa menyebabkan kegagalan mesin.

2. Mengganggu Sistem dan Komponen Pesawat

Abu vulkanik berbahaya bagi pesawat. Abu bisa mengganggu sistem dan komponen pesawat/Foto: pexels.com/Rafael Minguet Delgado

Abu vulkanik bisa menyebabkan kerusakan atau gangguan pada berbagai sistem dan komponen pesawat. Abu bisa mengganggu sensor udara, pitot static system, dan struktur pesawat lainnya. Oleh karena itu, penerbangan di area yang terkontaminasi abu sangat penting dihindari.

3. Mengurangi Jarak Pandang

Abu vulkanik berbahaya bagi pesawat. Abu mengurangi jarak pandang/Foto: pexels.com/K

Selain mengganggu sistem dan komponen pesawat, abu vulkanik juga bisa mengurangi jarak pandang. Abu vulkanik bisa menggoreng permukaan kaca depan kokpit sehingga mengurangi jarak pandang pilot. Kondisi ini menjadi risiko tambahan bagi penerbangan.

4. Perubahan Rute dan Keterlambatan Penerbangan

Abu vulkanik berbahaya bagi pesawat. Perubahan rute dan keterlambatan penerbangan/Foto: pexels.com/Fabrian Pradanaputra

BMKG juga mengatakan bahwa abu vulkanik bisa mengakibatkan perubahan rute dan keterlambatan penerbangan. Penutupan bandara yang terkontaminasi abu vulkanik menjadi pilihan untuk mengutamakan keselamatan kru dan penumpang.

***

Mau jadi bagian dari Buzznesia Community di mana kamu bisa ikutan berbagai online dan offline event seru yang diadakan oleh Buzznesia/Beautynesia? Komunitas ini terbuka untuk umum, baik perempuan dan juga laki-laki, kami juga memiliki komunitas khusus untuk kamu yang masih berstatus mahasiswa/mahasiswi. Yuk, gabung ke Buzznesia Community. Caranya DAFTAR DI SINI!

(dmh/dmh)
Komentar
0 Komentar TULIS KOMENTAR
Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama memberikan komentar.

RELATED ARTICLE